Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa Terhadap Bahan Ajar Digital Berbasis Etnomatematika dengan Model Project-Based Learning Andang Andang; Arnasari Merdekawati Hadi; Murtalib Murtalib
Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v9i2.3595

Abstract

The development of technology and the rich local culture can enhance mathematics learning, especially at SMPN 1 Kota Bima. However, the integration of ethnomathematics with digital technology and project-based learning (PjBL) models is still limited, creating a gap in the utilization of this potential. Most previous research has focused more on the design and implementation of teaching materials, without giving adequate attention to the analysis of the needs of teachers and students. Specific needs related to the integration of Bima's local culture with the PjBL model in mathematics education have not been widely discussed. This study aims to analyze the needs of teachers and students at SMPN 1 Kota Bima regarding digital teaching materials based on ethnomathematics integrated with the PjBL model, as well as to identify barriers and technological preferences influencing the design of these materials. This study uses a qualitative descriptive approach with a needs analysis survey method, involving three mathematics teachers and 50 eighth-grade students. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, and analyzed using descriptive statistics and the Miles and Huberman data analysis model. The analysis results indicate that the majority of students appreciate mathematics learning that is relevant to everyday life, although the connection to local culture is still limited. The use of technology in mathematics learning is also relatively low, while the application of the PjBL model increases student participation, despite challenges in its implementation. These findings suggest the need for the development of digital teaching materials that integrate Bima's local culture within the context of mathematics education. In addition, training support for teachers and improved access to technology are also crucial to enhance student engagement and learning effectiveness.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Metakognisi untuk Meningkatkan Konstruksi Pengetahuan, Berpikir Kritis, dan Literasi Digital Siswa SMP Andang Andang; Saifullah Saifullah; Arnasari Merdekawati Hadi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4592

Abstract

Pengembangan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan untuk menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pencapaian kompetensi tersebut memerlukan model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan metakognisi siswa secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi untuk meningkatkan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Bima dengan melibatkan 60 siswa sebagai responden angket dan tiga guru sebagai informan wawancara. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran berada pada kategori baik (M = 3,03), demikian pula metakognisi (M = 2,75), konstruksi pengetahuan (M = 2,81), berpikir kritis (M = 2,73), dan literasi digital (M = 2,96). Meskipun demikian, guru dan siswa menunjukkan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi (M = 3,84). Sintesis hasil penelitian mengindikasikan bahwa model yang dikembangkan perlu mengintegrasikan aktivitas planning, monitoring, evaluating, dan reflecting, serta didukung oleh sintaks pembelajaran yang sistematis, perangkat pembelajaran, media digital, dan asesmen autentik. Penelitian ini memberikan dasar empiris sekaligus konseptual bagi pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di SMP untuk memperkuat konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa.