Nur Farida
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan Wonosobo Siti Fatimah; Abdul Majid; Nur Farida
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/h0y7sk72

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengelolaan kurikulum Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di dalam pesantren yang memadukan pendidikan agama dan formal sekaligus mempertahankan ciri khas pendidikan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tata kelola kurikulum Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren Al-Mubaarok Manggisan Wonosobo. Faktor-faktor yang dianalisis mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, penilaian, serta unsur pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kurikulum. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang melibatkan kerja lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pengelola, pendidik, dan pihak terkait lainnya di pesantren. Validitas data dijamin dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Para pengelola kurikulum Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren Al-Mubaarok Manggisan telah menunjukkan tata kelola yang baik baik dalam merencanakan dan mengatur seluruhnya. PDF Al-Mubaarok Manggisan memiliki sistem yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan peningkatan kurikulum. Kurikulum yang telah digunakan merupakan gabungan antara apa yang disampaikan oleh Kementerian Agama dan apa yang mereka pelajari dari kitab kuning. Para pemimpin sekolah, guru, dan lingkungan di pesantren semuanya membantu keberhasilan kurikulum ini .Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan masih memiliki beberapa masalah. Diantaranya kekurangan tenaga untuk membantu, karena semua siswa berbeda, dan sulit menggunakan buku-buku lama dalam lingkungan sekolah modern. Dapat diketahui bahwa penggabungan cara belajar tradisional dengan cara baru, para siswa akan mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan tetap mempelajari tentang Islam. Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan dapat menjadi contoh bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan tanpa melupakan asal-usul nilai keagamaan.
IMPLEMENTASI METODE READING ALOUD KOLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ DI SD TAKHASSUS AL-QUR’AN KALIBEBER WONOSOBO Takhta Alfina; Abdul Majid; Nur Farida
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7630

Abstract

Pendidikan Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sistem pendidikan Islam karena menjadi landasan utama dalam membentuk keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik. Pelaksanaan program tahfidz pada usia sekolah dasar dipandang penting karena masa anak-anak merupakan fase yang sangat potensial dalam perkembangan daya ingat dan pembentukan kebiasaan belajar. Dalam praktiknya, pembelajaran tahfidz masih menghadapi berbagai permasalahan yang mempengaruhi kualitas hafalan siswa. inovasi dalam pembelajaran tahfidz diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, baik secara mental maupun verbal. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran tahfidz ialah metode reading aloud kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk mendeskripsikan penerapan metode reading aloud kolektif pada siswa program tahfidz di SD Takhassus Al-Qur’an Kalibeber Wonosobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reading aloud kolektif  mampu menjadi strategi pembelajaran tahfidz yang efektif dalam membantu proses menghafal Al-Qur’an pada siswa sekolah dasar. Metode tersebut tidak hanya diterapkan sebagai aktivitas membaca bersama, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan membaca Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin, terarah, dan berkesinambungan di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Penerapan metode reading aloud kolektif di SD Takhassus Al-Qur’an Kalibeber Wonosobo juga memperlihatkan bahwa pembelajaran tahfidz pada program tahfidz intensif memerlukan pendekatan pedagogis yang aktif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar.