Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMBINATION TREATMENT EFFECT OF HABBATUSSAUDA (NIGELLA SATIVA) AND ALLOPURINOL FOR HYPERURICEMIA Utomo, Feriandri; Suci Rahmayanti; Uly Astuti Siregar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7505

Abstract

More than 50% of hyperuricemia patients could not maintain a reduction in serum urate at the most commonly used dose of Allopurinol as initial urate lowering drug. Habbatussauda (Nigella sativa) has been shown to increase excretion of urate in pre clinical studies. This research studied the combination effects of Habbatussauda and Allopurinol to induce the effects and to reduce the required high doses of Allopurinol. The design of this study was experimental using a pretest posttest with control group design. This study used 24 mice (Mus muscullus) which were divided into: the negative control group (aquadest), the positive control group that was given Kalium Oxonat as an induction of hyperuricaemia and Allopurinol, the treatment group 1 (Kalium Oxonat and Habbatussauda), and the treatment group 2 (Kalium Oxonat and combination of Allopurinol and Habbatussauda). Statistical analysis was carried out to test the differences in blood urate level before and after treatment, using One-Way ANOVA and Post Hoc Bonferroni. This study found decrease in urate level in the positive control group and all treatment groups which was significantly different between groups (p < 0,05). Nevertheless, the reduction in urate level in Allopurinol group was greater insignificantly than in Habbatussauda and Allopurinol combination group (p > 0,05). This study concluded that Habbatussauda does not have the potential to increase antihyperuricemia effect of Allopurinol.
Perbandingan Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi dalam Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Agama Islam Muhajir Darwis; Gustia Audina; Putri Natasya Rizti; Suci Rahmayanti; Muhammad Mujahidin Assidiqi; Herlinawati; Muhammad Haikal
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara metode ceramah dan metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan strategi pembelajaran yang tidak hanya mampu menyampaikan materi secara efektif, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder seperti artikel jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen pembelajaran PAI, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah efektif dalam menyampaikan materi secara sistematis dan meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama ketika dipadukan dengan teknologi dan pendekatan interaktif. Namun, metode ini cenderung kurang melibatkan siswa secara aktif. Di sisi lain, metode diskusi memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami materi secara mendalam melalui interaksi langsung. Kendati demikian, keberhasilan metode diskusi bergantung pada kesiapan guru, manajemen waktu, serta keterlibatan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kedua metode memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Oleh karena itu, penggabungan metode ceramah dan diskusi secara seimbang dan terencana sangat dianjurkan untuk menciptakan pembelajaran PAI yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna serta meningkatkan hasil belajar siswa secara komprehensif.