Jaenudin Jaenudin
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI BLIND BOX PADA MARKETPLACE DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG - UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK Sylvia Nurazizah Kurnia; Jaenudin Jaenudin
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2020): July
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v7i2.13498

Abstract

Jual beli Blind Box ialah jual beli dimana ketika pembeli telah melakukan pembayaran yang telah ditawarkan oleh penjual dan pembeli tidak mengetahui secara jelas barang yang akan didapatkan dengan harapan pembeli akan mendapatkan barang yang diharapkannya. Penjual dan produsen sebagai pihak Blind Box hanya mendeskripsikan jenis barang yang akan dijual di lapak Blind Boxnya tersebut tanpa memberitahukan kepada pembeli apa yang ada didalam box tersebut. Sudah pasti pembeli akan mendapatkan resiko akan mengalami kerugian yang sangat besar dan jual beli Blind Box ini dianggap gharar karena barang yang akan dibeli oleh pembeli itu mengandung unsur ketidakjelasan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik jual beli Blind Box pada Marketplace. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analis dengan melakukan pendekatan studi kasus. Selain itu jenis data yang digunakan adalah jenis data kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa: (1) jual beli blind box dilakukan melalui jual beli pesanan yang pada umumnya jual beli Blind Box dilakukan karena adanya sifat surprise (kejutan) yang akan dirasakan oleh pembeli pada saat membuka box tersebut. Dinamakan Blind Box karena pembeli tidak dapat mengetahui isi dari box tersebut, bahkan pelapak yang berperan sebagai penjual pun tidak mengetahui dengan pasti isi dari box tersebut sehingga produk yang akan dikirimkan secara random oleh pelapak. (2) Dalam praktik jual beli Blind Box pada Marketplace tidak memenuhi ketentuan rukun dan syarat jual beli salam (Ba’i al-salam).
Tinjauan Implementasi Fatwa DSN-MUI Tentang Digital Fundraising Zakat: Studi Kasus Baznas Kota Bandung Rika Safitri; Qoorie Handayani Asysyabani; Ahmad Fauzan; Fahri Rizwar; Jaenudin Jaenudin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 11, No 1 (2026): J-Alif, Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v11i1.6800

Abstract

The development of digital technology has transformed the practice of zakat collection in Indonesia, yet its implementation still faces challenges related to Sharia compliance and governance. Fatwa DSN-MUI No. 116/DSN-MUI/IX/2017 provides a normative foundation for digital zakat fundraising, but few studies have examined its compatibility with the practices of zakat management institutions, particularly the National Zakat Agency (BAZNAS) at the local level. This study employs a descriptive, empirical juridical method to validate the alignment between the Sharia norms in the fatwa and the operational practices of digital fundraising at BAZNAS Bandung City, using interviews and internal document review. The findings show that BAZNAS has implemented the akad wakalah bil ujrah (agency contract with a fee) in digital zakat transactions and has integrated its systems through the SIMBA application. However, obstacles remain, including uneven digital literacy, non-real-time payment gateway integration, and suboptimal special auditing for digital aspects. These findings underscore the need to improve digital-Sharia literacy, strengthen technological infrastructure, establish strategic collaboration with Sharia fintech, and standardize Sharia auditing for digital systems in order to enhance accountability and Sharia compliance in digital zakat collection.
Halal Trip Scheme: Implementation of Shariah Compliance in Indonesia Riska Sayidah; Zahra Fitria; Sintia Nurul Fuadah; Rizal Faozi; Jaenudin Jaenudin; Agi Attaubah Hidayat
Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA)
Publisher : PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARAH, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/juwita.v4i1.11769

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the implementation of the halal travel scheme in Indonesia and evaluate its compliance with sharia economic law, particularly focusing on standards set by DSN-MUI Fatwa No. 108/2016. Method: Using normative legal methods through a study of relevant legal regulations and literature, especially DSN-MUI Fatwa No. 108/2016. The study focuses on key sharia principles and assesses their application within the halal trip scheme, especially through innovations like the "Halal Tripnesian" platform. Result: The findings demonstrate that Indonesia's halal trip scheme largely aligns with sharia compliance standards, effectively incorporating critical elements such as halal-certified food, prayer facilities, and sharia-compliant accommodations. Despite facing challenges, including diverse interpretations of sharia law, a lack of unified global halal certification, and varying levels of halal literacy among stakeholders, the overall implementation has shown strong adherence to sharia principles. Technological innovations, particularly through digital platforms, have enhanced the accessibility and convenience of halal travel, supporting the growth of the sector and positioning Indonesia as a leading destination for Muslim-friendly tourism. Contribution: This study provides insights into the strengths and weaknesses of Indonesia’s halal travel scheme, highlighting the importance of regulatory support, digital innovation, and stakeholder education in ensuring sharia compliance. The research suggests that continued efforts in harmonizing halal standards and improving halal literacy are essential for sustaining growth and competitiveness in the global halal tourism market.