Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi PT. ATINA Watangsawitto Pinrang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan (Analisis Ekonomi Islam) Amalia S Tapparang
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 1 No. 4 (2023): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v1i4.545

Abstract

Abstract. PT. Alter Trade Indonesia or known as PT. ATINA Watangsawitto Pinrang is a type of company involved in the fish and other aquatic biota freezing industry. Implementing strategies to improve employee welfare is very necessary in this company. This is because attention to the work environment will be very beneficial for employees and the agency itself, because a good environment will create work enthusiasm for employees. This research aims to determine the form of strategy used by PT. ATINA in improving employee welfare. As well as Islamic economic analysis of the forms of strategy implemented by PT. ATINA in improving employee welfare The results of this research show that 1) the form of strategy used by PT. ATINA improves employee welfare through the BPJS Health, BPJS Employment, Old Age Allowance (THT) and Holiday Allowance (THR) programs, which are programs that are usually available in other companies. 2) Islamic Economics Review of the role of welfare programs which greatly influence employees, especially the BPJS Health, BPJS Employment, Old Age Allowance (THT) and Holiday Allowance (THR) programs owned by PT. ATINA. However, in Islam, it is not only material things that assess a person's well-being, but it is also assessed using non-material measures such as the fulfillment of spiritual needs, the maintenance of moral values, and the realization of social harmony and peace of mind, especially in the worship activities of PT employees. ATINA. Keywords: Strategy, Employee Welfare, Islamic economic Abstrak. PT. Alter Trade Indonesia atau yang dikenal dengan PT. ATINA Watangsawitto Pinrang merupakan salah satu jenis perusahaan yang berkecimpung dibidang industri pembekuan ikan dan biota perairan lainnya. Penerapan strategi dalam peningkatan kesejahteraan karyawan sangatlah diperlukan pada perusahaan ini. Hal ini dikarenakan perhatian terhadap lingkungan kerja akan sangat bermanfaat bagi para pegawai dan instansi itu sendiri, karena lingkungan yang baik akan menimbulkan semangat kerja bagi para pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk strategi yang digunakan oleh PT. ATINA dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Serta analisis ekonomi Islam terhadap bentuk strategi yang diterapkan oleh PT. ATINA dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) bentuk strategi yang digunakan PT. ATINA dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan adalah melalui program BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Tunjangan Hari Tua (THT) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yaitu program yang biasa di dapatkan diperusahaan lainnya. 2) Tinjauan Ekonomi Islam terhadap peran program kesejahteraan sangat berpengaruh pada karyawan terutama program BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Tunjangan Hari Tua (THT), dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dimiliki oleh PT. ATINA. Namun didalam Islam bukan hanya materi saja yang menilai kesejahteraan seseorang tetapi juga dinilai dengan ukuran nonmaterial seperti terpenuhinya kebutuhan spiritual, terpeliharanya nilai-nilai moral, dan terwujudnya keharmonisan sosial dan ketengan jiwa terutama dalam kegiatan beribadah karyawan PT. ATINA. Kata Kunci: Strategi, Kesejahteraan karyawan, Ekonomi Islam
Pemberdayaan Ekonomi Menuju Independent Woman Dalam Lingkup Lembaga Keuangan Syariah Wahyuni Wahyuni; Andi Bisyriani; Rasyidah Bulqis; Amalia S Tapparang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga keuangan syariah dalam mendorong kemandirian perempuan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di tengah keterbatasan akses modal dan dominasi struktur sosial patriarkis. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana instrumen keuangan syariah dapat menjadi sarana inklusi finansial yang membuka ruang bagi perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari partisipasi langsung responden perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur akademik, laporan resmi, dan publikasi ilmiah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan kapasitas usaha perempuan melalui penyediaan pembiayaan yang lebih inklusif dan sesuai prinsip syariah. Dukungan ini memungkinkan perempuan mengembangkan usaha kecil di sektor kuliner dan kebutuhan pokok, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat peran mereka dalam menopang perekonomian keluarga. Namun, penelitian juga menemukan tantangan berupa beban ganda (Triple Burden), risiko dominasi pasangan dalam pengelolaan kredit, dan keterbatasan pendapatan usaha. Meskipun demikian, program literasi keuangan, pendampingan usaha, serta integrasi nilai-nilai sosial syariah terbukti mampu memperluas ruang partisipasi ekonomi perempuan sekaligus mengurangi ketimpangan gender. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akses pembiayaan syariah, jika ditopang oleh literasi dan pendampingan yang berkelanjutan, dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Implikasi praktisnya, diperlukan desain kebijakan yang mensinergikan peran lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan komunitas dalam menciptakan model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.