Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pengetahuan Keluarga Berencana (KB) dan pendapatan orang tua terhadap jumlah anak dalam keluarga pada wilayah kota dan desa. Penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan Desa Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 20 keluarga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dengan pendapatan rendah cenderung memiliki jumlah anak lebih banyak dibandingkan keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi. Selain itu, seluruh responden mengetahui program KB, namun tidak semua menggunakan alat kontrasepsi secara aktif. Rendahnya penggunaan KB dipengaruhi oleh efek samping, kurangnya penyuluhan, serta faktor budaya dan keyakinan pribadi. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan pola antara masyarakat kota dan desa. Masyarakat kota cenderung lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup anak dalam menentukan jumlah anak, sedangkan masyarakat desa masih dipengaruhi pola pikir tradisional dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jumlah anak dalam keluarga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, pengetahuan KB, pendidikan, serta lingkungan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi program KB dan edukasi mengenai perencanaan keluarga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.