Fenomena warTakjil yang marak di Kota Blitar pada Ramadhan 2024 menjadi perhatian masyarakat karena menunjukkan adanya praktik sosial lintas agama yang mengandung nilai-nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh peran Disperindag Kota Blitar dalam menyediakan fasilitas pada kegiatan war takjil sebagai sarana penanaman nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Dengan metode deskriptif kualitatif, informasi diperoleh dari hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada para pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari aparat pemerintah hingga masyarakat dari berbagai macam latar belakang kepercayaan. Sebagaimana terungkap dalam penelitian ini, Disperindag tidak hanya terlibat dalam sisi teknis pelaksanaan kegiatan, seperti penyediaan fasilitas dan monitoring kegiatan, tetapi juga secara aktif berupaya menginternalisasikan aspek pendidikan moderasi beragama dalam kegiatan sosial melalui program Festival Sae Ramadhan. Nilai-nilai moderasi pada kegiatan ini direfleksikan melalui aktivitas praktik moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan, sikap toleran, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal. Interaksi beragama yang harmonis dalam aktivitas ini menjadikan war takjil sebagai ruang edukatif dalam membangun masyarakat inklusif dan damai. Oleh karena itu, peran Disperindag dalam hal ini tidak hanya terbatas pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengatur strategi di lapangan serta penanaman dan pembangunan karakter kebangsaan melalui kebijakan publik yang adaptif dan transformatif.
Copyrights © 2025