Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mild Head Injury Dengan Hipertensi Urgensi Pada Perempuan Lansia Pasca Kecelakaan Lalu Lintas: Laporan Kasus Desta Natalia; Devi Alfi Mafiroh; Dhila Luna Pangestu; Dina Shakira; Pratiwi Hendro Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23324

Abstract

Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan evaluasi diagnostik, penatalaksanaan, dan luaran klinis pasien dengan cedera kepala ringan disertai hipertensi urgensi. Cedera kepala ringan merupakan bentuk trauma kepala tersering dan umumnya memiliki prognosis baik bila ditangani secara tepat. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala setelah kecelakaan lalu lintas sekitar satu jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien tidak menggunakan helm dan kepala terbentur aspal. Pemeriksaan fisik menunjukkan cephal hematoma regio frontotemporalis sinistra dengan Glasgow Coma Scale 15 (E4V5M6). Tekanan darah pasien 199/114 mmHg. Pasien tidak mengalami penurunan kesadaran, kejang, maupun muntah proyektil. Pemeriksaan neurologis tidak menunjukkan defisit neurologis fokal. CT-scan kepala non-kontras menunjukkan cephal hematoma regio frontotemporalis sinistra tanpa kelainan intrakranial maupun fraktur tulang tengkorak. Pasien didiagnosis mild head injury disertai hipertensi urgensi dan ditatalaksana secara konservatif menggunakan cairan intravena, analgesik, antihipertensi, serta terapi suportif. Setelah observasi, kondisi klinis pasien membaik tanpa perburukan neurologis dan pasien dipulangkan dalam keadaan stabil. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi neurologis menyeluruh dan observasi ketat pada pasien lansia dengan cedera kepala ringan meskipun hasil CT-scan awal normal.
Tetanus laporan kasus Dona Putriandi; Ega Claudya Puspita; Erine Jushella; Ersa Julia; Fina Aulyasari; Pratiwi Hendro Putri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2970

Abstract

  Background: Tetanus is an acute infectious disease caused by Clostridium tetani, which produces the neurotoxin tetanospasmin and causes muscle spasms and rigidity. Although preventable by immunization, tetanus is still found in developing countries. Purpose: To describe the clinical manifestations and management of generalized tetanus. Case: We report a 54-year-old man who complained of generalized stiffness since two days before hospitalization, accompanied by trismus and dysphagia. The patient had a history of a hand injury two weeks prior. Physical examination revealed risus sardonicus, trismus, and generalized muscle rigidity. The diagnosis was made based on the clinical presentation. The patient received human tetanus immunoglobulin, metronidazole, diazepam, and supportive therapy. Conclusion: Early diagnosis and appropriate management are crucial to prevent complications and improve the patient's prognosis.   Keywords: Clostridium Tetani; Generalized Tetanus; Muscle Spasm; Trismus.   Pendahuluan: Tetanus merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin tetanospasmin dan menyebabkan spasme serta rigiditas otot. Meskipun dapat dicegah dengan imunisasi, tetanus masih ditemukan di negara berkembang. Tujuan: Untuk menggambarkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan tetanus generalisata. Kasus: Dilaporkan seorang laki-laki usia 54 tahun dengan keluhan kaku seluruh tubuh sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit disertai trismus dan disfagia. Pasien memiliki riwayat luka pada tangan dua minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan risus sardonicus, trismus, dan rigiditas otot generalisata. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis. Pasien mendapatkan terapi human tetanus immunoglobulin, metronidazol, diazepam, serta terapi suportif. Simpulan: Penegakan diagnosis secara dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan prognosis pasien.   Kata Kunci: Clostridium Tetani; Spasme Otot; Tetanus Generalisata; Trismus.