Budi Hastono
Universitas Dr. Soetomo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SERABUT KELAPA UNTUK CAMPURAN MORTAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH: THE EFFECT OF ADDING COCONUT FIBER TO MORTAL MIXTURES IN TERMS OF COMPRESSIVE AND SPLITTING TENSILE STRENGTH Fransiskus Muliadi Jekson; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep pemanfaatan limbah sabut kelapa pada campuran mortar. Mortar merupakan campuran semen, pasir dan air dengan persentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai konsistensi/kelengketan yang sesuai standar. Konsistensi mortar ini nantinya akan membantu dalam menentukan kekuatan mortar (spesies atau dinding yang diplester), sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang diakibatkan oleh beban kerja. Pembangunan berkelanjutan ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Pesatnya perkembangan teknologi saat ini semakin menuntut adanya alternatif-alternatif yang muncul dari berbagai penelitian dengan tujuan untuk menciptakan penemuan-penemuan baru atau setidaknya mengembangkan penelitian-penelitian sebelumnya. Hal ini untuk memungkinkan produksi bahan bangunan yang lebih berkualitas dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konsentrasi serat optimal yang menghasilkan nilai kuat tekan pada mortar, sabut kelapa dengan komposisi 0%, 0,1,5%, 3%, 4,5% dan 6% dari berat semen, dengan ukuran silinder 10x20, dan jumlah benda uji sebanyak 60 buah dengan masing-masing 3 buah sampel untuk 45 variasi kuat tekan dan 15 kali uji tarik belah. Berdasarkan hasil analisa dapat ditentukan bahwa komposisi serat sabut kelapa 6% merupakan komposisi tertinggi dengan kuat tekan sebesar 11,67-MPa (14,52%) dan kuat tarik belah sebesar 1,64 MPa (24,24%) serta dengan penambahan sabut kelapa pada komposisi 6% mempunyai berat volume 2,17 gr/cm3 (2,25%) karena kuat tekan dan kuat tarik belah meningkat maka campuran mortar ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu bahan pembuatan plester pada dinding luar. permukaan agar dinding terhindar dari retak dan juga meningkatkan daya tahan. . Kata Kunci : Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah dan Sabut Kelapa
A Analisa Kerusakan Jalan Metode Bina Marga Serta Pengaruh Terhadap Pengguna Jalan Dan Lingkungan (Studi Kasus: Jalan Wae Racang, Desa Golo Ndaring, Kab. Manggarai Barat, NTT): Analysis of Road Damage Using the Bina Marga Method and the Effect on Road Users and the Environment (Case Study: Jalan Wae Racang, Golo Ndaring Village, West Manggarai Regency, NTT) Oswaldus Kyrie Nggarung; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9982

Abstract

Dengan memperhatikan kondisi jalan Wae Racang yang menggalami kerusakan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan serta pengaruh terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Adapun rumusan masalah ialah menentukan jenis kerusakan dan penanganan infrastruktur jalan yang rusak menggunakan metode Bina Marga serta dampak pengaruh kerusakan jalan terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Terdapat 9 jenis kerusakan diataranya, retak kulit buaya, retak acak, retak memanjang, retak melintang, butiran lepas, tambalan, lubang, alur, dan amblas, dengan luas total kerusakan ialah 846,68 m2. Penanganan untuk kerusakan pada permukaan jalan lapis perkerasan lentur dapat menggunakan petunjuk pemeliharaan jalan tahun 1992 Direktorat Jendral Bina Marga. Dampak kerusakan jalan bagi pengguna jalan diperoleh dari empat aspek ialah aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,50 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,44 kriteria penilaian sangat baik, aspek perekonomian dengan rata-rata skor 4,38 kriteria penilaian sangat baik, dan aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,33 kriteria penilaian sangat baik. Dampak kerusakan jalan bagi lingkungan masyarakat dari berbagai aspek diperoleh aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,34 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,31 kriteria penilaian sangat baik, aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,04 kriteria penilaian baik, dan perekonomian dengan rata-rata skor 4,03 kriteria penilaian baik.
PERENCANAAN BALOK DAN KOLOM GEDUNG 5 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA IWF (STUDI KASUS : GEDUNG F BARU UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA) : PLANNING OF BEAMS AND COLUMNS FOR A 5-STORY BUILDING USING IWF STEEL STRUCTURES (CASE STUDY: NEW F BUILDING AT DR. SOETOMO UNIVERSITY, SURABAYA) Muhamad Rangga Saputra; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10980

Abstract

Gedung F akan direncanakan menjadi pusat kegiatan akademik yang baru, sehingga membutuhkan ekspansi gedung tambahan. Perencanaan gedung F-2 dengan menggunakan material struktur baja I/Wide Flange (WF) menjadi salah satu opsinya. Tujuan dari perencanaan struktur ini untuk menghasilkan struktur yang memenuhi kriteria pada kekuatan, biaya, dan pelaksanaannya dengan mendesain dari elemen struktur balok dan kolom bangunan gedung dengan menggunakan material baja. Studi literatur dengan cara mandapat data gambar stuktur denah gedung ekspansi beton bertulang dari perencanaan sebelumnya sebagai acuan, kemudian memodelkan gedung tersebut menggunakan denah struktur baja. Acuan pembebanan yang dipakai untuk beban gravitasi serta angin adalah SNI 1727:2020 dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019. Dengan konfigurasi rangka struktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban lateral. Pemilihan profil baja sesuai pada SNI 1729:2020 dengan perhitungan secara manual menggunakan metode Load and Resistance Factor Design lalu dianalisis menggunakan software SAP2000. Hasil desain struktur gedung baja ini adalah menggunakan profil WF450x200x9x14 sebagai balok induk, serta WF350x175x6x9 dan WF200x100x5x5x8 untuk balok anak tepi, WF350x250x8x12 dan WF300x150x5,5x8 untuk balok anak tengah, lalu WF400x400x45x70 untuk kolom, serta L150x150x10 pada bresing tipe x. Rekapitulasi biaya pengadaan profil baja IWF dan profil siku sebagai penahan beban lateral dengan luas bangunan 5.460 m2 mencapai Rp. 4.384.220.000,00-.