Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Debt to Equity Ratio (DER/X1), Debt Ratio (DR/X2), dan Times Interest Earned (TIE/X3) terhadap Rasio Profitabilitas Perusahaan Sektor Publik yang Terdaftar di BEI Novita Yuliana Sari; Lestari Wuryanti; Euis Mufahamah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Debt Ratio (DR), dan Times Interest Earned (TIE) terhadap rasio profitabilitas perusahaan sektor publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menjaga keberlanjutan kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 14 perusahaan sektor publik dengan total 70 observasi. Variabel independen yang digunakan meliputi Debt to Equity Ratio (DER), Debt Ratio (DR), dan Times Interest Earned (TIE), sedangkan variabel dependen adalah rasio profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap rasio profitabilitas (p=0,838), sedangkan Debt Ratio (DR) juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan (p=0,801). Sebaliknya, Times Interest Earned (TIE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio profitabilitas (p<0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,816 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 81,6% variasi profitabilitas perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga utang merupakan faktor yang lebih berperan dalam meningkatkan profitabilitas dibandingkan besarnya proporsi utang yang dimiliki perusahaan.