Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Nilai Sosial Rumah Lontiok di Desa Pulau Belimbing Kabupaten Kampar Irmasolina Irmasolina; Hasnah Faizah; Elmustian Rahman; Syafrial Syafrial
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.827

Abstract

Indonesia is a country that is rich in language, culture, customs and is also rich in traditional houses or traditional houses. A traditional or traditional house is a building with a structure or shape that has its own characteristics as a characteristic or identity of an area and in general, traditional houses are built using local materials. One of the traditional houses in Riau that still exists and is well maintained is the Lontiok House. The Lontiok house has ornaments and architecture like a stilt house which has stairs, steps and a gate in front which signifies respect for every guest who comes to the Lontiok house and also respects the host himself. The philosophy and value of the gate or pavilion of the lontiok house is to respect one another. This study discusses the social values ​​of Lontiok Houses with the aim of describing the social values ​​contained in Lontiok Houses. The benefits obtained from this research can make a foothold to the general public that the Lontiok house is one of Riau's cultural heritage. The research method used in this research is a qualitative research method with a descriptive approach. Collection of library research data and field research. Library research relies almost entirely on data from libraries. The results obtained in this study are that there are seven social values ​​contained in the Lontiok house, namely: 1) Social kinship values ​​(deliberation), 2) Religious values, 3) Economic values, 4) values ​​of togetherness or affection, 5) Values ​​of please helping, 6) the value of tolerance and 7) the value of caring.
KOLASE: MENULIS PUISI SECARA ESTAFET DENGAN MENGENALKAN KEBUDAYAAN “MENGGELEK TOBU” DARI KUOK DI KELAS Juliana Juliana; Hasnah Faizah; Elmustian Rahman; Syafrial Syafrial
KOLASE Vol. 1 No. 2 (2022): KOLASE
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jk.v1i2.8795

Abstract

This research discusses writing poetry in relay using the "gelek tobu" culture of the quok in class, with the aim of this research being to be able to write down or express thoughts and feelings through beautiful dictions. So that what is felt, reaches the reader. Research using qualitative research methods is divided into two scopes, namely library research and field research. Library research relies almost entirely on data from libraries, so this research is more popularly known as qualitative descriptive literature research or bibliographical research. In addition, library research is often termed non-reactive research, because it only relies on theoretical data and documentation in the library. The results of research conducted One of the innovative learning models is the process approach combined with active, innovative, creative, effective, and fun learning as described above. However, these are not the only models that are the best and most suitable. There are still many other learning models whose presence is also very much needed to support the success of learning, especially in learning Indonesian at school. The use of innovative techniques and methods in learning Indonesian can certainly create a conducive learning situation. Students in this regard are directly involved in absorbing information. Through a dynamic Indonesian learning process, it is hoped that a form of oral communication will be created between students and other students who are patterned through listening, speaking, reading, and writing skills so that the learning atmosphere is avoided from saturation.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT BATANG TUAKA Fitri Humairoh; Elmustian Rahman; Oki Rasdana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Batang Tuaka. Cerita ini berasal dari Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dan mengisahkan tentang seorang anak bernama Tuaka yang durhaka kepada ibunya dan mendapat balasan atas perbuatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap teks cerita rakyat Batang Tuaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita ini mengandung sembilan nilai pendidikan karakter, yaitu: keberanian, kepedulian, kerja keras, ketelitian, ketangguhan, musyawarah, tanggung jawab, religiusitas, dan kesadaran. Nilai-nilai tersebut mencerminkan pandangan hidup masyarakat setempat dan dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran moral serta pelestarian budaya lokal.
KONFLIK BATIN DALAM FILM IMPERFECT: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Fajri Muhammad; Elmustian Rahman; Elvrin Septyanti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1055

Abstract

Artikel ini mengulas konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam film Imperfect melalui perspektif psikologi sastra. Konflik batin muncul karena ketidakseimbangan emosi, tekanan sosial, dan pertentangan internal terkait standar kecantikan yang tidak realistis serta ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Studi ini menggunakan teori Id, Ego, dan Super Ego untuk memahami bagaimana tokoh utama mengelola dan menyelesaikan konflik tersebut. Data diperoleh dengan teknik analisis teks dialog dan adegan film, yang memberikan gambaran situasi psikologis tokoh. Hasil menunjukkan berbagai bentuk konflik batin yang muncul dari ketidaksesuaian antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial, serta bagaimana tokoh utama menyelesaikannya melalui strategi menghadapi masalah, pemecahan masalah, serta pengendalian diri. 
ANALISIS KRITIK SOSIAL DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF PADA ANTALOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Lisna Darniati; Hesti Aulia Ananda; Windy Anisa Putri; Nabila Meylani; Elmustian Rahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1100

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, kemiskinan, dan kemunafikan moral yang masih marak dalam masyarakat modern mendorong lahirnya karya sastra yang berfungsi sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Antologi Selamat Malam Kawan karya Muhaimin Nurrizqy merepresentasikan suara kaum pinggiran melalui bahasa yang lugas, sarkastik, dan penuh humor gelap. Namun, penelitian yang menelaah karya ini dari perspektif ekspresif masih terbatas, sehingga penting dilakukan kajian yang menyoroti hubungan antara ekspresi batin penyair dan realitas sosial yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam dan analisis kontekstual terhadap empat puisi terpilih: Tak Ada Waktu, Liang Telinga, Sakit Perut, dan Ulang Tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhaimin Nurrizqy menyalurkan keresahan dan empatinya terhadap ketimpangan sosial melalui bahasa yang tegas, vulgar, namun humanistik. Kritik sosial yang dihadirkan tidak bersifat revolusioner, melainkan reflektif dan emosional, memperlihatkan bagaimana pengalaman batin penyair menjadi sarana kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan ekspresif dalam memahami puisi sebagai cerminan pergulatan psikologis dan realitas sosial penyair.
KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF Nurhidayati Nurhidayati; Risna Wulandari Idris; Nadia Arsalina; Putri Salisa; Elmustian Rahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1179

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk kritik sosial yang disampaikan dalam antologi puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana penyair mengekspresikan emosi, pengalaman subjektif, dan refleksi pribadi melalui kata, bait, dan citraan untuk menyampaikan kritik sosial. Data penelitian terdiri dari 19 puisi yang mengandung kritik sosial, yang dianalisis menggunakan pendekatan ekspresif untuk menangkap pengalaman emosional penyair terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, konsumerisme, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair mengekspresikan perasaan frustrasi, cemas, kecewa, marah, dan keterasingan melalui citraan keseharian, finansial, serta kebijakan publik, sehingga puisi berfungsi tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan refleksi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pada ekspresi emosional penyair sebagai sarana memahami kritik sosial, yang memberikan perspektif berbeda dibandingkan analisis tematik atau struktural sebelumnya. Berdasarkan temuan, disarankan agar pendekatan ekspresif digunakan sebagai metode analisis sastra untuk mengungkap makna subjektif dan kritik sosial dalam karya sastra lainnya. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam pendidikan, literasi sosial, dan pengembangan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial yang relevan.