Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran strategis logo dalam era digital: membangun dan meningkatkan brand awareness Aliah Ghina; Lili Syafitri; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27378

Abstract

Abstrak Di era digital, persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memiliki identitas merek yang kuat guna membedakan diri dari para kompetitor. Salah satu strategi yang penting dalam membangun identitas merek adalah melalui desain logo yang efektif, yang tidak hanya menjadi representasi visual perusahaan tetapi juga memperkuat brand awareness. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness UMKM AGMART93. Pendekatan yang digunakan melibatkan tiga tahapan, yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil survei dan evaluasi, penyuluhan tentang pentingnya brand telah berhasil meningkatkan pengenalan merek brand recognition.Temuan ini menunjukkan bahwa desain logo yang tepat, didukung oleh pemahaman yang baik tentang elemen branding dan konsistensi penggunaan di platform digital dapat memberikan dampak positif terhadap performa bisnis, khususnya bagi UMKM seperti AGMART93. Kata kunci: UMKM; identitas merek; brand awarness; strategi branding Abstract In the digital era, intensifying business competition requires companies to establish strong brand identities to differentiate themselves from competitors. One crucial strategy in building brand identity is through effective logo design, which serves not only as a company's visual representation but also strengthens brand awareness. This study aims to enhance the brand awareness of AGMART93, a small and medium-sized enterprise (SME). The approach employed encompasses three stages: preparation, counseling and training, and evaluation. Based on survey results and evaluation, brand awareness education has successfully improved brand recognition. These findings indicate that appropriate logo design, supported by a thorough understanding of branding elements and consistent implementation across digital platforms, can positively impact business performance, particularly for SMEs like AGMART93. Keywords: SMEs; brand identity; brand awareness; branding strategy
Pengenalan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai upaya peningkatan literasi teknologi perpajakan pada mahasiswa akuntansi perpajakan Universitas Indo Global Mandiri Aliah Ghina; Reny Aziatul Pebriani; Nova Yanti Maleha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34167

Abstract

Abstrak Transformasi digital dalam sistem administrasi perpajakan menjadi kebutuhan mendesak di era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai inovasi Direktorat Jenderal Pajak kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Indo Global Mandiri guna meningkatkan literasi teknologi perpajakan. Mitra sasaran adalah mahasiswa semester 5 dan 7 yang telah memiliki pemahaman dasar tentang perpajakan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 16 Agustus 2025 melalui platform Zoom, diikuti oleh 50 peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fitur-fitur utama CTAS, seperti proses login, penginputan faktur pajak masukan, dan pengelolaan faktur pajak keluaran. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif dalam diskusi. Secara kuantitatif, hasil post-test menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata sebesar 35% dibandingkan pre-test. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan digitalisasi perpajakan. Diharapkan materi CTAS dapat diintegrasikan dalam kurikulum agar literasi teknologi perpajakan semakin kuat di lingkungan akademik. Kata kunci: pengabdian; CTAS; literasi teknologi; mahasiswa; perpajakan digital. Abstract Digital transformation in tax administration is an urgent need in the digital economy era. This community service activity aimed to introduce the Core Tax Administration System (CTAS) as an innovation by the Directorate General of Taxes to students of the Tax Accounting Study Program at Universitas Indo Global Mandiri to enhance their tax technology literacy. The target partners were 5th and 7th semester students with basic tax knowledge. The activity was conducted online on August 16, 2025, via Zoom and involved 50 participants. A participatory approach was used, involving presentations, discussions, and pre- and post-tests. The results showed increased understanding of key CTAS features such as the login process, input tax invoice entry, and output tax management. Qualitatively, students were actively engaged; quantitatively, the average post-test scores increased by 35%. This program effectively enhanced students’ awareness and readiness for tax digitalization. It is recommended that CTAS be integrated into the academic curriculum. Keywords: devotion; CTAS; technology literacy; students; digital taxation
Pelatihan akuntansi dasar home industry bagi ibu rumah tangga dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga di kota Palembang Leriza Desitama Anggraini; Andini Utari Putri; Aliah Ghina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23367

Abstract

Abstrak Home industry termasuk sektor informal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lekat dengan kearifan lokal suatu daerah atau lokasi dan menghasilkan produk buatan tangan. Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan home industry namun sering menghadapi berbagai tantangan seperti akses terhadap modal, networking bahkan pengetahuan pengelolaan keuangan yang memadai untuk mengembangkan bisnis mereka. Pelaku usaha home industry terutama ibu – ibu rumah tangga menganggap akuntansi tidak terlalu penting dan sulit untuk menerapkannya. Kegiatan ini bertujuan dapat membantu ibu – ibu rumah tangga dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dalam mengelola home industry dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal. Pelatihan ini mengenalkan dasar akuntansi dengan membuat catatan jurnal umum sampai dengan menyusun laporan keuangan seperti laba rugi, arus kas dan posisi keuangan. Pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta perwakilan dari beberapa home industry di Kota Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan dilaksanakan secara online menggunakan platform zoom meeting. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan capaian keberhasilan pada aspek pengetahuan akuntansi dasar sebesar 80% dan peningkatan aspek pengetahuan terhadap laporan keuangan sebesar 75%. Kata kunci: pelatihan; akuntansi dasar; home industry. Abstract The home industry is part of the informal sector in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) that is closely related to the local wisdom of a region or location and produces handmade products. Women play an important role in the development of the home industry but often face various challenges such as access to capital, networking, and even adequate financial management knowledge to develop their businesses. Home industry entrepreneurs, especially housewives, consider accounting to be unimportant and difficult to implement. This activity aims to help housewives optimize their potential in managing the home industry to increase family income and local economy. The training introduces the basics of accounting by creating general journal records and preparing financial statements such as income statements, cash flow, and balance sheets. The training was attended by 25 participants representing several home industries in the city of Palembang. The implementation method of this activity starts from preparation, execution, and evaluation, and is conducted online using the Zoom meeting platform. The results of this activity show an 80% improvement in basic accounting knowledge and a 75% improvement in knowledge of financial statements. Keywords: training; basic accounting; home industry
Pengabdian masyarakat : membangun kemampuan penetapan harga produk makanan sesuai tren pasar dan target konsumen bagi UMKM Aliah Ghina; Leriza Desitama Anggraini; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24666

Abstract

AbstrakUMKM di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Namun, banyak UMKM masih mengalami kesulitan dalam menentukan harga produk makanan yang optimal. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang sesuai dengan tren pasar dan target konsumen. Penerapan metode kegiatan ini melibatkan pemanfaatan teknik pelatihan, pendampingan, dan konsultasi. Materi pelatihan mencakup konsep penetapan harga, analisis tren pasar, analisis target konsumen, dan strategi penetapan harga yang efektif.  Hasil kegiatan menyatakan bahwa ada perubahan yang terjadi dalam peningkatan pemahaman UMKM tentang konsep penetapan harga, peningkatan kemampuan UMKM dalam menganalisis tren pasar dan target konsumen, peningkatan kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang optimal. Kata kunci: UMKM; harga produk penjualan; harga jual; tren pasar; target konsumen Abstract MSMEs in Indonesia play an important role in the national economy. However, many MSMEs still experience difficulties in determining optimal prices for food products. This can hinder the growth and sustainability of their business. The aim of this community service activity is to build the ability of MSMEs to set prices for food products in accordance with market trends and consumer targets. This activity method is carried out using training, mentoring and consultation methods. Training materials cover pricing concepts, market trend analysis, consumer target analysis, and effective pricing strategies. The results of the activity stated that there were changes that occurred in increasing MSMEs' understanding of the concept of pricing, increasing the ability of MSMEs in analyzing market trends and target consumers, increasing the ability of MSMEs in setting optimal prices for food products. Keywords: MSMEs; product sales prices;  selling prices;  market trends; consumer targets