Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK TIPOLOGI FASAD BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA BLITAR Zai Dzar Al Farisa; Herry Santosa; Jenny Ernawati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.22958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tipologi fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Metode penelitian secara kualitatif-deskriptif dengan menganalisa setiap elemen arsitektural pada fasad bangunan melalu observasi langsung dan bantuan studi literatur. Kriteria pemilihan sampel sejumlah 6 bangunan mengacu pada undang-undang cagar budaya dan dipilih satu dari setiap fungsi bangunan yang terdapat pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Blitar (stasiun, kantor, hotel, tempat peribadahan, tempat pendidikan, dan bangunan situs budaya). Hasil penelitian berupa karakteristik tipologi fasad bangunan kolonial berdasarkan elemen arsitektural, yaitu atap, dinding, pintu, jendela, ornamen, dan kolom. Keenam bangunan memiliki karakteristik bangunan kolonial sesuai dengan teori yang telah dikaji.This research aims to identify the typological characteristics of colonial building facades in Blitar City. The research method is qualitative-descriptive by analyzing each architectural element on the building facade through direct observation and literature study. The criteria for six samples refers to the cultural heritage law and selected from each building function found in the Blitar City’s Spatial and Regional Plan (railway station, office, hotel, place of worship, place of education, and cultural site building). The result of the research is the typological characteristics of colonial building facades based on the architecutal elements, such as roofs, walls, doors, windows, ornaments, and columns. All six buildings have colonial building characteristics in accordance with the theory that has been studied.
Kualitas Visual Fasad Bangunan Kolonial di Kota Blitar berdasarkan Persepsi dan Pengetahuan Publik Zai Dzar Al Farisa; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.420

Abstract

Kota Blitar yang terkenal dengan warisan sejarahnya, memiliki banyak bangunan kolonial yang menjadi identitas kota. Fasad bangunan kolonial berperan penting dalam membentuk estetika kota sekaligus merefleksikan nilai sejarah. Namun, fasad bangunan tersebut mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan dan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelestarian, sedangkan pelestarian menjadi hal penting dalam upaya city branding sebagai kota heritage. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan masyarakat dan persepsi mereka terhadap kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang fokus pada karakteristik fisik fasad atau persepsi visual secara umum, penelitian ini mengintegrasikan dimensi pengetahuan masyarakat, meliputi gaya, fungsi, lokasi, sejarah, dan usia bangunan. Pendekatan kuantitatif-deskriptif digunakan, dengan 6 bangunan kolonial yang dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan 100 orang masyarakat umum dan 100 orang masyarakat profesional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis mean menggunakan SPSS. Temuan pada penelitian ini adalah, pengetahuan masyarakat umum lebih dominan pada aspek lokasi, sedangkan masyarakat profesional lebih memahami gaya bangunan, dan pengetahuan tentang sejarah memiliki nilai terendah di kedua kelompok. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual memiliki pengaruh lebih besar terhadap persepsi dibandingkan pengetahuan tentang bangunan, mendukung urgensi edukasi publik untuk meningkatkan apresiasi terhadap nilai sejarah bangunan kolonial.