Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN Haris, Muhammad
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 1 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i1.1845

Abstract

Abstact Purpose of the study was to determine the problematics empowering poor. Research uses the literature review method, collecting data using a literacy analysis related to the empowerment process and observing empowerment programs. Results of the study explained that the problem of empowering poor people occurred in empowering time efficiency, understanding the empowerment programs. The factors causing these problems are: a). the lack of synchronization between central and practitioner empowerment planning. b). not yet in accordance with the application of the empowerment method in the midst of diversity. c). the use of the old paradigm in community empowerment. d). understanding of cultural values that are cloused. Keywords: Problems, Empowerment, Poor Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui problematika pemberdayaan masyarakat miskin. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka, pengumpulan data menggunakan analisis literasi yang berkaitan dengan proses pemberdayan dan melakukan observasi pada program-program pemberdayaan. Hasil penelitian menjelaskan problematika pemberdayaan masyarakat miskin terjadi pada efisiensi waktu pemberdayaan,pemahaman paradigma pemberdayaan, penggunaan metode pemberdayaan, penggunaan materi pemberdayaan, program pemberdayaan tidak berkelanjutan. Adapun faktor penyebab problematika tersebut yaitu: a). belum singkronnya perencanaan pemberdayaan pusat dan praktisi. b). belum sesuai penerapan metode pemberdayaan di tengah keberagaman. c). penggunaan paradigma lama dalam pemberdayaan masyarakat. d). pemahaman nilai budaya yang tertutup. Kata Kunci: Problematika, Pemberdayaan, Masyarakat Miskin
PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT(PAMSIMAS) DESA PADANG MUTUNG KAMPAR Yefni Yefni; Muhammad Haris
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v4i1.7612

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implemetasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pada masyarakat Desa Padang Mutung. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian menjelaskan Program PAMSIMAS melakukan sosialisasi sanitasi lingkungan yaitu, penyampaian materi dan pemahaman kondisi limgkungan Desa Padang Mutung kemudian melakukan aksi praktis bersih-bersih perkarangan rumah hingga DAS. Ke dua, melakukan kegiatan praktis yaitu, partisipasi aktif masyarakat menggali dan menyambung pipa-pipa air bersih ke rumah warga. Selanjutnya kondisi lingkungan masyarakat pra-Program PAMSIMAS membutuhkan perbaikan sanitasi yang ditandai dengan macetnya saluran irigasi dan tercemarnya aliran sungai akibat limbah rumah tangga. Adapun kondisi lingkungan masyarakat pascaprogram PAMSIMAS, sanitasi lingkungan menjadi lebih baik, ditandai dengan kepedulian masyarakat terhadap sampah, aktifitas MCK yang baik dan masyarakat memperoleh air dengan mudah. Kata kunci: Pemberdayaan Lingkungan, Program PAMSIMAS AbstractThis study aims to determine the implementation of Community-Based Water Supply and Sanitation Provisioning Programs (PAMSIMAS) in Padang Mutung Village community. Research using qualitative methods, data collection using observation, interviews and document review. The results of the study explained that the PAMSIMAS Program promotes environmental sanitation, namely, the delivery of material and an understanding of the environmental conditions of the Padang Mutung Village and then undertakes practical actions to clean up the houses from the river to the Watershed. Second, carrying out practical activities, namely, active community participation in digging and connecting clean water pipes to residents' homes. Furthermore, the environmental conditions of the pre-PAMSIMAS community program require improvement in sanitation, which is marked by irregularities in irrigation channels and pollution of river flow due to household waste. As for the environmental conditions of the people after the PAMSIMAS program, environmental sanitation has become better, marked by the community's concern for waste, good washing and toilet activities and the community gets water easily. Keywords: Environmental Empowerment, PAMSIMAS Program
PEMBERDAYAAN KELUARGA LANSIA MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) DI KAMPAR Muhammad Haris; Moralely Hendrayani; Halma Nurhijjah
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v14i1.6099

Abstract

The purpose of this study was to find out the activities of religious coaching, physical coaching, psychological/mental coaching, and socio-economic coaching in Limau Manis Village, Kampar District, Kampar Regency in implementing the BKL program in Limau Manis village, as well as knowing the success and benefits of the BKL program coaching for families who have elderly. This study uses a qualitative research method that focuses on in-depth observations, so that the results of the study on the problems studied are more comprehensive. The results of the study show that religious development activities are carried out in the form of worship such as prayer and reading the Qur'an as well as awareness raising in the form of routine recitations carried out with the family. Physical development is carried out in the form of sports with other elderly people and also the family in order to get a fit body. Mental coaching is carried out in the form of raising awareness and training for families about the need for care for the elderly who need love. Families are nurtured with elderly care activities. Then social economic development, namely by practicing craft businesses by the elderly and their families, and the family must support financially whatever the elderly want because indeed the elderly like to be given financial support so they feel important in the midst of many people
PENDAMPINGAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) PADA MASYARAKAT TERDAMPAK PROGRAM REPLANTING DI KABUPATEN ROKAN HULU Ginda Harahap; Muhammad Haris
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v7i1.17136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pendampingan Koperasi Unit Desa (KUD) pada Masyarakat Terdampak Program Replanting Di Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu. Permasalahan pokok penelitian adalah kondisi replanting yang sedang dihadapi oleh masayarakat memerlukan pendampingan dari berbagai institusi dan Lembaga ekonomi, untuk memberikan solusi bagi masyarakat dalam persoalan ekonomi, dan ketergantungan mereka terhadap tanaman sawit. Sementara kondisi replanting ini memakan waktu yang cukup lama sampai sawit mereka dapat dipanen Kembali. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, ditemukan hasil penelitian bahwa dalam kegiatan pendampingan ini, Koperasi Unit Desa (KUD) disamping telah memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang replanting, juga memberi dukungan berupa bantuan pupuk, dan bibit tumpang sari untuk ditanam. Pendampingan KUD terhadap masyarakat yang terdampak program Replanting telah dilaksanakan dengan berbagai program kegiatan yang bertujuan membantu menyelesaikan masalah dan memudahkan masyarakat selama masa Replanting. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA (UP2K) Muhammad Haris; Alifiya Putri; Moralely Hendrayani
Dakwatul Islam Vol 8 No 1 (2023): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i1.855

Abstract

Abstrak Adapun tujuan dari artikel ini aladah untuk menganalisis apakah program UP2K ini berdampak pada masyarakat dan bagaimana penerapan program di nagari tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program UP2K memberdayakan masyarakat Aie Angek dengan membuat kerajinan seperti membuat tas rajut, dompet, tas jali-jali dan topi, serta membuat snack-snack atau makanan ringan, yang dibentuk dalam beberapa kelompok. Adapun partisipasi masyarakat pada implementasi pelatihan program, namun kurang pada saat praktis mandiri. Selanjutnya dampak positif dari program UP2K adalah munculnya penusaha baru yang di tandai dengan punya ruko sendiri untuk pengembangan usaha dan sebagian memiliki penghasilan cukup. Sementara itu dampak negatif adalah belum semua masyarak mendapat manaat dari program UP2K karena beberapa faktor yaiitu kuurangnya modal, kurangnya pemahaman terhadap progam, kurangnya kesadaran akan potensi yang dimiliki dan tidak serius mengikuti program. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Program UP2K Abstract The purpose of this article is to analyze whether the UP2K program has an impact on the community and how the program is implemented in the nagari. This type of research is qualitative research, using descriptive methods. Data was collected through interviews. The research results show that the UP2K Program empowers the Aie Angek community by making crafts such as making knitted bags, wallets, jali-jali bags and hats, as well as making snacks, which are formed into several groups. As for community participation in the implementation of training programs, it is lacking when it is practically independent. Furthermore, the positive impact of the UP2K program is the emergence of new entrepreneurs who are characterized by having their own shophouses for business development and some of them have sufficient income. Meanwhile, the negative impact is that not all people have benefited from the UP2K program due to several factors, namely lack of capital, lack of understanding of the program, lack of awareness of their potential and not taking the program seriously. Keywords: Community Empowerment, UP2K Program
ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Yefni Yefni; Muhammad Haris
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v3i2.6362

Abstract

Pemberdayaan masyarakat miskin belakangan ini mengalami berbagai problem. Diantara beberapa problem tersebut, salah satunya ialah belum adanya realisasi program pemberdayaan. Tujuan penelitian untuk a). Menjelaskan proses pemberdayaan. b). Menjelaskan output pemberdayaan. c). Menjelaskan model pemberdayaan. d). Menjelaskan kelebihan dan kekurangan model pemberdayaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi terlibat, wawancara dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian menjelaskan proses pemberdayaan melalui pelaksanaan pelatihan: pertama, pelaksanaan pelatihan mengalami kendala yang signifikan. Hal ini terlihat dari: a). Proses penyadaran diganti dengan perekrutan peserta oleh pemerintah setempat. b). Proses transformasi secara kolektif, tetapi efisiensi waktu pelatihan kurang tepat. c). Proses advokasi belum dilakukan. Kedua, metode yang digunakan kurang menjawab permasalahan, peserta hanya mendapatkan penataan dan pengalaman baru. Ketiga, materi pelatihan dipaksakan, terlihat pada setting program pelatihan tanpa memahami permasalahan masyarakat. Kemudian output pelatihan belum mencapai tujuan. Terlihat pada kondisi peserta tidak berubah prapelatihan dan pascapelatihan serta belum dilakukan pendampingan. Seterusnya model pemberdayaan menggunakan model community depelopmen.Selanjutnya kelebihan dan kekurangan model pemberdayaan Pertama,efisiensi waktu pelatihan yang dilematis. Kedua, paradigma pemberdayaan menyamaratakan kriteria kemiskinan. Ketiga, metode pemberdayaan tidak memperhitungkan perbedaan masyarakat. Keempat, materi pelatihan dipaksakan tanpa memperhatikan masalah dan kebutuhan masyarakat. Kelima, program pemberdayaan tidak berkelanjutan.
Musyawarah Sebagai Upaya Penguatan Modal Sosial Bayu Indra Laksana; Muhammad Haris; Saifunnajar Saifunnajar; Yefni Yefni
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 8, No 1 (2025): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v8i1.17191

Abstract

Digitalization can threaten social capital because technology reduces direct interaction and opportunities for deliberation, leading to increased individualism. This study aims to explore the role of deliberation in strengthening social capital in Karya Tani Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing both primary and secondary data sources. Primary data is obtained through observations and structured in-depth interviews with informants, while secondary data is gathered from relevant literature and documents. The findings reveal that deliberation in Karya Tani Village functions not only as a decision-making tool but also as a mechanism for building social networks, trust, as well as shared norms and values within the community. This process creates an inclusive social climate where every voice is valued, reducing the potential for conflict and strengthening community relationships.Keywords: Deliberation, Social Capital, Strengthening
Kolaborasi Sosial dalam Identifikasi Fakir Miskin: Studi Peran Ketua RT dan Panitia Zakat di Pedesaan Muhammad Haris
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 7, No 2 (2025): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v7i2.15395

Abstract

This study aims to understand the form and dynamics of social collaboration between the RT Head and the zakat committee in the process of identifying the poor in rural areas. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results of the study indicate that collaboration between the two local actors is based on social networks and community trust, but is also full of subjectivity in determining aid recipients. Although this practice strengthens sensitivity to local conditions, there are still limitations in transparency and potential for social bias. This study emphasizes the importance of combining local knowledge with a more accountable and inclusive formal identification system.
Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima Muhammad Haris; Bayu Indra Laksana; Yefni Yefni; Moralely Hendrayani
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 6, No 2 (2024): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v6i2.10885

Abstract

Abstract:This research aims to explore and analyze the socio-economic dynamics of street vendors at the Putri Kaca Mayang tourist attraction. This research uses an economic sociology approach to understand social interactions and economic factors that influence street vendors. Qualitative research methods were used with in-depth interviews, observation, and document analysis as data collection techniques. The results of this research provide a deeper understanding of the socio-economic dynamics of street vendors at the Putri Kaca Mayang tourist attraction. Business location, government regulations, and consumer behavior are the main things that influence their socio-economic conditions. Factors such as infrastructure, government regulations and consumer behavior have a crucial role in determining the income and business continuity of street vendors at the Putri Kaca Mayang tourist attraction. Keywords: Street Vendors, Socio-Economic Dynamics, Tourist Attraction Putri Kaca Mayang Pekanbaru Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis dinamika sosial ekonomi pedagang kaki lima di objek wisata Putri Kaca Mayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi ekonomi untuk memahami interaksi sosial dan faktor ekonomi yang memengaruhi pedagang kaki lima. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang dinamika sosial ekonomi pedagang kaki lima di Objek Wisata Putri Kaca Mayang. Lokasi usaha, regulasi pemerintah, dan perilaku konsumen menjadi hal utama yang memengaruhi kondisi sosial ekonomi mereka.  Adapun faktor-faktor seperti infrastruktur, peraturan pemerintah, dan perilaku konsumen memiliki peran krusial dalam menentukan pendapatan dan kelangsungan usaha pedagang kaki lima di Objek Wisata Putri Kaca Mayang. Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima, Dinamika Sosial Ekonomi, Objek Wisata Putri Kaca Mayang Pekanbaru.