Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Mengenal Halusinasi pada Gangguan Sensori Halusinasi Pendengaran: Application of Group Activity Therapy to Recognize Hallucinations in Sensory Stimulation Disorders: Auditory Hallucinations Dewi Pratiwi; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4301

Abstract

Mental disorders are serious mental health problems that cause cognitive and effective disturbances and hinder social functioning so that individuals are unable to carry out their daily activities. Hallucinations are perceptual distortions that are not real and occur in maladaptive neurobiological responses. The purpose of this study is to describe the application of group activity therapy "knowing hallucinations" in patients with sensory stimulation disorders: auditory hallucinations in the Srikaya Room, Madani Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. The case study design used is a descriptive type of research with a case study approach. The subject of this case study is a patient with sensory stimulation disorder, auditory hallucinations who has participated in group activity therapy in the Srikaya Room at Madani Hospital, Central Sulawesi Province. The results of research conducted on patients Mr. R with Sensory Stimulation Disorder, in this study one diagnosis was found, namely Schizophrenia. After nursing care for 3x24 hours, the patient can recognize the hallucinations he is experiencing, can control the hallucinations by scolding, conversing with others and carrying out scheduled activities.
Efektifitas Relaksasi Napas dalam pada Lansia Hipertensi yang Mengalami Kecemasan di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng: The Effectiveness of Deep Breathing Relaxation Hypertensive Elderly who Experience Anxiety at the Bhayangkara Hospital Palu Regional Sulawesi Tengah Siti Muliani; Syaiful Tahir; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4330

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah 140 mmHg sistolik dan peningkatan tekanan darah diastolik 90 mmHg (Anggraini, 2020). Menurut (WHO, 2019) Penyebab utama kematian secara global penyakit kardiovaskuler salah satunya adalah hipertensi. Di Indonesia hipertensi penyebab kematian urutan ke- 3 setelah stroke dan tuberkolosis yakni 6,7 % dari populasi kematian pada semua umur. (Riskesdas, 2018). Desain studi kasus ini deskriptif, yang dilakukan untuk menggambarkan keadaan secara objektif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang diharapkan adalah melakukan tindakan keperawatan teknik relaksasi napas dalam pada lansia hipertensi dengan masalah keperawatan Ansietas di Ruang Perawatan 1 RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Diagnosa yang ditemukan yaitu ansietas berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, Kesimpulannya asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien Tn. I umur 60 tahun menunjukan masalah keperawatan teratasi dengan hasil tingkat kecemasan dan tekanan darah menurun.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dispepsia Dengan Masalah Ansietas Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care for Dyspepsia Patients with Anxiety Problems at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Irma; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6230

Abstract

Dispepsia berasal dari bahasa yunani ‘Dys” artinya buruk dan ‘Pepsis’ yang artinya pencernaan, Digunakan sebagai gambaran dari gejala-gejala atau rasa tidak nyaman yang lokalisasinya di Regio epigastrium, di antara pusar dan prosesus xifoideus dan sisi-sisinya. Ansietas merupakan kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. Tujuan umum untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien Dispepsia dengan masalah ansietas di RSUD Undata Provinsi Sulawesi tengah. Rancangan studi kasus dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu metode yang di lakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau mendeskripsikan masalah asuhan keperawatan pada klien yang mengalami ansietas akibat dispepsia, yang di lakukan dengan melalui pendekatan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil yang didapatkan bahwa observasi yang dilakukan peneliti, pada pasien dispepsia dengan masalah ansietas menujukan penurunan kecemasan sesudah di berikan asuhan keperawatan di mana pasien tidak lagi tampak gelisah, dan sudah merasa lebih tenang.
Implementasi Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Chest Physiotherapy and Effective Cough to Overcome Airway Clearance in Pulmonary Tuberculosis Patients at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Feby Fatresia Kodea; Rahma Edy Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6758

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi akibat kuman Myobacterium yang bersifat sistematis (menyeluruh) sehingga dapat mengenai hampir seluruh organ tubuh, dengan lokasi terbanyak di paru-paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi yang pertama kali terjadi. Fisioterapi dada adalah terapi yang sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi yang bersifat akut atau bersifat kronik. Sedangkan batuk efektif adalah metode batuk dengan benar, dimana pasien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan mengeluarkan dahak secara maksimal. Metode studi kasus yang digunakan merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan desain wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder. Hasil penelitian yang didapatkan pada hari pertama sebelum dilakukan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif pasien mengeluh sesak pada saat posisi berbaring, batuk bercampur darah, pasien menggunakan oksigen. Setelah diberilan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif pasien merasa membaik, hari kedua klien mengatakan batuk mulai berkurang, pada hari ketiga pasien mengatakan batuk sudah tidak bercampur darah dan sputum berkurang. Terapi fisioterapi dada dan batuk efektif terbukti dapat berguna untuk mengeluarkan sputum/dahak yang berlebihan ataupun dahak yang susah dikeluarkan pada pasien TB paru. Kesimpulan setelah dilakukan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif, batuk-batuk menurun, sputum mulai berkurang, rasa sesak mulai berkurang dan klien tampak mulai membaik pada saat dilakukan tindakan implementasi selanjutnya.