Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny. H yang Menderita Gout Arthrirtis dengan Masalah Nyeri Akut di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu: Family Nursing Care in Ny. H Who Suffers From Arthritis with Acute Pain Problems in the Working Area of the Talise Health Center, Palu City Moh Arif; Rosita; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4350

Abstract

Gout arthritis merupakan senyawa senyawa ini memiliki rumus kimia C4 H4 N4 O3 dan rasio normalnya 3,6 mg/dl dan 8,3 mg/dl. Dalam kondisi normal, asam urat tidak akan bahaya bagi kesehatan. Namun jika kelebihan (hiperurisemia) atau kekurangan (hiperurisemia) kadar asam urat plasma darah, maka akan menjadi indikasi penyakit pada tubuh manusia. Desain studi kasus yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif, studi kasus deskritif, Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Ny.H dengan diagnosa Gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu, sampel adalah pasien Ny.H dengan masalah nyeri akut pada khasus Gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu. Dari pengkajian yang dilakukan kepada Ny. H ditemukan data subyektif Ny. H mengatakan nyeri dirasakan pertama kali pada tahun 2018 sampai dengan sekarang 22 juli 2023, Ny. H mengatakan nyeri hilang timbul. data objektif didapatkan TTV, TD: 130/80 mmhg, R: 20 x/menit, N: 87 x/menit Ny.H tampak memegang kakinya dan meringis. diagnosa yang didapatkan yaitu nyeri akut pada Ny.H berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 terjadi penurunan nyeri akut pada Ny. H yaitu pada implementasi H-1 didapatkan nyeri dari skala 7 menjadi nyeri skala 6, pada implementasi H-2 didapatkan nyeri bersakala 6 turun menjadi skala 4, pada implementasi H-3 menunjukan hasil nyeri akut berskala 1. Evaluasi pelaksanaan kompres jahe menunjukan Ny. H mengatakan nyeri sudah berkurang, klien tampak tenang dan skala nyeri menjadi 1. Dengan adanya data penurunan nyeri tersebut berarti ada pengaruh dalam pemberian kompres jahe terhadap penurunan nyeri pada gout arthritis.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan nyeri setelah dilakukan kompres hangat rendaman jahe. Pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil nyeri berskala 7 setelah dilakukan kompres hamngat rendaman jahe sampai hari ke 3 nyeri yang dirasakan berkurang menjadi skala 1.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada An. Z yang Menderita Penyakit Tuberkulosis (TB): Family Nursing Care in An. Z Suffering From Tuberculosis (TB) Faradita Malewa; Siti Yartin; Rabiah; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4353

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis (TBC) saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun internasional sehingga menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan (SDGs). Menurut Global Tuberculosis Report tahun 2021 (WHO), Indonesia berada pada peringkat ke-3 dengan penderita TBC tertinggi di dunia setelah India dan China. Secara global, diperkirakan 9,9 juta orang menderita TBC pada tahun 2020. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Didapatkan hasil bahwa Ny. S mampu memahami dan memberikan penjelasan ulang dari Edukasi tentang proses penyakit TB paru yang disampaikan oleh peneliti. Disimpulkan bahwa Pelaksanaan pengkajian dilakukan di rumah Tn. M di jalan Datu Pamusu, Perumusan diagnosa keperawatan keluarga yang didapat hanya 1 diagnose yaitu, Defisit Pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. M dalam mengenal masalah Tuberkulosis pada An. Z, Intervensi yang di ambil pada diagnose Defisit Pengetahuan yaitu : Edukasi Proses Penyakit, Implementasi dilakukan dalam 3 kali kunjungan keluarga, dan Evaluasi keperawatan pada Keluarga Tn. M dengan diagnose keperawatan defisit pengetahuan, masalah keperawatan sudah teratasi.
Implementasi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di RSUD Undata Palu: Implementation of Progressive Muscle Relaxation to Lower Blood Pressurein Patients Hypertension with Nursing Problems Acute Pain at Undata Palu Hospital Hadi H Palama; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4357

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu masalah yang umum di dunia kesehatan, mengingat tingginya masalah status kesehatan dan tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit hipertensi. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUD Undata Palu. Rancangan studi kasus dalam jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dalam bentuk literature review untuk mengeksplorasikan teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis pendekatan yang digunakan adalah wawancara dan pendekatan tindakan keperawatan yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan mengevalausi teknik yang di lakukan dan menanyakan respon klien. Kesimpulannya setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif pada pasien dengan durasi 15-30 menit selama 3 hari berturur-turut didapatkan hasil keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien menurun dan tekanan darah menurun.
Implementasi Manajemen pada Balita dengan Masalah Diare: Implementation of Management in Toddlers with Diarrhea Problems Astin H. Makuta; Rosita; Indri Iriani; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4361

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan intensitas buang air besar secara berlebihan atau lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu hari yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistesi feses yang lembek sampai cair. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif yaitu suatu pengamatan terhadap prosedur tindakan yang dilakukan pada An. R yang dilaporkan secara lengkap tentang keadaan atau kondisi yang menjadi fokus studi yaitu Asuhan keperawatan anak dengan diare di Rumah Sakit Bayangkara Palu. Diare berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan data subjektif Keluarga pasien mengatakan An. R BAB 7x dalam sehari dengan konsistensi cair, dan muntah 2x dan data objektif suhu tubuh 36,50c, SpO2 100%, nadi 85x/m, RR 24x/m, hasil laboratorium RBC 6.50H*, HCT 51.7H*, PLT 622 H, PCT 0.53 h, P-LCC 148 h. Diagnosa yang di temukan pada An. R yaitu Diare. Setelah dilakukan implementasi H-1 manajemen diare terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 5x, warna kuning kecoklatan, konsistensi cair. Pada implementasi H-2 terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 4x, warna kuning kecoklatan, konsistensi cair dan pada implementasi H-3 terjadi penurunan frekuensi BAB yaitu 3x, warna kuning kecoklatan, konsistensi lembek. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan frekuensi BAB setelah dilakukan tindakan manajemen diare. Pada hari pertama didapatkan hasil frekuensi BAB 7x sehari setelah dilakukan tindakan manajemen diare sampai hari ke-3, frekuensi BAB berangsur membaik mejadi 3x sehari.
Implemetasi Teknik Pernapasan Buteyko pada Pasienasma Bronkial dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Sulawesi Tengah : Implementation of Buteyko Breathing Technique of Bronchial Asthma Patient with Ineffective Breathing Patternsnursing Problem in Kamonji Public Health Center Working Area Palu City of Central Sulawesi Kiki Cahyani Asril; Rosita; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6726

Abstract

Asma bronkial merupakan hipersensitivitas jalan napas akibat inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya mengi (wheezing), sulit bernapas, dada terasa sesak atau berat dan batuk, yang terutama terjadi pada malam hari atau menjelang pagi. Teknik pernapasan buteyko merupakan salah satu teknik yang dapat mengurangi gejala serta keparahan asma, untuk memperbaiki pola napas dengan cara menjaga keseimbangan kadar CO2 serta nilai oksigen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efek teknik pernapasan buteyko dalam mengurangi sesak napas pada pasien asma bronkial dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di wilayah kerja puskesmas kamonji kota Palu Sulawesi Tengah. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan observasional melewati studi kasus agar memperoleh gambaran penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi yang dilakukan di hari pertama memonitor pola napas, didapatkan hasil : RR 24x/menit spo2 98% namun belum ada perubahan pada pola napas. Implementasi hari kedua memonitor pola napas hasil : RR 22x/ menit, spo2 99%, pasien bisa menahan napas selama 3 detik. Implementasi hari ke tiga memonitor pola napas hasil : RR 20x/ menit, Spo2 99%, pasien bisa menahan napas atau control pouse dari 3 detik menjadi 7 detik. Kesimpulan pada penelitian ini setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari dan dilakukan intervensi implementasi serta evaluasi kemudian pengkajian yang didapatkan pada kasus nyata pasien yang mengalami asma bronkial dengan RR 24x/ menit spo2 98%. Didapatkan hasil pasien bisa menahan napas atau control pouse dari 3 detik menjadi 7 detik setelah diberikan teknik pernapasan buteyko selama 10-15 menit.
Implementasi Teknik Pemijatan Marmet dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum di Ruangan Matahari Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Marmet Massage Technique with Breastfeeding Nursing Problems is Not Effective in Post Mothers Partum in the Sun Room at Undata Hospital Central Sulawesi Province Nirwana Toiyan; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6744

Abstract

Postpartum adalah periode yang dilalui ibu dari hari pertama kelahiran hingga 6 minggu kelahiran. Pada tahap ini, ada perubahan fisik, alat produksi, perubahan psikologis yang menghadapi masa laktasi atau menyusui.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum di RSUD undata provinsi sulawesi tengah.Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskripftif yang membahas kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu teknik pemijatan marmet dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada ibu post partum. Hasil penelitian setelah diberikan implementasi teknik pemijatan marmet pada Ny.S dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 01 sampai 03 september 2024 pasien mengatakan ASI nya sudah keluar namun belum lancar, pasien nampak sudah keluar ASI namun hanya sedikit, tekanan darah: 140/70 mmhg, nadi: 88x/menit, suhu: 36,7°C, Respirasi: 22x/menit, Spo2: 98%. Kesimpulan penelitian ini adalah pada penanganan permasalahan yang dialami oleh Ny.S analisis cenderung kurang maksimal karena pengeluaran ASI yang belum lancar, namun dianjurkan kepada pasien untuk melakukan teknik pemijatan marmet dirumah.
Implementasi Teknik Relaksasi Genggam Jari Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Dispepsia Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Finger Grasp Relaxation Technique to Reduce Pain in Dyspepsia Patients with Acute Pain Nursing Problems in the Emergency Room of Undata Hospital, Central Sulawesi Province Sitti Nur Aysah Sabrillah; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7190

Abstract

Dispepsia salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. Penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kualitas lingkungan yang tidak sehat, dan kondisi psikologis, stres, atau depresi berkepanjangan, telah menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, salah satunya adalah dispepsia. Dispepsia adalah penyakit gangguan saluran pencenaan dengan gejala berupa rasa nyeri di bagian ulu hati atau rasa tidak nyaman pada lambung. Kondisi ini sebagai gangguan fisik yang disebabkan reaksi tubuh terhadap lingkungannya. Sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme yang sering menyerang orang-orang dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini melaksanakan gambaran tentang implementasi teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi nyeri pada pasien dispepsia. Relaksasi genggam jari adalah teknik nonfarmakologi yang dimana perpaduan dari relaksasi nafas dalam dan genggaman jari yang dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Terapi relaksasi genggam jari adalah tindakan yang dapat mengontrol tingkat nyeri. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil penerapan relaksasi genggam jari untuk mengurangi Tingkat nyeri pada pasien Dispepsia di Instalasi Gawat Darurat RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan analisa data Setelah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Didapatkan hasil bahwa pasien mengalami nyeri pada perut bagian atas (prosesus xipoideus). Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pada pasien dispepsia didapatkan hasil bahwa pasien mengalami penuruan nyeri dari skala nyeri 4 (sedang) menjadi skala nyeri 1 (ringan). Ditandai dengan adanya tanda tanda vital, Tekanan darah : 100/70 mmHg, Nadi : 86x/menit, Suhu : 36,6oC, Respirasi : 22x/menit, Saturasi oksigen : 96%. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri sebelum diberikan relaksasi genggam jari di dapatkan kategori nyeri sedang, dan sesudah diberikan kategori nyeri ringan. Secara signifikan ditunjukkan bahwa tehnik relaksasi genggam jari adalah tehnik yang efektif dalam mengurangi intensitas nyeri