Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kontribusi Sistem Informasi Manajemen Dalam Kesinambungan Keberhasilan Pengusaha Kecil Ayunda Fatmasari
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 2 No 3 (2024): Edisi Januari 2024 - April 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jmdb.v2i3.1139

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) memainkan peran krusial dalam kesinambungan keberhasilan pengusaha kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kontribusi SIM dalam mendukung kesuksesan pengusaha kecil melalui tinjauan pustaka. Metode tinjauan pustaka digunakan untuk menyusun pemahaman mendalam tentang bagaimana SIM memengaruhi berbagai aspek kinerja dan kelangsungan usaha pengusaha kecil. Hasil analisis menunjukkan bahwa SIM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan akurat. Dengan memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh SIM, pengusaha kecil dapat mengoptimalkan strategi , meningkatkan daya saing, dan menghadapi tantangan yang dihadapi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Kesimpulannya, SIM bukan hanya menjadi alat penting dalam pengelolaan bisnis, tetapi juga merupakan faktor kunci dalam memastikan kesinambungan keberhasilan pengusaha kecil di pasar yang kompetitif saat ini.
Menggali Potensi Pasar Dan Strategi Peningkatan Omset Bagi Pedagang Pasar Melati Muhammad Safii Murad Daulay; Ahmad Yudhira; Ayunda Fatmasari; Mella Yunita; Indah Sari Liza Lubis; Ahmad Nadhira
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i2.1240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi pasar dan merumuskan strategi peningkatan omset bagi pedagang di Pasar Melati, Medan. Pasar Melati dikenal sebagai pusat perdagangan barang bekas bermerek, yang menjadi tumpuan hidup banyak pedagang. Namun, pedagang menghadapi tantangan besar akibat pelarangan penjualan barang bekas yang diterapkan pemerintah. Metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan langsung kepada pedagang tentang teknik peningkatan omset dan identifikasi potensi yang dapat dikembangkan. Tim pengabdian melakukan sesi penyuluhan dengan antusiasme tinggi dari pedagang, yang banyak mengungkapkan keluhan mereka terkait regulasi baru. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pedagang memiliki semangat tinggi untuk beradaptasi dan meningkatkan penjualan mereka jika diberikan dukungan dan kebijakan yang memadai. Potensi pengembangan Pasar Melati terletak pada keberagaman barang yang dijual dan daya tariknya sebagai pusat barang bekas berkualitas. Namun, regulasi yang menghambat perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan ekonomi para pedagang. Penelitian ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih mendukung serta program pelatihan berkelanjutan untuk para pedagang agar dapat meningkatkan omset dan kesejahteraan mereka. Dengan demikian, Pasar Melati dapat terus menjadi pusat ekonomi yang vital bagi masyarakat Medan.
Manajemen Kesejahteraan Umat: Peran Masjid sebagai Pusat Ekonomi Kerakyatan Muhammad Syafii Murad Daulay; uswatun hasanah; Ayunda Fatmasari
JURNAL SYIAR-SYIAR Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023- Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/syiar.v3i2.1075

Abstract

Masjid di Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, namun pemanfaatannya belum optimal. Dalam konteks ini, Wapres K.H. Ma'ruf Amin menekankan pentingnya meningkatkan peran masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat serta merumuskan strategi untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis pernyataan Wapres dan konteksnya dalam pembangunan ekonomi umat di masjid. Data dikumpulkan melalui webinar nasional dan analisis dokumen terkait. Masjid memiliki potensi besar sebagai basis pemberdayaan ekonomi umat, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Diperlukan model bisnis yang mendorong partisipasi aktif jemaah dalam kegiatan ekonomi di masjid, seperti pendirian lembaga keuangan ultra mikro syariah. Dapat disimpulkan peningkatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat merupakan langkah penting dalam membangun peradaban Islam yang moderat di Indonesia. Diperlukan upaya terus menerus untuk memperkuat pola pikir wasathy dan menjadikan masjid sebagai tempat penyebarannya, sehingga dapat mengembangkan kembali peradaban Islam dan mewujudkan umat terbaik.
Village financial accountability and local empowerment strategy in achieving Indonesia Emas 2045: A case study in Amplas Village M. Safii Murad Daulay; Uswatun Hasanah; Ayunda Fatmasari; Oppie Meisya Tanjung; Oki Prayogi; Hajatina Hajatina
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.586

Abstract

This study aims to explore village financial accountability and management strategies implemented for community economic empowerment toward the Indonesia Emas 2045 vision, using Amplas Village in Percut Sei Tuan District as a case study. A descriptive qualitative method was applied through field practice and direct interviews with the village head and local residents of the village. The results show that the village has established a Merah Putih Cooperative as a collective platform for managing agricultural and livestock products, which is officially registered and plays a key role in improving access to capital and product values. Additionally, government support programs, such as the Family Hope Program (PKH) and microenterprise training, have encouraged local community participation in economic activities. However, challenges remain, including unequal aid distribution and a lack of routine outreach. The study concludes that financial accountability through cooperatives and participatory village management strategies has contributed positively to economic empowerment, although further improvements are needed in reporting transparency and equal access to programs. These findings are expected to provide input for village policymakers in designing community-based financial and empowerment policy.