Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Video Pembelajaran Untuk Maharah Kalam Bagi Siswa Kelas 8 MTs Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik Muhammad Farih
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : LUGHATI: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the difficulties faced by students in speaking skills, which are influenced by several factors, namely internal factors, including poor understanding and lack of mastery of vocabulary, as well as external factors in the form of learning media. Video is an educational tool to facilitate the delivery of material. The aim of this research is to determine the effect of using videos in improving the speaking skills of class VIII students at Mambaus Shalihin Suci Manyar Gresik. This research method was a quantitative approach. The type is an experiment (Pre-Experimental) Pre Test – Post Test One Group. Data was collected using observation, documentation and test methods, while the data analysis method was descriptive statistical data analysis. The results of this research are: (a) The post-test result of 1270 is greater than the pre-test result of 910. There are differences and influences between the two tests (b) As for the results of this research, the T-test value for this is 11, 00, at degrees 1% and 5%, a significance of 5% was found at a degree of 5% for a sample size of 16 which was 2.98, with a value of 2.13, the comparison obtained by the T-test was 2.98 <11.00< 2 .13. this value was greater than the T-table value and the research hypothesis is negative %1 (sufficient). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dihadapi siswa dalam keterampilan berbicara, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal, termasuk pemahaman yang buruk dan kurangnya penguasaan kosa kata, serta faktor eksternal berupa media pemmbelajaran. Video merupakan sarana edukasi untuk memudahkan penyampaian materi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan video dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIII Mts Mambaus Shalihin Suci Manyar Gresik. Metode Penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenisnya adalah eksperimen (Pre-Exsperimental) Pre Test – Post Test One Group. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan tes, sedangkan metode analisis data adalah analisis data secara statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian ini adalah: (a) Hasil post-test 1270 lebih besar dari hasil pre-test 910. Terdapat perbedaan dan pengaruh dari kedua tes (b) Adapun hasil penelitian ini, nilai T-test untuk ini adalah 11,00, pada derajat 1% dan 5%, ditemukan signifikansi 5% pada derajat 5% untuk jumlah sampel 16 adalah 2,98, dengan nilai 2,13, perbandingan yang diperoleh T-test 2,98 <11,00< 2,13. Karena to lebih besar dari nilai T-tabel dan hipotesis penelitian negatif %1 (cukup).
Implementasi Manajemen Kelas Pada Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Unggulan kelas VIII A MTs Mambaus Sholihin Muhammad Farih
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 2 No 02 (2024): DESEMBER
Publisher : LUGHATI: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui tentang bagaimana guru bahasa Arab di MTs Mambaus Sholihin dalam memgimplementasikan manageman kelas sehingga pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran karena demgan manajemen kelas yang baik dan tersistem dapat mengoptimalkan materi pelajaran bahasa Arab, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Karena penelitian ini berusaha mengungkapkan efektifitas managemen kelas Alasan peneliti menggunakan metode kualitatif karena: menyajikan langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden dengan tujuan supaya lebih peka, dan agar data dalam penelitian dapat dianalisis secara mendalam. Diantara hasil penelitan ini adalah Manajemen kelas yang diterapkan dalam mengoptimalkan pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII A meliputi: perencanaan pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, pengkomunikasian, pemilihan metode, penggunaan, Usaha-usaha yang dilakukan dalam manajemen kelas untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Arab siswa unggulan dikelas VIII A, adalah: mempersiapkan tugas administratif, memberi motivasi kepada siswa, membuat modul sesuai dengan materi, mengatasi setiap permasalahan siswa, memilih metode, membentukan kelompok diskusi, meningkatkan kedisiplinan siswa.
Metode Penyajian Tafsir Al Qur'an Berbasis Moderasi Beragama Novia Andriani; Ita Fatmawati; Syaikhotul Ilma; Muhammad Farih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36392

Abstract

Moderasi beragama dalam ranah tafsir menekankan keseimbangan antara teks dan konteks, rasionalitas dan spiritualitas, serta kesetiaan terhadap tradisi ulama klasik sekaligus keterbukaan terhadap perkembangan sosial kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyajian tafsir Al-Qur’an yang berorientasi pada prinsip moderasi beragama sebagai pendekatan keilmuan dan praksis keagamaan yang relevan dengan konteks keberagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dari karya-karya tafsir modern dan kontemporer, serta dokumen literatur terkait moderasi beragama. Analisis dilakukan dengan menelaah prinsip penafsiran moderat, seperti tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal dalam menentukan makna ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyajian tafsir berbasis moderasi beragama tidak hanya menawarkan struktur penjelasan ayat yang sistematis, tetapi juga menyediakan kerangka interpretatif yang lebih inklusif, dialogis, dan solutif terhadap problem sosial keagamaan. Penyajiannya melibatkan tiga aspek utama: (1) kerangka nilai moderasi, (2) pendekatan metodologis dalam penafsiran, dan (3) penyajian yang membangun pemahaman publik yang sehat dan toleran. Penerapan metode tersebut pada QS. Al-Hujurat ayat 13 memperlihatkan bahwa pesan tentang kesetaraan manusia, larangan diskriminasi, dan urgensi moralitas takwa dapat disampaikan melalui penafsiran yang memperhatikan dimensi historis-tekstual sekaligus kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini menegaskan bahwa model penyajian tafsir moderat dapat menjadi alternatif penting dalam pengembangan kajian tafsir Al-Qur’an di era kontemporer, khususnya dalam mendorong pemahaman keagamaan yang lebih damai, interaktif, dan responsif terhadap dinamika pluralitas bangsa.
Peran Disperindag dalam Menanamkan Nilai Moderasi Beragama melalui Fenomena Wartakjil di Kota Blitar Teguh Lazuar Aslami; Muhammad Farih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.506

Abstract

Fenomena warTakjil yang marak di Kota Blitar pada Ramadhan 2024 menjadi perhatian masyarakat karena menunjukkan adanya praktik sosial lintas agama yang mengandung nilai-nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh peran Disperindag Kota Blitar dalam menyediakan fasilitas pada kegiatan war takjil sebagai sarana penanaman nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Dengan metode deskriptif kualitatif, informasi diperoleh dari hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada para pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari aparat pemerintah hingga masyarakat dari berbagai macam latar belakang kepercayaan. Sebagaimana terungkap dalam penelitian ini, Disperindag tidak hanya terlibat dalam sisi teknis pelaksanaan kegiatan, seperti penyediaan fasilitas dan monitoring kegiatan, tetapi juga secara aktif berupaya menginternalisasikan aspek pendidikan moderasi beragama dalam kegiatan sosial melalui program Festival Sae Ramadhan. Nilai-nilai moderasi pada kegiatan ini direfleksikan melalui aktivitas praktik moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan, sikap toleran, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal. Interaksi beragama yang harmonis dalam aktivitas ini menjadikan war takjil sebagai ruang edukatif dalam membangun masyarakat inklusif dan damai. Oleh karena itu, peran Disperindag dalam hal ini tidak hanya terbatas pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengatur strategi di lapangan serta penanaman dan pembangunan karakter kebangsaan melalui kebijakan publik yang adaptif dan transformatif.