Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Internalisasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Adat Kampung Naga Labib, Mugni; Latifah, Yunia Dwi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang internalisasi pendidikan agama Islam pada masyarakat adat yang ada di kampong Naga, Tasikmalaya. Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang cukup memperihatinkan. Karakter moral bangsa yang sudah dibangun oleh pendahulu bangsa seakan-akan mulai rapuh dan terkikis, karakter bangsa yang penuh dengan kearifan serta bermoral telah lama jarang terlihat. Kenyataannya sekarang bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri bangsa dengan adanya beberapa kasus kekerasan, aksi anarkis, korupsi, penggelapan pajak, pembunuhan, kejahatan seksual, penjarahan, teror bom, tawuran dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian ini adalah Kampung adat Naga Tasikmalaya. Adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, Ada beberapa budaya masyarakat Kampung Naga, yang masih dijalankan oleh generasinya. kemudian Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam adat istiadat yaitu nilai-nilai keimanan, nilai-nilai ibadah dan nilai akhlak, internalisasi nilai dilakukan melalui pertama adanya proses pembelajaran nilai melalui penyampaian informasi oleh pengurus adat kepada generasi penerusnya Kedua penyampain secara mendalam terhadap tradisi di rumah masing masing oleh orang tua kepada anak-anaknya, Ketiga adanya pelestarian pelaksanaan upacara Adat secara berkesinambungan dari generasi ke genarasi.
STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK mugni labib
Global Education Trends Vol. 1 No. 2 (2023): GLOBAL EDUCATION TRENDS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v1i2.85

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi everyone is a teacher here untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran membuat guru harus menerapkan sebuah strategi serta metode tertentu untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satu strategi yang digunakan adalah strategi everyone is a teacher here. Strategi ini menjadikan peserta didik seolah-olah menjadi pendidik bagi peserta didik lainnya. Penelitian dilakukan di kelas Mi Darul ulm dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil peneitian ini Melatih dan mengembangkan daya pikir peserta didik, termasuk daya ingatan peserta didik, Melatih keterampilan serta keberanian peserta didik dalam menjawab dan mengutarakan pendapat. Dapat menarik perhatian dan memusatkan perhatian peserta didik dengan pertanyaan yang diajukan, meskipun ketika peserta didik mengantuk atau ramai.dari penelitian ini adalah keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPA menjadi bertambah. Kata Kunci : Implementasi, Metode Everyone is a teacher here, Pembelajaran IPA
The IMPLEMENTASI FATWA DSN MUI NO. 28 TERHADAP TRADING DENGAN MENGGUNAKAN FITUR SWAP FREE PADA BROKER FBS Muhajir, muhajir; Mochamad Mugni Labib
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 14 No. 2 (2021): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v14i2.94

Abstract

Currency buying and selling or better known as forex trading, is a business field that lures large profits with minimal effort. This is what attracts the Muslim community to get involved in this business. This thesis aims to analyze the swap free feature used by trading at the FBS broker, in which FBS claims that the swap free feature is considered sufficient to consider trading at an FBS broker in accordance with the provisions of the Shari'ah. The method used is the library research method. The data were analyzed from the Al-quran, Hadith, fiqh books, books, the internet, as well as the writings of classical and modern Islamic economics scholars. The aspect examined in this thesis is the swap free feature at the FBS broker, then collided with MUI DSN Fatwa No. 28 / DSN-MUI / III / 2002 to find out that trading with the FBS broker is in accordance with the shari'ah rules. The conclusion drawn from this research is that the swap free feature only deals with the interest or commission arising from an overnight open order so that traders do not get a discount or additional from the overnight order. The law of forex transactions at the FBS broker is not in accordance with the MUI DSN Fatwa Number 28 / DSN-MUI / III / 2002, because the trading system as a whole is still the same without activating this feature. Namely, such as taking advantage of currency exchange rate fluctuations, being able to take advantage of leverage / margin, and also carrying out a short selling strategy.
Tabligh Akbar Dan Dampak Perubahan Terhadap Muslim Perkotaan Labib, Mugni
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 1 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i1.70

Abstract

Tabligh akbar sudah menjadi tradisi yang melekat dan mandarah daging pada masyarakat Indonesia, di dalamnya terdapat untaian ayat suci Al-Qur’an dan lantunan shalawat dengan iringian senandu nada-nada Islami yang semakin menambah kekhusuan. Siring berjalannya waktu, saat ini banyak sekali rema muslim yang tertarik mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga, tingkah laku dalam kesehariaanya terlihat sebagai dampak dari kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian etnografi. Sumber data yang diambil berasal dari responden berupa sejumlah remaja muslim di Kota Kediri dengan ketentuan usia remaja yang sering mengikuti kegiatan tabligh akbar diberbagai tempat dengan teknik analisi data diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini diperoleh bahwa remaja di kota Kediri yang berada di usia remaja dan mengikuti pengajian Tabligh Akbar guna mencari jati diri dan pengalaman di masa transisinya, sehingga ada komparasi akan pengalaman akademis di Sekolah dan pengalaman religiusitas di masyarakat, dikarenakan masih ditemukan siswa yang belum sepenuhnya masuk dalam tahap berpikir formal, melainkan masih dalam tahap transisi dari tahap berpikir konkret menuju formal maka doktrin yang terasimilasi pada kegiatan tabligh akbar dan diterima oleh siswa hal ini dapat diluruskan kembali maupun diklasifikasi akan indikator baik dan buruk dengan ajaran Agama yang benar.
Internalisasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Adat Kampung Naga Labib, Mugni; Latifah, Yunia Dwi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang internalisasi pendidikan agama Islam pada masyarakat adat yang ada di kampong Naga, Tasikmalaya. Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang cukup memperihatinkan. Karakter moral bangsa yang sudah dibangun oleh pendahulu bangsa seakan-akan mulai rapuh dan terkikis, karakter bangsa yang penuh dengan kearifan serta bermoral telah lama jarang terlihat. Kenyataannya sekarang bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri bangsa dengan adanya beberapa kasus kekerasan, aksi anarkis, korupsi, penggelapan pajak, pembunuhan, kejahatan seksual, penjarahan, teror bom, tawuran dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian ini adalah Kampung adat Naga Tasikmalaya. Adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, Ada beberapa budaya masyarakat Kampung Naga, yang masih dijalankan oleh generasinya. kemudian Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam adat istiadat yaitu nilai-nilai keimanan, nilai-nilai ibadah dan nilai akhlak, internalisasi nilai dilakukan melalui pertama adanya proses pembelajaran nilai melalui penyampaian informasi oleh pengurus adat kepada generasi penerusnya Kedua penyampain secara mendalam terhadap tradisi di rumah masing masing oleh orang tua kepada anak-anaknya, Ketiga adanya pelestarian pelaksanaan upacara Adat secara berkesinambungan dari generasi ke genarasi.
Management Pesantren Salafiyah Berstandar Internasional di Kabupaten Cilacap Chaliel Ghibran Mustafa; Mugni Labib
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren memainkan peran penting dalam meningkatkan sistem pendidikan Islam nasional karena merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam pertama. Meskipun beberapa pesantren masih terus beroperasi, banyak pesantren yang telah ditinggalkan seiring berjalannya waktu. Tantangan utama yang dihadapi adalah implementasi manajemen pesantren yang tidak memadai, yang masih mengandalkan praktik manajemen tradisional. Menerapkan manajemen pesantren yang efektif adalah metode yang layak untuk meningkatkan kualitas pesantren secara keseluruhan. Manajemen mengawasi dan memandu operasional lembaga pesantren, memastikan bahwa mereka dapat dimonitor secara efektif. Para kyai telah menerapkan berbagai inisiatif untuk mengatasi keterbelakangan pendidikan di pesantren. Kebutuhan lembaga non-formal seperti pesantren di Indonesia terletak pada kemampuan mereka untuk menyediakan pendidikan yang unggul. Saat ini, baik pesantren maupun institusi formal memainkan peran penting dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren, khususnya pondok pesantren salafiyah, melalui penerapan ISO (International Standard Organizer). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja manajemen Pondok Pesantren Salafiyah Bertaraf Internasional di Kabupaten Cilacap, Indonesia meliputi: 1) Manajemen Pondok Pesantren Salafiyah mengikuti rencana yang mencakup "strategi perencanaan program" yang terdiri dari program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. 2) Pelaksanaan rencana tersebut meliputi pendistribusian dan pemilihan program berdasarkan musyawarah. 3) Pondok pesantren memberikan teladan kepada bawahannya (pengurus dan ulama) dengan cara terjun langsung melaksanakan program kegiatan pesantren. 4) Langkah-langkah pengawasan di Pondok Pesantren Salafiyah Miftahul Huda Majenang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengawasan pada tahap pembelajaran, pengawasan pada tahap program, dan pengawasan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.
STRATEGY OF THE HEAD OF THE COMMUNITY LEARNING ACTIVITY CENTER (PKBM) IN IMPROVING LEARNING AT PKBM AL-MADINAH Mugni Labib; Yunia Dwi Latifah Yunia
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v4i2.1891

Abstract

This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore and deeply understand the experiences and perceptions that arise from the PKBM head's strategy in improving the quality of learning at PKBM Al-Madinah. . This qualitative approach also draws on Sugiyono's framework, which emphasizes naturalistic data collection and thematic analysis to understand.,This approach was chosen because of its ability to naturally describe the state of the object of study, namely the dynamics of the learning process and the role of the PKBM head, with a focus on the meaning created from the experiences of the actors in the field. This method is grounded in the phenomenological theory developed by Edmund Husserl, which emphasizes the importance of uncovering the essence of subjective experience through direct description without prejudice, combined with Martin Heidegger's interpretive approach to understand the existential context of the strategies implemented. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, then processed using phenomenological reduction techniques to identify key themes reflecting the quality of learning at PKBM Al-Madinah. This qualitative approach also draws on Sugiyono's framework, which emphasizes naturalistic data collection and thematic analysis to understand.
UPAYA KULTURAL SEKOLAH DALAM MEMPERCEPAT PENCAPAIAN VISI DAN MISI PADA SEKOLAH DASAR INTEGRAL Mugni Labib
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i1.2052

Abstract

Discusses school culture to show how the school's vision and mission aim to accelerate the achievement of the school's vision and mission at Madrasah Ibtida'iyah Darul Ulum. This study is a qualitative field study with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study uses descriptive analysis techniques, which involve analysing data in the form of words, images, and not numbers. The results of this study, in line with the research questions, can be summarised as follows: The school culture at MI Darul Ulum includes: a. Greeting culture, b. Rituals, such as collective prayer, congregational Zuhr prayer at the beginning of the time, congregational Dhuha prayer, and chanting slogans, c. Celebrations and traditions, such as Monday ceremonies, motivational assemblies, and sixth-grade graduation ceremonies, as well as student creativity events, d. Routines, such as advice sessions, orientation programmes, clean-up Saturdays, self-defence training, writing reflection journals and communication journals, Ramadan camps, and memorising Quran chapters 30 and 29. 2) The role of school cultural efforts is highly significant as a contributor to accelerating the achievement of the school's vision and mission at Madrasah Ibtida’iyah Darul Ulum