Ade Yamin
Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tanggung Jawab Suami dalam Taklik Talaq: Perspektif Maqashid Syatibi di KUA Kurik, Merauke Siti Romlah; Faisal; Ade Yamin
SAKINAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2025): SAKINAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : State Islamic University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/sakinah.v3i1.52

Abstract

Taklik talak is one of the marriage agreements as formulated in KHI article 45. This research aims to describe the implementation of taklik talak in the KUA of Kurik District, Merauke, Papua, explain the role of the KUA in instilling the values of husband's responsibility towards his wife through sighat taklik talaq, and analyze the instillation of the values of husband's responsibility towards his wife through sighat taklik talaq in the KUA based on the perspective of maqashid al shari'ah Syathibi. This research is a type of empirical juridical research with a qualitative approach. The results showed that the implementation of taklik talak in the KUA of Kurik District, Merauke, Papua was carried out voluntarily without coercion, but there were still many people who did not fully understand the essence of the pronunciation of taklik talak. The KUA has a role in maintaining the integrity of the family, protecting the rights of the wife. Taklik talak is a mechanism to protect the rights of wives and help create a harmonious family, and supports the principles of hifz al mal, hifz al nafs, and hifz al 'aql in maqashid sharia. Taklik talak provides education about the values of responsibility in the family which has implications for family harmony and stability. So that it can prevent divorce which has a negative impact on the preservation of offspring (hifz al-nasl). Sighat taklik talak functions as a protection mechanism for the rights of the wife in terms of nafkah, residence and ma'ruf treatment in accordance with the principles of hifz al mal and hifz al nafs in maqashid sharia. The implementation of taklik talak also plays a role in realizing a sakinah family which is included in the category of maslahah dharuriyah. This is because the realization of a sakinah family intersects with several of the ushul al-khamsah including hifz al-din, hifz al nasl, hifz al- nafs and hifz al 'aql. Keywords: Taklik Talak, Religious Affairs Office, Maqashid Syariah   Abstrak: Taklik talak merupakan salah satu perjanjian perkawinan sebagaimana dirumuskan dalam KHI pasal 45. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi taklik talak di KUA Distrik Kurik, Merauke, Papua, menjelaskan peran KUA tersebut dalam penanaman nilai-nilai tanggung jawab suami terhadap istri melalui sighat taklik talaq, dan menganalisis penanaman nilai-nilai tanggung jawab suami terhadap istri melalui sighat taklik talaq di KUA tersebut berdasarkan perspektif Maqashid Al Syari’ah Syathibi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan taklik talak di KUA Distrik Kurik, Merauke, Papua dilakukan secara sukarela tanpa paksaan, namun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami esensi dari pengucapan sighat taklik talak. KUA memiliki peran dalam mempertahankan keutuhan keluarga, melindungi hak-hak istri. Taklik talak menjadi mekanisme perlindungan terhadap hak-hak istri dan membantu menciptakan keluarga yang harmonis, serta mendukung prinsip hifz al mal, hifz al nafs, dan hifz al 'aql dalam Maqashid Syariah. Taklik talak memberikan edukasi tentang nilai-nilai tanggung jawab dalam keluarga yang berimplikasi pada harmoni dan stabilitas keluarga. Sehingga hal tersebut dapat mencegah terjadinya perceraian yang berdampak negatif pada penjagaan terhadap keturunan (hifz al-nasl). Sighat taklik talak berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap hak-hak istri dari segi nafkah, tempat tinggal dan perlakuan yang ma’ruf sesuai dengan prinsip hifz al mal dan hifz al nafs dalam Maqashid Syariah. Pelaksanaan taklik talak juga berperan dalam mewujudkan keluarga sakinah yang masuk dalam ketegori maslahah dharuriyah. Hal ini karena perwujudan keluarga sakinah bersinggungan dengan beberapa dari ushul al-khamsah termasuk hifz al-din, hifz al nasl, hifz al- nafs dan hifz al ‘aql.
Analisis Kegagalan Mediasi dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Merauke Sarko; Faisal; Ade Yamin
SAKINAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2025): SAKINAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : State Islamic University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/sakinah.v3i1.53

Abstract

Mediation is an effort to resolve divorce cases through negotiations assisted by a third party called a mediator. As an alternative dispute resolution, it turns out that in its implementation, many obstacles and hurdles must be overcome to achieve success in mediation. This research aims to reveal the reality of the above problems by explaining how the mediation process is carried out at the Merauke Religious Court, the factors inhibiting mediation failure, and the implications of failure in the mediation process at the Merauke Religious Court. The method used in this thesis is to prioritize a qualitative approach. From the results of the research carried out, it was revealed that the implementation of mediation in the Merauke religious courts refers to regulation number 1 of 2016 concerning procedures for implementing mediation in religious courts, with a series of stages in the form of a mediation process and resolving cases by agreeing. In its implementation, there are obstacles faced by mediators that cause failure in mediation, while the factors referred to are internal factors which are prolonged conflicts within the household as well as a strong desire to separate, and external factors in the form of less than optimal mediation implementation times and There are also third parties who influence the mediation process. As an implication, this thesis shows that the existence of these obstacles has implications for the psychology of the parties to the dispute and the performance of the Merauke religious court itself. Keywords: Divorce, Madiation Failure, Religion Rourt     Abstrak: Mediasi merupakan salah satu upaya dalam menyelesaikan perkara perceraian melalui perundingan yang dibantu pihak ketiga yang disebut sebagai mediator. Sebagai alternatif penyelesaian sengketa, ternyata dalam pelaksanaannya masih mendapatkan banyak hambatan dan rintangan yang harus dilalui untuk mencapai keberhasilan dari mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan realitas permasalahan di atas dengan menjelaskan bagaimana proses mediasi yang dilakukan di Pengadilan Agama Merauke, faktor penghambat kegagalan mediasi dan implikasi dari adanya kegagalan dalam proses mediasi di Pengadilan Agama Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengedepankan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan terungkap bahwa pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama Merauke merujuk pada Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang prosedur pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama, dengan rangkaian tahapannya berupa proses mediasi dan penyelesaian perkara dengan membuat kesepakatan. Dalam pelaksanaannya terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi oleh mediator sehingga menjadi penyebab kegagalan dalam mediasi, adapun faktor yang dimaksud berupa faktor internal yang merupakan konflik yang berkepanjangan di dalam rumah tangga serta keinginan yang kuat untuk berpisah dan faktor eksternal berupa waktu pelaksanaan mediasi yang kurang maksimal dan juga ada pihak ketiga yang mempengaruhi proses mediasi. Sebagai implikasi, penelitian ini menunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tersebut berimplikasi terhadap psikologi pihak yang bersengketa dan kinerja dari Pengadilan Agama Merauke itu sendiri.