Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseling di Sekolah Tinggi: Counciling in Higher Schools Zulfahman Siregar; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4882

Abstract

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Problem akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan rencana kedepannya. Ada beberapa problem sosial pribadi yang mungkin dihadapimahasiswa adalah sebagai berikut diantaranya :1) Kesulitan ekonomi / Biaya Kuliah, 2) Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan, 3) Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesame mahasiswa baik di lingkungan mahasiswa, khususnya mahasiswa pendatang, 4) Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa khususnya mahasiswa pendatang, 5) Kesulitan karena masalah keluarga, 6) Kesulitan karena masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menelaah pentingnya konseling di perguruan tinggi. Agar tujuan dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi tercapai, hal ini harus dilakukan oleh profesional agar bimbingan dan konseling mendapatkan hasil yang optimal. Bimbingan karir mempermudah mahasiswa memahami tentang dunia kerja dan tugas pekerjaan. Melalui bimbingan karir ini para mahasiswa tahun semester akhir, fresh graduate, para lulusan atau alumni yang tengah berada dalam masa penantian untuk memperoleh pekerjaan akan lebih siap menghadapi tuntutan untuk pekerjaan sehingga dapat meminimalisir masalah yang akan timbul berkaitan dengan kekhawatiran yang tidak siap memasuki dunia kerja.