Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL BERBASIS ANIMASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK-ANAK TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL: STUDI PRA-PASCA INTERVENSI Sutik; Maria Anita Yusiana
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Volume 3 Number 3 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/ask49871

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia dini melalui pendidikan kesehatan seksual yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan seksual berbasis video animasi dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan kekerasan seksual pada anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa SDN Singonegaran 2 Kota Kediri yang dipilih sebagai peserta intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelaksanaan edukasi kesehatan seksual berbasis video animasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan karakteristik responden serta tingkat pengetahuan, kemudian dilanjutkan dengan analisis inferensial untuk menguji perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup (50%) dan kurang (39%), sedangkan setelah intervensi mayoritas responden berada pada kategori baik (67%). Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah pemberian edukasi kesehatan seksual berbasis video animasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media video animasi dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang mendukung peningkatan pengetahuan siswa mengenai pencegahan kekerasan seksual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan seksual berbasis video animasi efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan kekerasan seksual pada anak sekolah dasar dan berpotensi menjadi salah satu strategi pendidikan kesehatan berbasis sekolah dalam mendukung upaya pencegahan primer kekerasan seksual pada anak.
OPTIMIZING KNOWLEDGE ON THE PREVENTION OF SEXUAL VIOLENCE IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN THROUGH ANIMATION VIDEO-BASED EDUCATION Maria Anita Yusiana; Sutik
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Volume 3 Number 3 May - July 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/qwzsy781

Abstract

This Community Service activity aims to increase students' knowledge about primary prevention of sexual violence through sexual education using animated video media at SDN Singonegaran 2 Kediri City. The program is carried out based on the needs of partners for health education that is in accordance with the characteristics of elementary school age children so that material on sexuality, forms of sexual harassment, the impact of sexual violence, and self-protection efforts can be delivered in an attractive and easy-to-understand manner. The implementation method includes health counseling using animated video media followed by interactive discussions and evaluations using pre-test and post-test designs for 18 students as participants in the activity. The results of the activity showed that before education, most participants had a level of knowledge in the sufficient category as many as 9 respondents (50.0%), the poor category as many as 7 respondents (39.0%), and the good category as many as 2 respondents (11.0%). After the implementation of education, the majority of participants were in the good knowledge category as many as 12 respondents (67.0%), while the sufficient category was 4 respondents (22.0%) and the poor category was 2 respondents (11.0%). The analysis of the evaluation results showed that there was a significant difference between the level of knowledge before and after the implementation of education. In addition to improving the results of knowledge measurement, the output of the activity showed that participants were able to recognize forms of sexual violence, understand its impact, and know the steps that must be taken if they face situations that endanger them. Thus, sexual education through animated video media is effective in increasing students' knowledge about primary prevention of sexual violence and can be used as a health education medium that supports promotive and preventive efforts in the elementary school environment.
PENYULUHAN KESEHATAN EFEKTIF DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DHF (DENGUE HEMORAGIC FEVER) PADA ANAK DI SDN BANGSAL 4 KOTA KEDIRI Maria Anita Yusiana; Sutik; Erva Elli Kristanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.855

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di daerah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (Astriana and Makkasau 2024). Permasalahan yang ada, banyak siswa-siswi di SDN Bangsal 4 terjangkit DHF karena kurang menjaga kebersihan seperti membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan penyakit ini melalui Penyuluhan Kesehatan. Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD, sehingga mengurangi angka kejadian penyakit tersebut (Sunarti et al. 2022). Penyuluhan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemahamaman siswa-siswi mengenai penyakit DHF dan cara pencegahannya. Tujuan akhirnya yaitu siswa-siswi dapat terhindar dari penyakit DHF. Populasi dari Penyuluhan kesehatan ini yaitu siswa-siswi kelas 5 di SD Negeri Bangsal 4 yang berjumlah 22 siswa. Penyuluhan dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Siswa-siswi mengerjakan soal sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan untuk mengukur pemahaman mereka terkait materi yang telah disampaikan. Hasil dari Pre-Test yang diberikan sebelum dilakukannya Penyuluhan kesehatan menunjukkan jumlah nilai siswa-siswi yang mendapat nilai dengan kategori kurang sebesar 27%, cukup 50%, dan baik 23%. Setelah diberikan edukasi, siswa siswi mampu menjawab pertanyaan terkait pengetahuan tentang pencegahan DHF. Hasil Post-Test siswa-siswi mendapat nilai dengan kategori kurang 0%, cukup 23%, dan baik 77%. Dari hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DHF dan pencegahannya efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit DHF.