Nina Tania Lestari
Product Design Program, Industrial Engineering Department, BINUS ASO School of Engineering, Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia 11480

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Faktor Penyebab Rejected Fresh Part Garnish-Tailgate UPR Dan Usulan Perbaikan Proses Fresh Part Handling Dengan Metode FMEA Dan AHP Di Automotive Manufaktur PT. BBC Nina Tania Lestari; Wiwik Sulistiyowati
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7697

Abstract

PT.BBC adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Automotive yang merupakan perusahaan Joint Venture antara dua produsen besar yang ada di ASIA. Bisnis inti PT. BBC adalah Injection, Painting, dan Assembly. Dan Finish Good hasil dari assembly di PT.BBC akan di kirim ke manufactur assembly automotive untuk di rakit menjadi satu-kesatuan product mobil. Proses penanganan fresh part handling masih belum optimal, tingginya angka reject fresh part khususnya Garnish Tailgate UPR, ketika ada fresh part yang reject, kerugian akan di tanggung oleh PT. BBC, dan juga dapat mengganggu jalannya proses produksi. Fresh part Garnish-Tailgate UPR merupakan item yang harus di process painting warna crome sebelum di process assembly dengan bagian pintu belakang mobil sebelum bagian pintu mobil tsb di kirimkan ke customer. Reject yang terjadi pada fresh part Garnish-Tailgate UPR disebabkan beberapa hal, yaitu kondisi box yang tidak sesuai, metode penumpukan fresh part di dalam box yang kurang optimal, serta proses pembongkaran, sebagian besar penyebab terjadinya reject fresh part terjadi pada saat pra produksi, yaitu mulai dari proses receiving dan proses keeping. Jenis reject antara lain reject Sink Mark, Discoloration, dan Delamination. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab munculnya reject pada proses fresh part handing item Garnish-Tailgate UPR, menentukan solusi untuk meminimalkan atau menghilangkan reject yang disebabkan oleh proses fresh part handling, dan menganalisis serta memperbaiki suatu proses kerja secara nyata untuk menentukan solusi untuk meminimalkan atau menghilangkan reject yang muncul pada proses fresh part handling pada Garnish-Tailgate UPR. Data pada penelitian ini akan di olah dengan Metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisa dengan menggunakan metoda FMEA di dapatkan jenis reject yang harus di atasi terlebih dahulu adalah tipe Reject Sink Mark dan Reject Delamination, dan peran serta Management serta department terkait harus mengetahui dan juga menginformasikan hal ini kepada supplier, sehingga rejected jenis ini bisa dikendalikan mulai dari process pengiriman fresh part dari supplier ke PT.BBC serta saat di terima PT. BBC dan diprocess keeping. Selanjutnya untuk mengetahui prioritas apa saja yang harus dilakukan untuk Mengendalikan Kualitas Fresh Part Garnish-Tailgate UPR di PT. BBC adalah Perbaikan Box Keeping, kemudian dilakukan training Receiving Activity, dan dilakukan perbaikan packing Keeping, dan prioritas terakhir adalah Perbaikan SOP Receiving, dan semua ini harus ada komitment dari Management dan department terkait untuk melakukan aktivitas perbaikan tersebut sesuai dengan urutan prioritas yang ada.
The Analysis Of Risk Assessment On Fiber Optic Production Line Using The Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control (Hiradc) Nina Tania Lestari
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 2 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i2.9416

Abstract

ABSTRACT The demand for optical fiber increases to meet the demands of Industry 4.0, companies that manufacture optical fiber must seize this moment to generate profitable business. However, let us not forget how important safety is to all employees working in the fiberglass industry, especially production employees who are directly involved in the fiberglass production process. This study focusses on Risk assessment for patch cords cables production using HIRADC method. The activities of Patch Cord Cable production are divided into 6 steps are striping, curing, trimming, crimping, inspection, packing. Risk assessment in the patch cord production process activities to the packing process by conducting a HIRADC Analysis from determining hazards, potential incidents, to risk ratings. The results of this study obtained additional control for recommended to eliminate the potential for work accidents in the activity Striping, Curing Trimming, Crimping, and Inspection to increase productivity production Cable Fiber Optic (item product: Patch Cord) in PT. JK aligns with SDG 9 that industrialization development can be achieved by improving manufacturing productivity by reducing or eliminating the possibility of occupational accidents. Keywords: Optical fiber, Risk Assessment, HIRADC, SDG