Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bimbingan Teknis Budidaya Lebah Madu Kelulut Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Damaris Payung; Normela Rachmawati; Susilawati Susilawati; Yazid Busthami; Mufidah Asyari; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Trisnu Satriadi; Muhammad Hasbi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.7936

Abstract

Kelompok Tani Harapan Maju Desa Kiram membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2020, namun dalam perjalanannya banyak menemui kendala antara lain (1) Toping banyak berjamur, kurang terjaga kebersihannya,sehingga lebah madu kelulut kurang produktif, lebah enggan membuat bejana atau kantong madu dalam toping (2) koloni lebah melarikan diri dari stup.  Terkait hal tersebut maka tim pengabdi ULM melaksanakan kegiatan pengabdian berupa (1) bimbingan teknis budidaya lebah madu kelulut terutama tentang pemeliharaan stup lebah madu kelulut, hama penyakit yang menyerang sarang lebah madu kelulut (2) bimbingan teknis pembuatan demplot tanaman pakan lebah madu kelulut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi atau penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Selama pelatihan, tim pengabdi diterima dengan baik oleh aparat desa dan mitra serta mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi dilakukan tim pengabdi bersama mahasiswa fakultas Kehutanan ULM dan berjalan dengan baik. Pelatihan yang diberikan kepada mitra meliputi budidaya lebah madu kelulut yaitu manajemen budidaya lebah madu kelulut. Dari hasil kegiatan pengabdian terdapat masalah yaitu koloni lebah, lebah yang tidak berkembang karena terserang jamur, jarak stup kelulut yang terlalu rapat sehingga antar koloni terjadi persaingan, jarak stup dari tanah yang terlalu tinggi sehingga menyulitkan pemanenen madu. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemecahan koloni lebah kelulut serta perawatan agar koloni berkembang dengan baik dan cara penanaman tanaman pakan. Selain itu, tim juga memberikan motivasi agar semangat dalam membudidayakan lebah madu kelulut.
Penerapan Model PANTING untuk Meningkatkan Membaca, Berpikir Kritis, dan Kerja Sama Siswa SD Muhammad Hasbi; Yogi Prihandoko
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1011

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Keraton 2. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan meliputi rendahnya aktivitas murid (baru mencapai 25%), keterbatasan keterampilan membaca (19%), lemahnya kemampuan berpikir kritis (13%), serta kurangnya kerja sama antar-murid (13%) yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar.Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan membaca, berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar murid melalui penerapan model pembelajaran PANTING pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Keraton 2. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 16 murid kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik. Aktivitas murid meningkat dari 25% menjadi 81%. Keterampilan membaca meningkat dari 19% menjadi 88%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 13% menjadi 81%, dan keterampilan kerja sama meningkat dari 13% menjadi 88%. Hasil belajar murid juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal ranah kognitif mencapai 81%, afektif 88%, dan psikomotorik 81%. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PANTING yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Role Playing efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Pancasila.