Heny Dewajani
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI KINERJA ROTARY DRYER PADA INDUSTRI PUPUK NPK DENGAN KAPASITAS 800 TON/HARI Imam Aldi Septiaji; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.82

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses penting dalam industri pembuatan pupuk, tidak terkecuali pupuk NPK, pupuk NPK dengan kadar air tinggi menyebabkan nilai jual pupuk rendah dan berdampak bagi tanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja rotary dryer pada industri pupuk NPK dengan kapasitas 800 ton/hari. Rotary dryer dilengkapi dengan lifter dan burner, lifter merupakan komponen pencurah yang terdapat didalam rotary dryer yang berfungsi mendistribusikan bahan secara merata sedangkan burner merupakan sumber panas yang dihasilkan untuk di kontakkan dengan bahan yang tercurah dari lifter. Agar efisiensi dapat dicapai dengan baik metode perbandingan data aktual hendaknya mendekati data desain, dengan menghitung neraca panas kita dapat mengevaluasi kinerja rotary dryer dalam kapasitas 800 ton/hari secara optimal, data aktual menunjukan adanya perbedaan signifikan karena adanya beberapa faktor yaitu panas yang hilang saat proses dan kondisi lifter yang berkarat, sehingga optimalisasi proses perlu dilakukan seperti perawatan yang berkala terutama pada sistem pemanas serta kondisi lifter yang baik agar pengeringan memenuhi target yang diharapkan yaitu kadar air kurang dari 2%.
STUDI LITERATUR: STABILITAS MUTU DAN PERHITUNGAN KINETIKA REAKSI PENURUNAN KADAR IODIUM PADA GARAM Chalista Octavianty Lumban Tobing; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.137

Abstract

Garam adalah salah satu bahan pelengkap masakan yang digunakan oleh seluruh orang di dunia. Di Indonesia kebutuhan garam dipenuhi oleh berbagai perusahaan swasta dan perusahaan negara. PT. Garam (Persero) adalah satu – satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam industri manufacture garam. Iodium memiliki peran penting untuk membentukan hormon tiroksin yang berperan dalam metabolisme tubuh. Kestabilan kadar iodium dalam garam dapat turun selama proses pendistribusian, penyimpanan, dan pemasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju reaksi penurunan kadar iodium, maksimum waktu penyimpanan garan, dan stabilitas mutu garam. Kondisi penyimpanan garam yang paling baik adalah dalam wadah berbahan kaca, berwarna gelap atau jauh dari cahaya matahari langsung, tertutup, dan disimpan pada suhu ruang antara 25℃ - 30℃. Proses pemasakan dapat menurunkan kadar iodium pada garam sebesar ±12,855%. Kadar Ca dan Mg pada garam menurun selama proses penyimpanan, namun kadar air pada garam meningkat. Kadar NaCl pada garam harus ≥97% agar kadar pengotornya semakin rendah, dan garam memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan hasil perhitungan, laju reaksi penurunan kadar ioidum pada garam adalah 0,08312 ppm/hari dan waktu maksimum penyimpanan garam adalah 16 bulan.
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE HOT DAN COLD PROCESS Masita Rachmawati; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.437

Abstract

Di era pandemi, menjaga kebersihan tubuh dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terpapar penyakit. Dalam menjaga kebersihan tubuh, sabun mandi cair sangat membantu untuk bisa secara maksimal membersihkan kotoran dan kuman di kulit. Sabun mandi cair dapat dibuat melalui proses saponifikasi antara minyak (trigliserida) dengan basa alkali berupa KOH. Tahapan pembuatan sabun mandi cair meliputi pembuatan soap base, pemanasan soap base, pelarutan soap base, dan penetralan serta penambahan zat aditif. Metode pembuatan soap base terdapat metode cold process dan hot process. Selain itu, jenis minyak dan konsentrasi basa alkali yang digunakan dapat beragam serta penambahan zat aditif, seperti pewarna dan pewangi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa sawit dengan metode cold dan hot process lalu melakukan variasi konsentrasi KOH pada metode yang terbaik pada percobaan sebelumnya. Produk sabun mandi yang dihasilkan akan diuji terhadap parameter yang ada di SNI 06-4085-1996 Tentang Syarat Mutu Sabun Mandi Cair. Hasil penelitian menunjukkan produk sabun mandi yang terbaik dihasilkan dari metode hot process dengan menggunakan konsentrasi KOH 40% b/b memiliki tekstur soap base yang lebih lembut, lebih cepat memadat, memiliki pH 9, berbentuk cair kental, berbau khas, berwarna kuning jernih, memiliki rendemen sebesar 98%, viskositas 21,0121 cSt, dan massa jenis 1,0215 g/ml.
SELEKSI BAHAN BAKU DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK SHOWER GEL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAKURA (ESSENTIAL OIL CHERRY BLOSSOMS) Rossa Oliviana Putri; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.491

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan sehari-hari. Salah satu kebutuhan sehari-hari yang mengalami peningkatan permintaan adalah sabun. Terdapat beberapa jenis sabun mandi yakni sabun mandi batang, sabun mandi cair, dan shower gel. Salah satu perbedaan sabun mandi cair dan shower gel berada dalam penggunaan jenis minyak sebagai bahan baku utamanya. Sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa murni (VCO) sedangkan shower gel menggunakan pencampuran surfaktan, betaine, dan air sebagai bahan baku utamanya. Seleksi bahan baku dan penentuan kapasitas produksi harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada umumnya essential oil digunakan sebagai aromaterapi dalam berbagai produk seperti produk kecantikan, personal care. Manfaat yang dihasilkan dari essential oil adalah memberikan relaksasi dan sensasi menenangkan saat pemakaian produk. Bunga Sakura atau Japanese cherry blossoms mempunyai khasiat yang tinggi antioksidan yang membantu membersihkan atau menangkal radikal bebas yang merusak kulit. Penambahan essential oil sakura pada shower gel memiliki keunggulan karena dapat memberikan efek relaksasi dan aroma yang menyegarkan. Perhitungan kapasitas pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi sabun mandi cair dilakukan untuk menentukan kapasitas produksi. Penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2014-2020 untuk men dapatkan hasil perkiraan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi shower gel dengan penambahan essential oil sakura yang akan didirikan pada tahun 2024 di Karawang, Jawa Barat adalah sebesar 75.000 ton/tahun.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA SABUN CAIR BERBASIS MINYAK KELAPA SAWIT KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN Nur Laila Qomariah; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.474

Abstract

Saat ini jaman semakin berkembang dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Dalam menjaga kebersihan serta kesehatan diri, sabun berperan sebagai pembersih kulit dari kotoran, minyak maupun bakteri. Sabun adalah sebuah produk dari campuran senyawa kimia dengan berbagai bentuk yang digunakan untuk bahan pembersih tubuh. Sabun yang sering dijumpai dikalangan masyarakat berupa sabun mandi, sabun cuci, dan sabun kecantikan. Penelitian ini membahas penentuan kapasitas produksi dan seleksi proses pada sabun cair berbasis minyak kelapa sawit dengan katalis kalium hidroksida sebagai bahan baku utama pembuatan sabun. Tujuan dari penelitian ini menentukan kapasitas produksi dan seleksi proses pembuatan sabun cair berbasis minyak kelapa sawit yang digunakan pada prarancangan pabrik sabun cair tahun 2024. Kapasitas produksi dihitung dengan menggunakan metode linier, dimana cara yang digunakan ialah menghitung rata-rata kebutuhan produk dalam 5 tahun terakhir yaitu 2016-2020 untuk memperkirakan hasil pada tahun 2024. Selanjutnya seleksi proses, ditentukan untuk mendapatkan proses pembuatan dan komposisi sabun yang menghasilkan produk paling cocok untuk kebutuhan masyarakat dengan penekanan dalam biaya produksi. Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas produksi pabrik sabun cair ditahun 2024 sebanyak 40.000 ton/tahun. Dan metode yang terpilih saponifikasi trigiserida dengan kondisi proses panas. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kapasitas produksi pabrik sabun cair ditahun 2024 sebanyak 40.000 ton/tahun. Metode yang terpilih yakni saponifikasi trigiserida dengan kondisi proses panas. Dapat disimpulkan bahwa dengan kebutuhan sabun masyarakat yang besar dan hasil produk penelitian ini yang berkualitas, maka layak didirikan sebuah pabrik sabun pada tahun 2024.