Nuansa Bayu Segara
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluating The Implementation of Deep Learning in Social ‎Studies at Junior High School: ADKAR Model Analysis ‎ Dicky Noveka Firmanzah; Septina Alrianingrum; Nuansa Bayu Segara
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i1.2165

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of deep learning in Social Studies instruction at junior secondary schools through the ADKAR model, which consists of awareness, desire, knowledge, ability, and reinforcement. A qualitative implementation evaluation design was employed, involving principals, Social Studies teachers, and students from several junior secondary schools in Pasuruan Regency that had participated in deep learning training organized by BBGTK East Java. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source triangulation, technique triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings reveal that teachers have developed awareness of the importance of deep learning and show positive motivation to implement it; however, their knowledge remains largely conceptual, their ability to translate deep learning principles into consistent classroom practices is still developing, and institutional reinforcement through supervision, evaluation, mentoring, and professional learning communities remains insufficient. This study implies that the sustainable implementation of deep learning requires not only initial training but also systematic school-based reinforcement, continuous professional development, and collaborative instructional support to strengthen teachers’ pedagogical transformation in Social Studies learning.
Efektivitas Model Pembelajaran LOK-R Berbasis AI (GPT) Terhadap Literasi Digital dan Pemahaman Ekonomi Digital Siswa SMP Negeri 6 Surabaya Lutfiah Khasanah; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono; Asnimawati Asnimawati
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 4 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v4i2.2644

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut peserta didik memiliki literasi digital dan pemahaman ekonomi digital yang memadai, namun pembelajaran IPS di sekolah masih didominasi pendekatan konvensional sehingga belum mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) berbasis Generative Artificial Intelligence (GPT) dalam meningkatkan literasi digital dan pemahaman ekonomi digital peserta didik SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 60 peserta didik yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman ekonomi digital dan angket literasi digital, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model LOK-R berbasis GPT mampu meningkatkan pemahaman ekonomi digital dengan kategori efektivitas sedang berdasarkan nilai N-Gain kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol menunjukkan efektivitas yang rendah. Selain itu, hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kemampuan pemahaman ekonomi digital maupun literasi digital setelah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi GPT pada setiap tahapan model LOK-R mampu menciptakan pembelajaran IPS yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, sehingga efektif dalam meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat pemahaman ekonomi digital peserta didik.