Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Perubahan Batas Kampung Dengan Pendekatan Kartometrik Di Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan Ilyas Ilyas; Raga Maulana; Agung Mahadi Putra Perdana
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 2 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i2.9329

Abstract

Kecamatan Rebang Tangkas memiliki permasalahan terkait dengan peta batas desa yang bersumber dari Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) Badan Informasi Geospasial (BIG). Permasalahan tersebut yaitu dengan adanya tumpang tindih lahan yang saling klaim oleh beberapa desa di Kecamatan Rebang Tangkas. Hal ini disebabkan karena belum adanya peraturan dan sumber hukum yang jelas dari pemerintah. Oleh karena itu, penetapan batas desa merupakan hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan. Sesuai dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Petunjuk Penetapan dan Penegasan Batas Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kartometrik. Metode tersebut tidak memerlukan peninjauan kelapangan apabila batas desa sudah disepakati diatas peta kerja. Hasil penelitian ini membandingkan peta yang bersumber dari PPBW BIG dengan peta hasil kesepakatan masyarakat dengan menggunakan metode kartometrik. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode kartometrik maka terdapat penambahan luas sebesar 2358,578 Ha. Luas wilayah desa bersumber dari PPBW BIG sebesar 16097,214 Ha, Sedangkan setelah dilakukan kajian dengan menggunakan metode kartometrik luasnya berubah menjadi 18455,795 Ha. Selain perbedaan luas wilayah desa, juga terjadi perbedaan penarikan segmen batas desa pada tiap tiap desa di Kecamatan Rebang Tangkas. Kata Kunci: Batas Wilayah, Kartometrik, Luas Wilayah, Segmen.
Coastal Flood Inundation Mapping and Hazard Zonation of Bandar Lampung City Using GIS and OpenStreetMap Agung Mahadi Putra Perdana; Meida Cahyo Untoro; Ilyas Ilyas; Mugi Prasetiawan; Amir Faisal
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.114173

Abstract

The coastal area of Bandar Lampung City is increasingly exposed to flood inundation from extreme rainfall and tidal flooding associated with sea-level rise, requiring an integrated spatial mapping approach. This study maps coastal flood inundation using Sentinel-1 SAR imagery, develops flood hazard zonation through the Analytical Hierarchy Process (AHP), and disseminates the results through an OpenStreetMap-based WebGIS platform. The methodology combines Random Forest classification of Sentinel-1 dual-polarization imagery (VV/VH) using fourteen feature variables, AHP–Weighted Linear Combination for hazard zonation based on seven physical parameters (CR = 0.047), LSTM-based prediction, and Smart GIS Dashboard development using PostGIS, GeoServer, Leaflet, and MapLibre. The results indicate 1,247 ha of inundated area, representing 13.9% of the 8,956 ha study area, mainly concentrated in Teluk Betung Selatan and Panjang. Hazard zonation identifies 847 ha as high hazard, 1,932 ha as medium hazard, and 6,177 ha as low hazard. High-hazard zones expose 4,312 buildings, 27.3 km of roads, and 23 critical facilities. The Random Forest model achieved 93.7% accuracy, while the WebGIS platform obtained a SUS score of 74.6. Unlike previous isolated mapping approaches, this study integrates machine learning, multi-criteria hazard assessment, asset exposure analysis, and open-source WebGIS dissemination to support coastal mitigation and spatial planning.