Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOLASE: MENULIS PUISI SECARA ESTAFET DENGAN MENGENALKAN KEBUDAYAAN “MENGGELEK TOBU” DARI KUOK DI KELAS Juliana Juliana; Hasnah Faizah; Elmustian Rahman; Syafrial Syafrial
KOLASE Vol. 1 No. 2 (2022): KOLASE
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jk.v1i2.8795

Abstract

This research discusses writing poetry in relay using the "gelek tobu" culture of the quok in class, with the aim of this research being to be able to write down or express thoughts and feelings through beautiful dictions. So that what is felt, reaches the reader. Research using qualitative research methods is divided into two scopes, namely library research and field research. Library research relies almost entirely on data from libraries, so this research is more popularly known as qualitative descriptive literature research or bibliographical research. In addition, library research is often termed non-reactive research, because it only relies on theoretical data and documentation in the library. The results of research conducted One of the innovative learning models is the process approach combined with active, innovative, creative, effective, and fun learning as described above. However, these are not the only models that are the best and most suitable. There are still many other learning models whose presence is also very much needed to support the success of learning, especially in learning Indonesian at school. The use of innovative techniques and methods in learning Indonesian can certainly create a conducive learning situation. Students in this regard are directly involved in absorbing information. Through a dynamic Indonesian learning process, it is hoped that a form of oral communication will be created between students and other students who are patterned through listening, speaking, reading, and writing skills so that the learning atmosphere is avoided from saturation.
BRIKET SEBAGAI PRODUK LOKAL SERTA PENINGKATAN MUTU UMKM MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DI KELURAHAN ENOK Putri Yasmin Pajar; Desinta Umardi; Faddli Setiawan; Hayati Fiddini; Intan Selvianingsih; Juliana Juliana; Farhana Syahirah; Kholifah Taufiq Rifai; Aldefri Nst; Akmal Ibnu Safi’i
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.288

Abstract

Mengadakan sosialisasi briket bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang berpotensi sebagai sumber energi. Untuk masyarakat Kelurahan Enok sendiri belum terlihat pengolahan hasil alam yang tersedia guna dijadikan energi biomassa, padahal banyak hal yang dapat diinovasikan dari bahan alam yang nantinya dapat berpotensi sebagai produk lokal jangka panjang masyarakat Kelurahan Enok. Dengan adanya produk lokal yang telah tersedia tujuan berikutnya ialah bagaimana cara memasarkannya. Masyarakat hanya bisa memasarkan produk mereka di sekitar lingkungan Kelurahan Enok. Agar setiap pelaku UMKM di Kelurahan Enok dapat mengerti bagaimana cara branding suatu produk serta memperluas jangkauan pasar. Dengan adanya produk lokal Biomassa, peningkatan mutu UMKM melalui sosialisasi dan pelatihan design product untuk pelaku UMKM (PKK) di daerah Enok. Pertama, tahap pembuatan produk Biomassa yang dilaksanakan pada minggu ketiga. Kedua, tahap persiapan yang dilaksanakan pada minggu kelima. Ketiga, minggu yang sama tahap penyusunan materi dan menyiapkan segala bahan keperluan dalam melaksanakan pelatihan desain digital marketing pada produk lokal. Keempat, pada minggu yang sama tahap terakhir pelaksanaan pelatihan digital marketing. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelaku UMKM sangat antusisas mengikuti kegiatan sosialisasi pembuatan produk yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh masyarakat yang bisa menjadi inovasi baru serta semangat dalam pelaksanaan pelatihan digital marketing.