Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pemberian Kompres Air Hangat Jahe pada Pasien Gerontik dengan Masalah Gout Arthritis untuk Mengurangi Nyeri di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Sulawesi Tengah : Implementation of Giving Warm Water Compresses with Ginger to Gerontic Patients with Gout Arthritis Problems to Reduce Pain in the Work Area of the Kamonji Health Center, Palu City, Central Sulawesi Siti Bainila Ambuasi; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.1316

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, hal ini merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, yang merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam atau luar tubuh. Gout Arthritis (GA) merupakan suatu penyakit sendi yang ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan asam urat dalam darah.Tujuan penelitian ini melaksanakan gambaran tentang implementasi pemberian kompres air hangat jahe untuk mengurangi nyeri pada pasien gerontik. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil pemberian kompres air hangat jahe untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien gerontik di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji kota Palu Sulawesi Tengah. Hasil penelitian bahwa pasien mengalami nyeri pada bagian lutut kanan dan kiri. Setelah dilakukan tindakan pemberian kompres air hangat jahe pada pasien di dapatkan hasil bahwa pasien mengalami penurunan nyeri dari skala nyeri 3 (Ringan ) menjadi skala nyeri 1 (Ringan). Ditandai dengan adanya tanda tanda vital, Tekanan darah : 160/90 mmHg, Nadi : 85x/menit, Suhu : 36,5°C, Respirasi : 20x/menit, Saturasi oksigen : 99%. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi di dapatkan hasil bahwa tingkat nyeri sebelum diberikan kompres air hangat jahe di dapatkan kategori nyeri ringan, dan sesudah diberikan kategori nyeri ringan. Secara signifikan ditunjukkan bahwa pemberian kompres air hangat jahe adalah tehnik untuk mengurangi peradangan pada nyeri sendi.
Implementasi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di RSUD Undata Palu: Implementation of Progressive Muscle Relaxation to Lower Blood Pressurein Patients Hypertension with Nursing Problems Acute Pain at Undata Palu Hospital Hadi H Palama; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4357

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu masalah yang umum di dunia kesehatan, mengingat tingginya masalah status kesehatan dan tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit hipertensi. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUD Undata Palu. Rancangan studi kasus dalam jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dalam bentuk literature review untuk mengeksplorasikan teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis pendekatan yang digunakan adalah wawancara dan pendekatan tindakan keperawatan yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan mengevalausi teknik yang di lakukan dan menanyakan respon klien. Kesimpulannya setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif pada pasien dengan durasi 15-30 menit selama 3 hari berturur-turut didapatkan hasil keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien menurun dan tekanan darah menurun.
Implementasi Teknik Menghardik Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Reprimanding Techniques to Control Auditory Hallucinations in Schizophrenia Patients at Madani Hospital, Central Sulawesi Province Anci Abd Rahim; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6644

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan distrosi persepsi palsu yang terjadi pada respon neurobiologist maladaptive, penderita sebenarnya mengalami distorsi sensori sebagai hal yang nyata dan meresponnya. Dampak yang ditimbulkan oleh seseotrang yang mengalami halusinasi pendengaran yaitu kehilangan kontrol dirinya dan perilakunya dapat dikendalikan oleh halusinasi yang didengar. Teknik menghardik adalah salah satu upaya mengendalikan diri terhadap halusinasi dengan cara menolak halusinasi yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi teknik menghardik untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien Skizofrenia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptf dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian setelah dilakukan implementasi standar pelaksanaan menghardik halusinasi yang dilakukan selama 5 hari pada Tn. K menunjukkan bahwa pasien dapat mengenal halusinasi dan menerapkan cara menghardik untuk mengontrol halusinasi yang muncul. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu implementasi teknik menghardik halusinasi efektif digunakan pada pasien Skizofrenia dengan masalah gangguan halusinasi pendengaran.
Implemetasi Teknik Pernapasan Buteyko pada Pasienasma Bronkial dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Sulawesi Tengah : Implementation of Buteyko Breathing Technique of Bronchial Asthma Patient with Ineffective Breathing Patternsnursing Problem in Kamonji Public Health Center Working Area Palu City of Central Sulawesi Kiki Cahyani Asril; Rosita; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6726

Abstract

Asma bronkial merupakan hipersensitivitas jalan napas akibat inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya mengi (wheezing), sulit bernapas, dada terasa sesak atau berat dan batuk, yang terutama terjadi pada malam hari atau menjelang pagi. Teknik pernapasan buteyko merupakan salah satu teknik yang dapat mengurangi gejala serta keparahan asma, untuk memperbaiki pola napas dengan cara menjaga keseimbangan kadar CO2 serta nilai oksigen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efek teknik pernapasan buteyko dalam mengurangi sesak napas pada pasien asma bronkial dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di wilayah kerja puskesmas kamonji kota Palu Sulawesi Tengah. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan observasional melewati studi kasus agar memperoleh gambaran penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi yang dilakukan di hari pertama memonitor pola napas, didapatkan hasil : RR 24x/menit spo2 98% namun belum ada perubahan pada pola napas. Implementasi hari kedua memonitor pola napas hasil : RR 22x/ menit, spo2 99%, pasien bisa menahan napas selama 3 detik. Implementasi hari ke tiga memonitor pola napas hasil : RR 20x/ menit, Spo2 99%, pasien bisa menahan napas atau control pouse dari 3 detik menjadi 7 detik. Kesimpulan pada penelitian ini setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari dan dilakukan intervensi implementasi serta evaluasi kemudian pengkajian yang didapatkan pada kasus nyata pasien yang mengalami asma bronkial dengan RR 24x/ menit spo2 98%. Didapatkan hasil pasien bisa menahan napas atau control pouse dari 3 detik menjadi 7 detik setelah diberikan teknik pernapasan buteyko selama 10-15 menit.
Implementasi Tindakkan Fisioterapi Dada pada Anak Bronkhitis Akut Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Chest Physiotherapy Actions in Children with Acute Bronchitis with Ineffective Airway Clearance Nursing Problems at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Sopia Jamila; Sri Yulianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6743

Abstract

Bronkhitis adalah peradangan pada selaput lendir bronkus (saluran pernapasan dari trakea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa Bronkithis akut yang berada di Ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengkaji, mengidentifikasi diagnosa, melakukan perencanaan, melakukan implementasi, dan melakukan evaluasi pada pasien anak dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada Bronkhitis akut. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan pada An.M Setelah hasil penelitian didapatkan setelah dilakukan implementasi mulai tanggal 22 sampai dengan 28 Agustus 2024 latihan fisioterapi dada yang pertama didapatkan pasien masih sulit mengikuti arahan yang dianjurkan serta masih sulit mengeluarkan dahak, hasil implementasi kedua didapatkan klien sudah bisa mengikuti arahan yang dianjurkan, masih batuk namun dahak sudah berkurang, dan implementasi hari ketiga didapatkan klien sudah mampu mengikuti arahan yang diberikan perawatan dan mampu melakukan batuk efektif. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi
Implementasi Teknik Relaksasi Genggam Jari Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Dispepsia Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Finger Grasp Relaxation Technique to Reduce Pain in Dyspepsia Patients with Acute Pain Nursing Problems in the Emergency Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province Sitti Nur Aysah Sabrillah; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7190

Abstract

Dispepsia salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. Penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kualitas lingkungan yang tidak sehat, dan kondisi psikologis, stres, atau depresi berkepanjangan, telah menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, salah satunya adalah dispepsia. Dispepsia adalah penyakit gangguan saluran pencenaan dengan gejala berupa rasa nyeri di bagian ulu hati atau rasa tidak nyaman pada lambung. Kondisi ini sebagai gangguan fisik yang disebabkan reaksi tubuh terhadap lingkungannya. Sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme yang sering menyerang orang-orang dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini melaksanakan gambaran tentang implementasi teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi nyeri pada pasien dispepsia. Relaksasi genggam jari adalah teknik nonfarmakologi yang dimana perpaduan dari relaksasi nafas dalam dan genggaman jari yang dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Terapi relaksasi genggam jari adalah tindakan yang dapat mengontrol tingkat nyeri. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil penerapan relaksasi genggam jari untuk mengurangi Tingkat nyeri pada pasien Dispepsia di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan analisa data Setelah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Didapatkan hasil bahwa pasien mengalami nyeri pada perut bagian atas (prosesus xipoideus). Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pada pasien dispepsia didapatkan hasil bahwa pasien mengalami penuruan nyeri dari skala nyeri 4 (sedang) menjadi skala nyeri 1 (ringan). Ditandai dengan adanya tanda tanda vital, Tekanan darah : 100/70 mmHg, Nadi : 86x/menit, Suhu : 36,6oC, Respirasi : 22x/menit, Saturasi oksigen : 96%. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri sebelum diberikan relaksasi genggam jari di dapatkan kategori nyeri sedang, dan sesudah diberikan kategori nyeri ringan. Secara signifikan ditunjukkan bahwa tehnik relaksasi genggam jari adalah tehnik yang efektif dalam mengurangi intensitas nyeri