Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Makna Industri Kreatif Kearifan Lokal Kerajinan Limbah Pelepah Pinang Masyarakat Pinggiran Desa Mendis Lesi Hertati; Lilis Puspitawati; Rilla Gantino; Meifida Ilyas
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 2 No. 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v2i1.29

Abstract

Tujuan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa dalam mengolah limbah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam atau limbah-limbah yang disekitar. Serta memberikan pelatihan kepada masyarakat di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dalam menciptakan ide kreatif dalam membuat produk inovatif pelepah pinang. Pada metode pelaksanan terdiri dari tahapan kegiatan sosialisasi, pengajaran, aplikasi, dan evaluasi. Pada tahapan sosialisasi diberikan Pelatihan di tanah lapangan penduduk setempat, pada tahapan pengajaran diberikan pengetahuan Pengolahan limbah Pelepah Pinang. Tahapan ketiga diberikan pelatihan inovasi produk kreatif atau menciptakan sebuah produk inovatif. tahap akhir adalah tahapan evaluasi, dimana diberikan pemahaman dan solusi pengembangan produk baru. Indikator pelaksanaan berupa Kuesioner pre-test dan post-test serta kemampuan dan tingkat pemahaman dalam menguasi pangsa pasar dan penghasilan dari pengolahan limbah. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan sebuah pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat serta produk inovasi pengelolaan pelepah pinang yang merupakan hasil kreatifitas serta ide masyarakat Muba sebagai produk yang ramah lingkungan dan layak dipasarkan di dunia.
PENGARUH COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN VIRTUAL DI INDONESIA Ahmad Darmawan; Lesi Hertati; Lilis Puspitawati; Rilla Gantino; Meifida Ilyas
Indonesian Journal of Thousand Literacies Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of a Thousand Literacy
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.289 KB) | DOI: 10.57254/ijtl.v1i2.40

Abstract

The Covid-19 pandemic that hit almost all countries in the world, including Indonesia, caused tremendous panic for the entire community, as well as devastating all sectors of life. The Indonesian government also adopted a policy that aims to break the chain of transmission of the Covid-19 pandemic. One of them is the application of social distancing policies, where residents must carry out all activities at home, such as working, studying, including carrying out worship. The application of this social distancing policy clearly has a profound impact on all sectors of life, especially the economic sector, which indirectly causes economic slowdowns. Apart from having an impact on the economic sector, the education sector was also hit by a quite fatal impact. Teaching and learning activities have to be done remotely. However, from this policy there are also many parties who are not ready to carry out learning via distance or what is known as online. Readiness still needs to be addressed from distance learning, many people apparently cannot participate in distance learning activities due to the limited ability of the community, many of whom do not have the tools that support distance learning
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) DAN HARGA JUAL PADA UMKM KELASAN KEMASAN ANEKA RASA DI DESA PETANANG, KABUPATEN MAUARA ENIM Widya Septya Wati; Putri Apriliani; Puja Desti Putri; RM. Rum Hendarmin; Lesi Hertati; Siti Komariah Hildayanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18817

Abstract

Pelaku usaha Kelasan di Desa Petanang dapat memahami konsep perhitungan harga utama penjualan dan harga jual yang sempurna. Mereka juga dapat mengembangkan kelasan dengan variasi rasa yang berbeda dan mengemasnya dalam kemasan yang menarik. Hal ini diharapkan dapat membantu mengembangkan perekonomian di Desa Petanang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ada beberapa hambatan pada pelaksanaan kegiatan ini. Beberapa pelaku usaha Kelasan masih memiliki keterbatasan pengetahuan tentang konsep akuntansi dan perhitungan harga pokok penjualan. Mereka diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep akuntansi serta perhitungan harga pokok penjualan yang tepat. Disamping itu, Diharapkan dengan adanya pendampingan dan pelatihan ini, pelaku usaha Kelasan di Desa Petanang dapat mengoptimalkan potensi bisnis mereka dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
Makna Industri Kreatif Kearifan Lokal Kerajinan Limbah Pelepah Pinang Masyarakat Pinggiran Desa Mendis Lesi Hertati; Lilis Puspitawati; Rilla Gantino; Meifida Ilyas
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 2 No. 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v2i1.29

Abstract

Tujuan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa dalam mengolah limbah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam atau limbah-limbah yang disekitar. Serta memberikan pelatihan kepada masyarakat di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dalam menciptakan ide kreatif dalam membuat produk inovatif pelepah pinang. Pada metode pelaksanan terdiri dari tahapan kegiatan sosialisasi, pengajaran, aplikasi, dan evaluasi. Pada tahapan sosialisasi diberikan Pelatihan di tanah lapangan penduduk setempat, pada tahapan pengajaran diberikan pengetahuan Pengolahan limbah Pelepah Pinang. Tahapan ketiga diberikan pelatihan inovasi produk kreatif atau menciptakan sebuah produk inovatif. tahap akhir adalah tahapan evaluasi, dimana diberikan pemahaman dan solusi pengembangan produk baru. Indikator pelaksanaan berupa Kuesioner pre-test dan post-test serta kemampuan dan tingkat pemahaman dalam menguasi pangsa pasar dan penghasilan dari pengolahan limbah. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan sebuah pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat serta produk inovasi pengelolaan pelepah pinang yang merupakan hasil kreatifitas serta ide masyarakat Muba sebagai produk yang ramah lingkungan dan layak dipasarkan di dunia.
PKM internasional Indonesia vs Malaysia aplikasi blockchain inovasi technopreneurial Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Eka Herlina; Iswandi sukanta Atmadja; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30399

Abstract

Abstrak Kegiatan  PKM internasional antara Indonesia dan Malaysia bertujuan membentuk blockchain bagian dari  teknologi terdesentralisasi yang menarik pengembangan solusi technopreneurial di berbagai sektor, termasuk di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini berfokus pada potensi aplikasi blockchain dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan teknologi kedua negara tersebut. Tujuan utama dari Program pengabdian kepada masyarakat  (PKM untuk mengeksplorasi dan membandingkan peluang blockchain sebagai fondasi bisnis digital yang lebih transparan, efisien, dan aman. Kegiatan dilakukan terhadap beberapa sektor potensial, seperti fintech, logistik, dan pendidikan. Hasil pengabdian kepada masyarakat  menunjukkan bahwa meskipun Indonesia dan Malaysia menghadapi tantangan yang serupa, seperti regulasi yang belum mapan dan resistensi terhadap adopsi teknologi baru, keduanya memiliki kekuatan unik. Indonesia unggul dalam potensi pasar domestik yang besar, sementara Malaysia lebih maju dalam hal infrastruktur teknologi dan regulasi blockchain. PKM ini merekomendasikan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dari kedua negara untuk mempercepat adopsi blockchain melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kebijakan yang pro-aktif. Program pengabdian kepada masyarakat   guna menciptakan ekosistem yang mendukung, mahasiswa, dosen antar negara untuk mengembangkan  inovasi dengan mendorong technopreneur muda dalam pengembangan solusi blockchain. Kata Kunci: blockchain; technopreneurship;  inovasi; ; ekosistem digital; pertukaran pengetahuan. Abstract The international PKM activity between Indonesia and Malaysia aims to form blockchain as part of a decentralized technology that attracts the development of technopreneurial solutions in various sectors, including in Indonesia and Malaysia. This activity focuses on the potential of blockchain applications in strengthening the innovation and technology entrepreneurship ecosystem of the two countries. The main objective of the Community Service Program (PKM) is to explore and compare blockchain opportunities as a foundation for a more transparent, efficient, and secure digital business. Activities are carried out in several potential sectors, such as fintech, logistics, and education. The results of community service show that although Indonesia and Malaysia face similar challenges, such as undeveloped regulations and resistance to the adoption of new technologies, both have unique strengths. Indonesia excels in its large domestic market potential, while Malaysia is more advanced in terms of technology infrastructure and blockchain regulations. This PKM recommends collaboration between business actors and governments from both countries to accelerate blockchain adoption through knowledge exchange and proactive policy development. The community service program aims to create a supportive ecosystem, students, lecturers between countries to develop innovation by encouraging young technopreneurs in developing blockchain solutions. Keywords: blockchain; technopreneurship; innovation; ; digital ecosystem; knowledge exchange
Workshop penataan hutan desa taman main layang-layang guna mengurangi gadget dikalangan anak-anak Endang Sri Lestari; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24667

Abstract

Abstrak Penataan hutan desa menjadi taman wisata dan taman main layangan merupakan upaya integratif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan bermain yang aman, edukatif, dan menarik bagi anak-anak sambil mempromosikan keberlanjutan pengelolaan hutan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak positif dari transformasi hutan desa menjadi destinasi wisata dan taman bermain layangan dalam mengurangi risiko gadget atau cedera di kalangan anak-anak. Metode pengabdian kepada Masyarakat melibatkan sosialisasi dan survei masyarakat, analisis perubahan fisik hutan desa, dan pemantauan aktivitas anak-anak di taman wisata dan taman main layangan. Data dianalisis untuk menilai tingkat keamanan, keterlibatan masyarakat, dan tingkat kunjungan wisatawan. Hasil pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa penataan hutan desa menjadi taman wisata dan taman main layangan memberikan dampak positif yang signifikan dalam mengurangi risiko gadget di kalangan anak-anak. Fasilitas wisata dan bermain yang dirancang dengan keamanan sebagai prioritas utama telah meningkatkan daya tarik destinasi dan menarik perhatian wisatawan, sementara tetap memperhatikan keberlanjutan pengelolaan hutan. Masyarakat yang terlibat aktif dapat memberikan kontribusi positif terhadap keamanan dan daya tarik destinasi wisata, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan lokal. Pengabdian kepada Masyarakat ini menyediakan kerangka kerja praktis bagi pengembangan konsep serupa di daerah lain, mempertimbangkan kebutuhan anak-anak, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi termasuk pengembangan program edukatif di taman wisata, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan menjadi model inovatif untuk mendukung pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Kata kunci: penataan hutan desa; taman wisata; taman main layangan; guna mengurangi gadget; dikalangan anak-anak Abstract The arrangement of village forests into tourist parks and kite parks is an integrative effort that aims to create a safe, educational and attractive play environment for children while promoting sustainable forest management. This Community Service aims to evaluate the positive impact of transforming village forests into tourist destinations and kite playgrounds in reducing the risk of getting injured or injured among children. Community service methods involve community outreach and surveys, analysis of physical changes in village forests, and monitoring children's activities in tourist parks and kite parks. Data is analyzed to assess the level of security, community involvement and level of tourist visits. The results of community service show that the arrangement of village forests into tourist parks and kite parks has had a significant positive impact in reducing the risk of getting caught among children. Tourist and play facilities designed with safety as a top priority have increased the attractiveness of the destination and attracted the attention of tourists, while still paying attention to the sustainability of forest management. Actively involved communities can make a positive contribution to the safety and attractiveness of tourist destinations, while increasing local income and welfare. This Community Service provides a practical framework for the development of similar concepts in other areas, taking into account the needs of children, environmental sustainability and community welfare. Recommendations include the development of educational programs in tourist parks, strengthening infrastructure, as well as collaboration between government, the private sector and the community to create safe and sustainable tourist destinations into innovative models to support sustainable tourism and environmental preservation. Keywords: village forest arrangement; tourist park; kite playground; in order to reduce gadget; among children.
Lingkungan binaan design taman penitipan anak pengembangan rumah cerdas timiomi daycare Endang Sri Lestari; Sandra Eka Febrina; Raden Ahmad Nur Ali; Anta Sastika; Lesi Hertati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31295

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini membahas perancangan dan pengembangan lingkungan binaan pada Taman Penitipan Anak (TPA) berbasis konsep rumah cerdas dengan studi kasus Timiomi Daycare. Fokus utama terletak pada penciptaan ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui integrasi teknologi serta pendekatan desain yang ramah anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini beradaptasi dengan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengelola daycare serta orang tua. Hasil pengabdian masyarakat dari studi ini menunjukkan bahwa pengembangan lingkungan fisik yang didukung teknologi pintar seperti sistem monitoring keamanan, pencahayaan otomatis, dan kontrol suhu ruangan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan rasa aman bagi anak dan orang tua. Fasilitas dilengkapi mainan edukatif, puzzle, balok, buku cerita, dan area bermain lunak (soft play), area taman dengan permainan fisik seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan yang aman, berujuan untuk menstimulasi motorik kasar dan halus, serta melatih interaksi sosial. Selain itu, penataan ruang yang fleksibel, pemilihan material non-toksik, serta integrasi area bermain edukatif turut menunjang perkembangan motorik dan kognitif anak. Hasil ppengabdian masyarakat  ini merekomendasikan model pengembangan lingkungan TPA yang adaptif terhadap kebutuhan anak, berkelanjutan, dan mendukung sistem pengasuhan modern berbasis rumah cerdas. Kata kunci: lingkungan binaan; taman penitipan anak; rumah cerdas; desain rumah anak; timiomi daycare Abstract This community service discusses the design and development of a built environment in a Child Care Center (TPA) based on the concept of a smart home with a case study of Timiomi Daycare. The main focus is on creating a safe, comfortable space that supports the growth and development of early childhood through the integration of technology and a child-friendly design approach. The purpose of this community service is adapted from literature studies, field observations, and interviews with daycare managers and parents. The results of community service from this study indicate that the development of a physical environment supported by smart technology such as a security monitoring system, automatic lighting, and room temperature control can improve the quality of service and provide a sense of security for children and parents. The facilities are equipped with educational toys, puzzles, blocks, story books, and soft play areas, garden areas with safe physical games such as slides, seesaws, and swings, aimed at stimulating gross and fine motor skills, and training social interaction. In addition, flexible spatial planning, selection of non-toxic materials, and integration of educational play areas also support children's motor and cognitive development. The results of this community service recommend a model for developing a TPA environment that is adaptive to children's needs, sustainable, and supports a modern care system based on smart homes.Keywords: built environment; childcare; smart home; child-friendly design; timiomi daycare.
Workshop pertukaran budaya Indonesia-Thailand melalui aplikasi bisnis akibat perubahan sosial kerja sama PKM internasional Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Lesi Hertati; Janty T. Hidayat; Nabila Nurfaiza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24243

Abstract

Abstrak Kegiatan PKM Internasional dilakukan dalam rangka pertukaran budaya antara Indonesia- Tailand hal ini didorong oleh perubahan teknologi digital bisnis global yang begitu cepat sehingga  membuka peluang baru untuk pertukaran budaya antar negara. PKM  ini mengkaji bagaimana digitalisasi bisnis mempengaruhi perubahan sosial dalam praktik berjualan di media Sosial khususnya antara Indonesia dan Thailand, melalui kerja sama PKM Internasional. Pendekatan kualitatif yang mencakup wawancara dan membagi kuisioner pretest dan postest  dan analisis konten menelusuri pengalaman pedagang online antara konsumen di kedua negara. Hasil temuan membuktikan bahwa digitalisasi bisnis, terutama melalui platform marketplace, memfasilitasi pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand, hal ini menyebakan produk dan praktik bisnis lokal untuk menembus pasar asing. Kerja sama dalam rangka PKM Internasional memperkuat pertukaran produk  dengan memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antara pelaku bisnis dari kedua negara. Perubahan sosial yang teramati termasuk adaptasi strategi pemasaran, pembentukan jejaring antarbudaya, dan peningkatan kesadaran akan keanekaragaman budaya. guna pengembangan bisnis internasional dan harmoni lintas budaya dibahas dalam konteks kolaborasi PKM Internasional. Kata Kunci: workshop; pertukaran budaya; digitalisasi bisnis; perubahan sosial; berjualan di marketplace; PKM internasional Abstract International PKM activities are carried out in the context of cultural exchange between Indonesia and Thailand. This is driven by rapid changes in global business digital technology, opening up new opportunities for cultural exchange between countries. This PKM examines how business digitalization influences social change in the practice of selling on social media, especially between Indonesia and Thailand, through PKM International collaboration. A qualitative approach that includes interviews and pretest and posttest questionnaires and content analysis explores the experiences of online merchants among consumers in both countries. The findings prove that business digitalization, especially through marketplace platforms, facilitates cultural exchange between Indonesia and Thailand, this allows local products and business practices to penetrate foreign markets. Cooperation within the framework of PKM International strengthens product exchange by facilitating the transfer of knowledge and experience between business people from both countries. Observed social changes include adaptation of marketing strategies, formation of intercultural networks, and increased awareness of cultural diversity. for international business development and cross-cultural harmony are discussed in the context of International PKM collaboration. Keywords: cultural exchange; business digitalization; social transformation; selling on the marketplace PKM international.