Dharma Permana
Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta Pusat 10510

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sensitivitas Antibiotik Paten dan Generik Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Rizki Maulana Syukur; Dharma Permana
Yarsi Journal of Pharmacology Vol. 3 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/yjp.v3i2.2600

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih mengenai 150 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Mikroorganisme penyebab ISK yang paling sering diisolasi adalah Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa. Dalam pengobatan ISK digunakan antibiotik paten dan generik, dimana pada masyarakat memiliki asumsi obat generik mempunyai kualitas yang rendah.Tujuan: Untuk mengetahui sensitivitas antibiotik paten dan generik terhadap bakteri Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa.Material dan Metode: Penelitian eksperimental menggunakan pengujian mikrobiologi. Bakteri penyebab ISK didapatkan dari laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Escherichia coli ATCC 11775, Klebsiella pneumoniae ATCC 13883, dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145. Uji sensitivitas menggunakan metode disc diffusion dibandingkan dengan standar CLSI 2015. Antibiotik yang digunakan yaitu siprofloksasin, gentamisin, dan ampisilin paten dan generik.Hasil: Antibiotik siprofloksasin mempunyai sensitivitas paling tinggi untuk infeksi saluran kemih dibandingkan gentamisin dan ampisilin terhadap bakteri Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa. Ampisilin resisten terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa. Sensitivitas siprofloksasin generik lebih tinggi dari paten terhadap Escherichia coli, untuk bakteri Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa siprofloksasin paten lebih tinggi. Gentamisin paten memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan generik pada bakteri Escherichia coli  dan Klebsiella pneumoniae, untuk Pseudomonas aeruginosa gentamisin generik lebih tinggi. Sensitivitas ampsilin paten lebih tinggi dibandingkan generik pada bakteri Escherichia coli. Kesimpulan: Siprofloksasin paling sensitif untuk infeksi saluran kemih terhadap mikroba Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa dibandingkan gentamisin dan ampisilin. Perbedaan rerata diameter zona hambat dan pola sensitivitas antibiotik paten dan generik tidak berbeda jauh dan hampir sama.
Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Diare di Puskesmas Sekupang Batam Mutamimah Mutamimah; Dharma Permana
Yarsi Journal of Pharmacology Vol. 3 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/yjp.v3i2.2654

Abstract

Latar belakangDiare merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroba, alergi protein susu sapi, seringnya mengkonsumsi makanan pedas, dan reaksi terhadap obat-obatan. Prevalensi diare di Indonesia pada tahun 2013 makin meningkat yaitu sebesar 9%. Namun prevalensi tertinggi penyakit diare diderita oleh balita terutama pada usia <1 th dan 1-4 tahun. Faktor-faktor yang menyebabkan diare terutama dari masalah kebersihan. Pengobatan untuk penyakit diare kadang-kadang bisa digunakkan antibiotik. Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien diare di Puskesmas Sekupang Batam.TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit diare dan jenis penggunaan antibiotik yang sering digunakkan di Puskesmas Sekupang BatamMetode PenelitianMetode penelitian yang digunakkan adalah deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang pada periode 1 Juni – 31 Desember 2015 di Puskesmas Sekupang Batam yang menderita diare dan mendapatkan terapi antibiotik.HasilJumlah pasien rawat jalan sebanyak 3512 pasien, dari seluruh pasien tersebut yang mengalami infeksi sebanyak 1800 pasien, dari 1800 pasien yang infeksi terdapat 142 pasien yang mengalami diare, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 9 pasien. jenis antibiotik yang sering digunakkan adalah Kotrimoksazol dan Amoksisilin, dimana dari 9 pasien yang diberikan antibiotik 8 diantaranya diberikan antibiotik jenis Kotrimoksazol dan 1 pasien diberikan antibiotik jenis AmoksisilinKesimpulanPrevalensi penyakit diare yang diberikan antibiotik di Puskesmas Sekupang Batam pada periode 1 Juni-31 Desember 2015 yaitu sebanyak 6,34% dari total pasien yang terkena diare dan jenis antibiotik yang banyak digunakan adalah kotrimoksazol.
Sensitivitas Antibiotik Paten dan Generik Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Diare Melani Oktavia; Dharma Permana
Yarsi Journal of Pharmacology Vol. 3 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/yjp.v3i2.2655

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat. Prevalensi diare klinis adalah 9,0% (rentang: 4,2% - 18,9%), tertinggi di Provinsi NAD (18,9%) dan terendah di DI Yogyakarta (4,2%). Bakteri yang umumnya sering mengakibatkan diare ialah Escherichia coli, Salmonella typhimerium, dan Shigella flexneri. Untuk mengobati diare digunakan antibiotik baik paten maupun generik.     Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental mengunakan pengujian mikrobiologi. Bakteri penyebab diare didapatkan dari laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berupa bakteri Escherichia coli ATCC 11775 PK/5, Salmonella typhimerium ATCC 14025 PK/5 dan Shigella flexneri ATCC 12022 PK/5. Uji sensitivitas menggunakan metode disc diffusion Kirby-Bauer dan dibandingkan dengan standar Kirby-Bauer.Antibiotik yang digunakan dalam uji sensitivitas yaitu Kloramfenikol, Siprofloksasin dan Kotrimoksazol paten dan generik.Hasil: Siprofloksasin memiliki sensitivitas yang tinggi dan sangat efektif terhadap bakteri penyebab penyakit diare yaitu Escherichia coli, Salmonella typhimerium, dan Shigella flexneri.Pada bakteri Escherichia coli antibiotik paten dan generik siprofoloksasin, kortimoksazol dan kloramfenikol memiliki pola sensitivitas yang hampir sama. Pada Shigella flexneri antibiotik siprofloksasin paten lebih tinggi pola sensitivitas dibandingkan generik, sedangkan pada antibotik kortimoksazol paten dan generik memiliki pola sensitivitas yang hampir sama dan antibiotik Kloramfenikol generik lebih tinggi pola sensitivitas dibandingkan paten. Pada Salmonella typhimerium antibiotik paten dan generik siprofloksasin dan kloramfenikol memiliki pola sensitivitas yang hampir sama, sedangkan antibiotik kortimoksazol paten lebih tinggi pola sensitivitas dibandingkan generik.Kesimpulan: Antibiotik Siprofloksasin paling sensitif terhadap bakteri penyebab diare Escherichia coli, Salmonella typhimerium dan Shigella flexneri dibandingkan dengan kloramfenikol dan Kotrimoksazol. Antibiotik paten dan generik memiliki pola persamaan sensitivitas tidak berbeda jauh dan hampir sama.