Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH DAN KONSULTASI KESEHATAN DI GBI SAHABAT KOTA KEDIRI Puguh Santoso; Erva Elli Kristanti
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/n9h0x233

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus, merupakan masalah kesehatan yang memerlukan upaya deteksi dini untuk mencegah komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan deteksi dini PTM melalui pemeriksaan gula darah dan konsultasi kesehatan pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan promotif dan preventif melalui pemeriksaan gula darah puasa, konsultasi kesehatan individual, dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Mei 2026 di GBI Sahabat Kota Kediri dengan melibatkan 29 peserta. Data dikumpulkan melalui pencatatan hasil pemeriksaan gula darah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 24 peserta (82,8%) memiliki kadar gula darah puasa tinggi (>100 mg/dl), sedangkan 5 peserta (17,2%) berada pada kategori normal (<100 mg/dl). Konsultasi kesehatan membantu peserta memahami faktor risiko dan langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini PTM melalui pemeriksaan gula darah dan penerapan gaya hidup sehat.
DETEKSI DINI RISIKO DIABETES MELLITUS MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH ACAK PADA MAHASISWA Puguh Santoso; Erva Elli Kristanti
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/fqygaw86

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif dan dewasa muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini risiko Diabetes Mellitus melalui pemeriksaan gula darah acak (GDA) pada mahasiswa serta menggambarkan kondisi kadar gula darah sebagai dasar pengembangan upaya promotif dan preventif. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah acak menggunakan glukometer dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, rerata, dan standar deviasi. Sebagian besar responden berusia 20–24 tahun (80,5%) dan memiliki status gizi normal (59,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan 147 mahasiswa (98,7%) memiliki kadar gula darah normal dan 2 mahasiswa (1,3%) termasuk kategori prediabetes, tanpa ditemukan kasus Diabetes Mellitus. Rata-rata kadar gula darah acak adalah 111,19 ± 16,02 mg/dL dengan nilai minimum 73 mg/dL dan maksimum 165 mg/dL. Mayoritas mahasiswa memiliki kadar gula darah normal, namun masih ditemukan kasus prediabetes yang menunjukkan pentingnya skrining gula darah secara rutin sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan Diabetes Mellitus pada kelompok usia muda.
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP GANGGUAN PERFUSI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: STUDI KASUS DESKRIPTIF KUALITATIF Erva Elli Kristanti; Imanuela Omega Saswitawati
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Number 1 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/7ftx8d37

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and beta-cell dysfunction. Chronic hyperglycemia leads to microvascular complications, including ineffective peripheral tissue perfusion. Progressive Muscle Relaxation (PMR) may enhance peripheral circulation through vasodilation mechanisms. The objective was to describe nursing care implementation in T2DM patients with ineffective peripheral perfusion using PMR therapy. A qualitative descriptive case study involving two hospitalized T2DM patients. Data was collected through in-depth interviews, systematic observation, focused physical examination, and medical records review. PMR was administered for 3–5 minutes per session for two days. The results showed prior to intervention, patients presented paresthesia (5–6/10), cold extremities (34.1–34.5°C), pale skin, and capillary refill time >3 seconds. After intervention, paresthesia decreased (2–3/10), extremities became warmer (36.0–36.3°C), capillary refill time improved (<2 seconds), and skin color normalized. In conclusion that PMR demonstrates potential as a non-pharmacological nursing intervention to improve peripheral perfusion in T2DM patients.
PENCEGAHAN STRES PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI RELAKSASI BENSON DI GBI SAHABAT KEDIRI Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Erva Elli Kristanti
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/1aa7k222

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Selain menyebabkan komplikasi fisik, hipertensi juga berdampak terhadap kondisi psikologis berupa stres yang dapat memperburuk kontrol tekanan darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mengurangi stres adalah Relaksasi Benson. Edukasi mengenai teknik tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan penderita hipertensi dalam mengendalikan stres secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman penderita hipertensi mengenai pencegahan stres melalui penerapan Relaksasi Benson di GBI Sahabat Kediri. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif melalui ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi Relaksasi Benson, dan praktik mandiri. Sebanyak 22 jemaat penderita hipertensi mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pemahaman setelah pemberian edukasi serta observasi kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik Relaksasi Benson.Sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan (54,54%) dan berusia lebih dari 60 tahun (90,90%). Setelah pelaksanaan edukasi, sebanyak 18 peserta (81,81%) memiliki tingkat pemahaman yang baik mengenai pencegahan stres pada hipertensi melalui Relaksasi Benson, 3 peserta (13,63%) memiliki pemahaman sedang, dan hanya 1 peserta (4,54%) memiliki pemahaman kurang. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik Relaksasi Benson secara mandiri dengan pendampingan fasilitator. Edukasi kesehatan yang disertai demonstrasi Relaksasi Benson efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stres pada penderita hipertensi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi di masyarakat.
KARAKTERISTIK INDEKS MASA TUBUH PADA KELOMPOK RISIKO DEWASA-LANSIA DI GBI SAHABAT KOTA KEDIRI Erva Elli Kristanti; Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Puguh Santoso
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/yb7gmr45

Abstract

Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat berisiko menyebabkan gangguan metabolik, termasuk peningkatan kadar gula darah. Fenomena ini menjadi perhatian global karena peningkatan prevalensi berat berlebih dan obesitas pada remaja berkorelasi dengan meningkatnya risiko Diabetes Mellitus tipe 2 di usia muda. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa individu dengan IMT tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan kadar gula. Perubahan pola hidup remaja modern dimulai dari meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta menurunnya aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif untuk mendeskripsikan Indeks Massa Tubuh pada kelompok risiko. Pengambilan data melalui serangkaian pemeriksaan secara langsung kepada responden  menggunakan alat ukur timbangan, tensimeter, stetoskop serta meteran dengan alat yang telah terstandar SNI. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar kelompok risiko tinggi GBI Sahabat memiliki rentang usia pertengahan yaitu 45-49 tahun sebanyak 58 responden (63,7%). Kurang dari 50%. Karakteristik tekanan darah pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat paling banyak pada kategori  Hipertensi I sebanyak 32 responden (35,2%). Sedangkan Karakteristik IMT pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat Kediri didapatkan paling banyak berada pada kategori Obesitas yaitu 31 responden (34,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya Indeks Masa Tubuh berlebihan atau obesitas maka perlu upaya promotif dan preventif pada kelompok risiko tinggi sebagai upaya pengurangan risiko gangguan kesehatan. Sehingga rekomendasi yang diharapkan sesuai dengan hasil yaitu pemberian intervensi berupa edukasi Kesehatan peningkatan program aktivitas fisik, skrining kesehatan, serta pengembangan program gaya hidup sehat pada kelompok risiko tinggi. 
ENHANCING PROFESSIONAL NURSING COMPETENCE THROUGH ESP AND PORTFOLIO-BASED LEARNING: A QUANTITATIVE STUDY Yoyok Febrijanto; Erva Elli Kristanti
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 February - April 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/d70g6471

Abstract

The integration of English for Specific Purposes (ESP) and portfolio-based learning has become increasingly important in nursing education to enhance students’ professional competence. This study aimed to examine the level of ESP competence and the implementation of portfolio-based nursing care, as well as to analyze the relationship and influence between these two variables among second-year nursing students at STIKES RS Baptis Kediri. A quantitative cross-sectional design was employed involving 153 second-year nursing students selected using total sampling. Data were collected using validated Likert-scale questionnaires measuring ESP competence and portfolio-based nursing care implementation. The data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed that students’ ESP competence and portfolio-based nursing care implementation were both at a good level. A strong and significant positive relationship was found between ESP competence and portfolio-based nursing care implementation (r = 0.684, p < 0.001). Regression analysis indicated that ESP competence significantly influenced portfolio-based nursing care implementation (B = 0.756, p < 0.001), explaining 46.8% of the variance. These findings suggest that integrating ESP into nursing education can significantly support portfolio-based learning and enhance professional nursing competence. The study recommends strengthening ESP instruction aligned with clinical documentation and reflective portfolio practices.
PENYULUHAN KESEHATAN EFEKTIF DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DHF (DENGUE HEMORAGIC FEVER) PADA ANAK DI SDN BANGSAL 4 KOTA KEDIRI Maria Anita Yusiana; Sutik; Erva Elli Kristanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.855

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di daerah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (Astriana and Makkasau 2024). Permasalahan yang ada, banyak siswa-siswi di SDN Bangsal 4 terjangkit DHF karena kurang menjaga kebersihan seperti membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan penyakit ini melalui Penyuluhan Kesehatan. Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD, sehingga mengurangi angka kejadian penyakit tersebut (Sunarti et al. 2022). Penyuluhan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemahamaman siswa-siswi mengenai penyakit DHF dan cara pencegahannya. Tujuan akhirnya yaitu siswa-siswi dapat terhindar dari penyakit DHF. Populasi dari Penyuluhan kesehatan ini yaitu siswa-siswi kelas 5 di SD Negeri Bangsal 4 yang berjumlah 22 siswa. Penyuluhan dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Siswa-siswi mengerjakan soal sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan untuk mengukur pemahaman mereka terkait materi yang telah disampaikan. Hasil dari Pre-Test yang diberikan sebelum dilakukannya Penyuluhan kesehatan menunjukkan jumlah nilai siswa-siswi yang mendapat nilai dengan kategori kurang sebesar 27%, cukup 50%, dan baik 23%. Setelah diberikan edukasi, siswa siswi mampu menjawab pertanyaan terkait pengetahuan tentang pencegahan DHF. Hasil Post-Test siswa-siswi mendapat nilai dengan kategori kurang 0%, cukup 23%, dan baik 77%. Dari hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DHF dan pencegahannya efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit DHF.