Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Menuju Independent Woman Dalam Lingkup Lembaga Keuangan Syariah Wahyuni Wahyuni; Andi Bisyriani; Rasyidah Bulqis; Amalia S Tapparang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga keuangan syariah dalam mendorong kemandirian perempuan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di tengah keterbatasan akses modal dan dominasi struktur sosial patriarkis. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana instrumen keuangan syariah dapat menjadi sarana inklusi finansial yang membuka ruang bagi perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari partisipasi langsung responden perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur akademik, laporan resmi, dan publikasi ilmiah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan kapasitas usaha perempuan melalui penyediaan pembiayaan yang lebih inklusif dan sesuai prinsip syariah. Dukungan ini memungkinkan perempuan mengembangkan usaha kecil di sektor kuliner dan kebutuhan pokok, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat peran mereka dalam menopang perekonomian keluarga. Namun, penelitian juga menemukan tantangan berupa beban ganda (Triple Burden), risiko dominasi pasangan dalam pengelolaan kredit, dan keterbatasan pendapatan usaha. Meskipun demikian, program literasi keuangan, pendampingan usaha, serta integrasi nilai-nilai sosial syariah terbukti mampu memperluas ruang partisipasi ekonomi perempuan sekaligus mengurangi ketimpangan gender. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akses pembiayaan syariah, jika ditopang oleh literasi dan pendampingan yang berkelanjutan, dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Implikasi praktisnya, diperlukan desain kebijakan yang mensinergikan peran lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan komunitas dalam menciptakan model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.
Analisis Efektivitas Koperasi Syariah Dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Wanita Pada Wilayah Pedesaan Wahyuni Wahyuni; Rasyidah Bulqis; Muhammad Amin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9948

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas koperasi syariah sebagai sarana pemberdayaan ekonomi perempuan di daerah pedesaan, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi melalui akses modal, pelatihan, dan penguatan jejaring usaha. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif agar hasilnya dapat diimplementasikan pada objek penelitian tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi syariah berperan signifikan dalam meningkatkan akses modal usaha kecil, mendorong pelatihan keterampilan, serta memperkuat literasi keuangan dan partisipasi ekonomi perempuan. Beberapa anggota mampu mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga, meskipun skala usaha masih terbatas. Temuan ini mengimplikasikan bahwa koperasi syariah dapat menjadi salah satu model kelembagaan ekonomi berbasis komunitas yang efektif dalam pemberdayaan perempuan di daerah pedesaan dalam kerangka maqāṣid al‑sharī‘ah. Implikasi praktisnya adalah perlunya dukungan kelembagaan, pelatihan berkelanjutan, dan regulasi yang mendukung penguatan koperasi syariah di tingkat desa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa koperasi syariah terbukti efektif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan pedesaan apabila dibangun atas prinsip keadilan, keanggotaan inklusif, dan literasi keuangan syariah yang memadai. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemberdayaan perempuan melalui ekonomi Islam di daerah pedesaan Indonesia serta memberikan dasar praktis bagi pengembangan program koperasi syariah berbasis gender di tingkat desa. Keterbatasan penelitian meliputi ruang lingkup yang hanya mencakup satu koperasi, sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan studi komparatif multi-lokasi dan pendekatan kuantitatif-kualitatif untuk menilai dampak jangka panjang koperasi syariah terhadap indeks kemandirian ekonomi perempuan.