Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop penataan hutan desa taman main layang-layang guna mengurangi gadget dikalangan anak-anak Endang Sri Lestari; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24667

Abstract

Abstrak Penataan hutan desa menjadi taman wisata dan taman main layangan merupakan upaya integratif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan bermain yang aman, edukatif, dan menarik bagi anak-anak sambil mempromosikan keberlanjutan pengelolaan hutan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak positif dari transformasi hutan desa menjadi destinasi wisata dan taman bermain layangan dalam mengurangi risiko gadget atau cedera di kalangan anak-anak. Metode pengabdian kepada Masyarakat melibatkan sosialisasi dan survei masyarakat, analisis perubahan fisik hutan desa, dan pemantauan aktivitas anak-anak di taman wisata dan taman main layangan. Data dianalisis untuk menilai tingkat keamanan, keterlibatan masyarakat, dan tingkat kunjungan wisatawan. Hasil pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa penataan hutan desa menjadi taman wisata dan taman main layangan memberikan dampak positif yang signifikan dalam mengurangi risiko gadget di kalangan anak-anak. Fasilitas wisata dan bermain yang dirancang dengan keamanan sebagai prioritas utama telah meningkatkan daya tarik destinasi dan menarik perhatian wisatawan, sementara tetap memperhatikan keberlanjutan pengelolaan hutan. Masyarakat yang terlibat aktif dapat memberikan kontribusi positif terhadap keamanan dan daya tarik destinasi wisata, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan lokal. Pengabdian kepada Masyarakat ini menyediakan kerangka kerja praktis bagi pengembangan konsep serupa di daerah lain, mempertimbangkan kebutuhan anak-anak, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi termasuk pengembangan program edukatif di taman wisata, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan menjadi model inovatif untuk mendukung pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Kata kunci: penataan hutan desa; taman wisata; taman main layangan; guna mengurangi gadget; dikalangan anak-anak Abstract The arrangement of village forests into tourist parks and kite parks is an integrative effort that aims to create a safe, educational and attractive play environment for children while promoting sustainable forest management. This Community Service aims to evaluate the positive impact of transforming village forests into tourist destinations and kite playgrounds in reducing the risk of getting injured or injured among children. Community service methods involve community outreach and surveys, analysis of physical changes in village forests, and monitoring children's activities in tourist parks and kite parks. Data is analyzed to assess the level of security, community involvement and level of tourist visits. The results of community service show that the arrangement of village forests into tourist parks and kite parks has had a significant positive impact in reducing the risk of getting caught among children. Tourist and play facilities designed with safety as a top priority have increased the attractiveness of the destination and attracted the attention of tourists, while still paying attention to the sustainability of forest management. Actively involved communities can make a positive contribution to the safety and attractiveness of tourist destinations, while increasing local income and welfare. This Community Service provides a practical framework for the development of similar concepts in other areas, taking into account the needs of children, environmental sustainability and community welfare. Recommendations include the development of educational programs in tourist parks, strengthening infrastructure, as well as collaboration between government, the private sector and the community to create safe and sustainable tourist destinations into innovative models to support sustainable tourism and environmental preservation. Keywords: village forest arrangement; tourist park; kite playground; in order to reduce gadget; among children.
Lingkungan binaan design taman penitipan anak pengembangan rumah cerdas timiomi daycare Endang Sri Lestari; Sandra Eka Febrina; Raden Ahmad Nur Ali; Anta Sastika; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31295

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini membahas perancangan dan pengembangan lingkungan binaan pada Taman Penitipan Anak (TPA) berbasis konsep rumah cerdas dengan studi kasus Timiomi Daycare. Fokus utama terletak pada penciptaan ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui integrasi teknologi serta pendekatan desain yang ramah anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini beradaptasi dengan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengelola daycare serta orang tua. Hasil pengabdian masyarakat dari studi ini menunjukkan bahwa pengembangan lingkungan fisik yang didukung teknologi pintar seperti sistem monitoring keamanan, pencahayaan otomatis, dan kontrol suhu ruangan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan rasa aman bagi anak dan orang tua. Fasilitas dilengkapi mainan edukatif, puzzle, balok, buku cerita, dan area bermain lunak (soft play), area taman dengan permainan fisik seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan yang aman, berujuan untuk menstimulasi motorik kasar dan halus, serta melatih interaksi sosial. Selain itu, penataan ruang yang fleksibel, pemilihan material non-toksik, serta integrasi area bermain edukatif turut menunjang perkembangan motorik dan kognitif anak. Hasil ppengabdian masyarakat  ini merekomendasikan model pengembangan lingkungan TPA yang adaptif terhadap kebutuhan anak, berkelanjutan, dan mendukung sistem pengasuhan modern berbasis rumah cerdas. Kata kunci: lingkungan binaan; taman penitipan anak; rumah cerdas; desain rumah anak; timiomi daycare Abstract This community service discusses the design and development of a built environment in a Child Care Center (TPA) based on the concept of a smart home with a case study of Timiomi Daycare. The main focus is on creating a safe, comfortable space that supports the growth and development of early childhood through the integration of technology and a child-friendly design approach. The purpose of this community service is adapted from literature studies, field observations, and interviews with daycare managers and parents. The results of community service from this study indicate that the development of a physical environment supported by smart technology such as a security monitoring system, automatic lighting, and room temperature control can improve the quality of service and provide a sense of security for children and parents. The facilities are equipped with educational toys, puzzles, blocks, story books, and soft play areas, garden areas with safe physical games such as slides, seesaws, and swings, aimed at stimulating gross and fine motor skills, and training social interaction. In addition, flexible spatial planning, selection of non-toxic materials, and integration of educational play areas also support children's motor and cognitive development. The results of this community service recommend a model for developing a TPA environment that is adaptive to children's needs, sustainable, and supports a modern care system based on smart homes.Keywords: built environment; childcare; smart home; child-friendly design; timiomi daycare.