Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Edukasi Kesehatan Berbasis Faktor Risiko untuk Pencegahan dan Deteksi Dini Diare pada Balita Simunati Simunati; Andi Fatmawati; Sitti Nurbaya
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Celebes Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Celebes Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65852/v4mwpa22

Abstract

Diarrhea remains a major cause of morbidity in toddlers and is often influenced by behavioral factors, sanitation, and maternal knowledge. This situation is also evident in the Mangasa Community Health Center (Puskesmas) work area, where the proportion of toddlers who are not exclusively breastfed remains high, clean water use is suboptimal, and the majority of mothers have low levels of knowledge regarding diarrhea prevention and early detection. Based on these conditions, this community service activity was conducted to improve the ability of mothers of toddlers to prevent and recognize early signs of diarrhea through risk-factor-based health education. The implementation method included counseling, interactive discussions, and demonstrations of clean and healthy living practices, with success measured through pre-post knowledge questionnaires, behavioral observations, and short interviews. The results of the activity showed an increase in mothers' understanding of the causes of diarrhea, the importance of exclusive breastfeeding, clean water use, and initial actions when toddlers experience diarrhea. Behavioral changes were also seen in handwashing practices and improved drinking water storage. These findings indicate that risk-factor-based health education is effective in strengthening diarrhea prevention efforts in toddlers and has the potential to have long-term impacts on family health.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province Andi Fatmawati; Azizah Saleh; Fajrilah Kolomboy; Metrys Ndama; Lisnawati; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya.