Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revitalization of Traditional Markets with the Concept of VRIO, Heritage Tourism, and Technology to Strengthen Existence in the Era of Society 5.0 Khakim, M. Azizul
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition July -September 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Society 5.0 has currently shifted many things in community life. This research focuses on the mission of considering and formulating strategies to be implemented by traditional markets in order to maintain their existence in this era. Researchers have considered that the concept of VRIO (Variable, Rarety, Inimitable, and Organized) in previous research objects has been proven to be able to be implemented and maintain the existence of traditional markets amid globalization. This research is a development of previous research with the addition of variable heritage tourism and technology in the traditional market managerial system. Researchers conducted a review and weighed that all research objects have great hopes in maintaining the existence of traditional markets. The concept of heritage tourism is part of traditional markets because traditional markets are a reflection of society and culture in an area. Apart from that, the existence of many traditional markets is more than 50 years old so it is not only a trade concept but also a cultural one. Meanwhile, the technology variable is included because currently, in the era of society 5.0, the role of technology is side by side with the role of traditional market players.
Sinergi Manajemen dan Sejarah: Studi tentang Pasar Tradisional di Pulau Jawa Khakim, M. Azizul
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49328

Abstract

Pasar tradisional di Pulau Jawa memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial-budaya yang merefleksikan identitas masyarakat Jawa. Seiring perkembangan zaman, pasar tradisional menghadapi tantangan serius akibat dominasi pasar modern dan transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pasar tradisional dari dua perspektif: sejarah dan manajemen. Dari sisi sejarah, pasar tradisional dipahami sebagai warisan budaya yang berakar sejak masa kerajaan hingga kolonial, dengan fungsi yang melampaui sekadar aktivitas ekonomi. Dari sisi manajemen, penelitian menyoroti strategi pengelolaan, pola organisasi, serta upaya inovasi yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi pasar di tengah persaingan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pedagang serta pengelola pasar di beberapa kota di Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai historis dengan pendekatan manajemen modern dapat memperkuat daya saing dan keberlanjutan pasar tradisional. Dengan demikian, sinergi manajemen dan sejarah bukan hanya memberikan kerangka analisis akademis, tetapi juga rekomendasi praktis bagi pengelolaan pasar tradisional di era kontemporer.
Integrasi ESG-Based Intellectual Capital dalam Meningkatkan Efektivitas dan Keberlanjutan LSP pada Ekosistem Blue Economy Rosi, Fathur; Khakim, M. Azizul; Irfana, Maisyatus Su'adaa; Fatchurrohman, Mochamad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5798

Abstract

Peningkatan tuntutan terhadap kualitas dan keberlanjutan lembaga sertifikasi profesi (LSP) menjadi isu strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pada ekosistem Blue Economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ESG-Based Intellectual Capital terhadap efektivitas dan keberlanjutan LSP, serta menguji peran mediasi efektivitas LSP dalam hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengelola dan pemangku kepentingan LSP, kemudian dianalisis melalui evaluasi inner model dan pengujian hipotesis menggunakan teknik bootstrapping sebanyak 5.000 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG-Based Intellectual Capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas LSP dengan nilai R² sebesar 0,612. Selain itu, ESG-Based Intellectual Capital dan efektivitas LSP secara simultan mampu menjelaskan keberlanjutan LSP dengan nilai R² sebesar 0,685. Nilai Q² sebesar 0,497 dan GoF sebesar 0,64 mengindikasikan bahwa model memiliki daya prediksi yang kuat. Pengujian jalur menunjukkan bahwa efektivitas LSP berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara ESG-Based Intellectual Capital dan keberlanjutan LSP. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan modal intelektual berbasis ESG, yang mencakup human capital, structural capital, dan relational capital, akan memberikan dampak optimal terhadap keberlanjutan lembaga apabila diiringi dengan tingkat efektivitas organisasi yang tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Resource-Based View dan Knowledge-Based Theory, serta implikasi praktis bagi penguatan tata kelola LSP dalam mendukung pembangunan berkelanjutan pada sektor Blue Economy.