Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Digital Communication in Improving the Efficiency of Plantation Management Sinuhaji, Yose Andre
Persepsi: Communication Journal Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/persepsi.v7i2.21981

Abstract

Plantation management in Indonesia plays an important role in supporting the national economic sector. Digital transformation has brought significant changes through the implementation of digital communications such as mobile applications, web-based systems, and cloud platforms. This technology speeds up workflows, improves data-driven decision-making, and facilitates coordination between stakeholders. This study uses a qualitative descriptive method to analyze the impact of digital communication in improving plantation operational efficiency. The results show that digitalization allows for more effective resource management, reduced operational costs, and increased productivity. However, there are challenges in the form of low digital literacy of field workers, limited internet infrastructure, and the need for technology training. In addition to supporting operational efficiency, digital technology also contributes to environmental sustainability by minimizing the use of excess chemicals. Successful digital transformation requires collaboration between governments, the private sector, and stakeholders to develop digital infrastructure, provide intensive training, and increase motivation for technology adoption. This research emphasizes that digitalization is a strategic step that not only strengthens the plantation sector but also supports economic and environmental sustainability in Indonesia.
Pengaruh Pelatihan Karyawan dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Merek Indah Yose Andre Sinuhaji
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3440

Abstract

One of the success factors of employees satisfaction in a company is the training employees and also leadership style of their superiors. Therefore a good company must pay attention to job satisfaction of employees. The aspect that should be noted are training and leadership style that support the improvement of employees satisfaction. The purpose of this research is to determine the positive and significant influence between training and leadership style towards of employees satisfaction of PT. Merek Indah   and also to know which variable is more dominant between employees training and leadership style in influencing employees satisfaction at PT. Merek Indah. The analysis methods used in this research are quantitative analysis. The data used in this research were primary data and secondary data. The population of this research is 250 peoples and the sampling is using slovin formula to get samples become 154 peoples. The variables were measured by Likert scale. Data analysis technique in this research is multiple linear regressions.The results of this research stated that simultaneously training and cleadership style are influencing of employees satisfaction at PT. Merek Indah. Partially, training is influencing of employees satisfaction and leadership style is influencing of employees satisfaction at PT. Merek Indah
Penerapan Teori Kepuasan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan Ritel: Pendekatan Psikologi Industri: Application of Job Satisfaction Theory in Improving Employee Performance in Retail Companies: An Industrial Psychology Approach Yose Andre Sinuhaji
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan ritel di Provinsi Banten dengan menggunakan pendekatan psikologi industri. Kepuasan kerja dikaji melalui dua dimensi utama, yaitu motivator dan hygiene berdasarkan teori dua faktor Herzberg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan ritel yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja (motivator dan hygiene) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai R² sebesar 0,256 dan p-value < 0,05. Secara parsial, kedua dimensi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dimensi motivator memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan hygiene, di mana pengakuan kerja dan pencapaian merupakan indikator yang paling dominan. Sebaliknya, pada dimensi hygiene, faktor kondisi kerja fisik dan gaji menjadi elemen yang paling sensitif. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen dalam menyusun kebijakan pengelolaan SDM berbasis psikologi kerja. Disarankan agar perusahaan mengembangkan sistem penghargaan berbasis pencapaian, memperhatikan aspek keadilan organisasi, dan menyediakan pelatihan yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan kinerja, tetapi juga membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian ini memperkuat peran kepuasan kerja sebagai fondasi utama dalam membentuk tenaga kerja yang produktif, stabil, dan berdaya saing tinggi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Iklim Organisasi terhadap Stres Kerja Karyawan Perusahaan: The Influence of Leadership Style and Organizational Climate on Job Stress of Company Employees Yose Andre Sinuhaji
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4755

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan. Pemimpin yang terlalu otoriter membuat karyawan tidak bebas dalam menyatakan pendapat dan mengambil keputusan apabila hal yang mendesak terjadi. Iklim organisasi yang kurang nyaman untuk para karyawan yang mengakibatkan karyawan stress dalam bekerja sehingga banyak karyawan yang memilih mengundurkan diri dari perusahaaan. Meningkatnya stres kerja karyawan sehingga menyebabkan tingkat penjualan karyawan mengalami penurunan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: 142 karyawan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 105 karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan pembagian kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan análisis regresi linear berganda. Kesimpulan dalam penelitian bahwa secara simultan bahwa Gaya Kepemimpinan dan Iklim Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stres Kerja Karyawan Perusahaan. Secara parsial bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stres Kerja Karyawan Perusahaan. Secara parsial Iklim Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stres Kerja Karyawan Perusahaan.
Penerapan balanced scorecard dalam evaluasi kinerja care pada PT Kreasi Kotak Megah Tanjung Morawa, Deli Serdang Sinuhaji, Yose Andre; Sikumbang , Muharmansyah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1062

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Balanced Scorecard dalam evaluasi kinerja CARE pada PT Kreasi Kotak Megah Tanjung Morawa, Deli Serdang, sebagai upaya untuk memperoleh gambaran kinerja perusahaan secara komprehensif dan terintegrasi. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi internal perusahaan. Balanced Scorecard digunakan sebagai kerangka evaluasi kinerja berdasarkan empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, dengan Resource Based View Theory sebagai landasan teoritis utama. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Balanced Scorecard mampu memberikan gambaran kinerja CARE secara menyeluruh. CARE berkontribusi positif terhadap pengendalian biaya, peningkatan kepuasan pelanggan, efektivitas proses operasional, serta pengembangan sumber daya manusia. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala dalam penerapannya, seperti keterbatasan pemahaman karyawan, belum terstandarisasinya indikator kinerja, serta keterbatasan sistem informasi pendukung. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu objek penelitian dengan pendekatan kualitatif, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan. Selain itu, indikator kinerja CARE belum dikembangkan secara kuantitatif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran serta memperluas objek penelitian. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam mengimplementasikan Balanced Scorecard sebagai alat evaluasi kinerja yang lebih komprehensif, serta implikasi teoretis terkait penguatan peran Balanced Scorecard sebagai middle theory dalam mengoperasionalisasikan Resource Based View Theory. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep CARE dengan Balanced Scorecard sebagai alat evaluasi kinerja berbasis sumber daya internal perusahaan dalam industri manufaktur kemasan.