Dyanasari Dyanasari
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Perkembangan Harga Dan Analisis Integrasi Pasar Berambang Merah Di Kabupaten Probolinggo Agus Wahana; Asnah Asnah; Dyanasari Dyanasari
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i1.682

Abstract

Tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis variasi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan  eceran, untuk menganalisis tingkat integrasi pasar bawang merah antar pasar produsen,  grosir dan eceran dan untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah terhadap integrasi pasar bawang merah antar pasar produsen,  grosir dan eceran. Analisis koefisien variasi digunakan untuk menganalisis tingkat variasi harga dan pendekatan kointegrasi dengan model Vector Autoregression.  Hasil penelitiannnya Variasi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan  eceran  diketahui bahwa rata-rata dari tahun 2016 – 2022 nilai koefisien variasi harga dan elastisitas tranmisi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan eceran di Kabupaten Probolinggo berfluktuasi tinggi dan tidak stabil. Tingkat integrasi pasar bawang merah di Kabupaten Probolinggo antara pasar produsen,   grosir dan eceran dalam jangka pendek perubahan harganya tidak dipengaruhi secara signifikan oleh harganya sendiri selama satu bulan sebelumnya, dua bulan sebelumnya dan tiga bulan sebelumnya. Analisis pada harga produsen, grosir, dan eceran tidak signifikan, berarti bahwa harga produsen tidak dipengaruhi oleh hubungan jangka panjang antara produsen dengan grosir kemudian antara produsen dengan eceran. Masing-masing pasar podusen, grosir dan eceran di Kabupaten Probolinggo tidak terintegrasi dikarenakan adanya pihak tertentu sebagai penentu harga ditingkat grosir. Produsen tidak dapat menentukan harga dikarenakan ketergantungan yang lebih terhadap pedagang grosir. Produsen bawang merah di Kabupaten Probolinggo kebanyakan modal dan benih sebagian besar di pasok oleh pedagang grosir. Akses perbangkan untuk penambahan modal kurang diminati oleh sebagian besar produsen bawang merah. Pedagang grosir sebagai penentu harga sudah mempunyai patokan harga sehingga harga setiap saat dapat berubah. Pedagang grosir menjual bawang merah tidak dipasar lokal tapi menjual ke pasar luar daerah dan ekspor. Pedagang eceran tidak memperoleh barang dari pedagang grosir tetapi dari pedagang tengkulak lokal.
ANALISIS PERBEDAAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PADA MASA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN MALANG Laily Ana Fauziah; Eri Yusnita Arvianti; Dyanasari Dyanasari
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 21, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v21i2.83882

Abstract

The agricultural extension system is a whole series of development of abilities, knowledge, skills and attitudes of main actors and business actors through extension. The agricultural extension system in Indonesia has experienced quite dynamic ups and downs since the COVID-19 pandemic hit this country. The extension system has changed in line with the policies taken by the government in response to Covid-19. This research aims to determine the effect of differences in agricultural extension systems before and during COVID-19 in the Malang Regency. This research method is descriptive qualitative with data analysis using Structural Equation Modeling. The research analysis results show significant differences in the agricultural extension system before and during COVID-19 in Malang Regency. During the pandemic, there have been significant changes in agricultural extension methods. Online methods and information technology are increasingly dominant, while face-to-face meetings have decreased drastically. Even though online methods are increasing, there are challenges in information accessibility for some farmers, especially farmers who live in rural areas with limited technological infrastructure. Farmer participation in extension activities tends to decrease during the pandemic. Factors such as technological limitations, unstable internet connections, and difficulty understanding online material are the main causes. The Covid-19 pandemic has also had a significant economic impact on farmers. The main challenges faced by farmers during the pandemic are limited market access, increasing prices of agricultural inputs, and decreasing selling prices for agricultural products.