Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Keraton 2. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan meliputi rendahnya aktivitas murid (baru mencapai 25%), keterbatasan keterampilan membaca (19%), lemahnya kemampuan berpikir kritis (13%), serta kurangnya kerja sama antar-murid (13%) yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar.Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan membaca, berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar murid melalui penerapan model pembelajaran PANTING pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Keraton 2. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 16 murid kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik. Aktivitas murid meningkat dari 25% menjadi 81%. Keterampilan membaca meningkat dari 19% menjadi 88%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 13% menjadi 81%, dan keterampilan kerja sama meningkat dari 13% menjadi 88%. Hasil belajar murid juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal ranah kognitif mencapai 81%, afektif 88%, dan psikomotorik 81%. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PANTING yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Role Playing efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Pancasila.