Winin Maulidya Saffanah
Universitas Insan Budi Utomo Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Penghuni Bong Cina di Kota Pasuruan Desy Ratnasari; Winin Maulidya Saffanah
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.8718

Abstract

Ketika ruang kota menjadi amat mahal, kesakralan makam pun hilang dengan sendirinya. Kebutuhan akan ruang menyebabkan makam berubah menjadi tanah hunian yang turut diperebutkan. Makam bisa berubah menjadi ruang yang nilainya sama dengan ruang kota yang lain sehingga bisa dijadikan kawasan tempat tinggal. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka bekerja sebagai nitor (memungut) bunga kamboja, penjaga dan pembersih bong, serta penggali bong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan masyarakat menjadi penghuni bong Cina di Kota Pasuruan dan strategi bertahan hidup yang digunakan masyarakat penghuni Bong Cina di Kota Pasuran.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap masyarakat penghuni Bong Cina di Kota Pasuruan terkait strategi bertahan hidup yang digunakan. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari masyarakat penghuni bong Cina serta data sekunder diperoleh dari buku, internet, dan foto. Ada beberapa motif sebab (because of motive) masyarakat memilih tinggal di bong Cina, yaitu masyarakat merasa pendahulunya diberi tanah secara pribadi dan permintaan keluarga. Sedangkan motif tujuan (in order to motive) masyarakat adalah menghemat biaya dan mendapatkan pekerjaan. Strategi hidup yang digunakan oleh masyarakat penghuni bong Cina di Kota Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah menerapkan strategi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan.
Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Penghuni Bong Cina di Kota Pasuruan Desy Ratnasari; Winin Maulidya Saffanah
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.8718

Abstract

Ketika ruang kota menjadi amat mahal, kesakralan makam pun hilang dengan sendirinya. Kebutuhan akan ruang menyebabkan makam berubah menjadi tanah hunian yang turut diperebutkan. Makam bisa berubah menjadi ruang yang nilainya sama dengan ruang kota yang lain sehingga bisa dijadikan kawasan tempat tinggal. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka bekerja sebagai nitor (memungut) bunga kamboja, penjaga dan pembersih bong, serta penggali bong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan masyarakat menjadi penghuni bong Cina di Kota Pasuruan dan strategi bertahan hidup yang digunakan masyarakat penghuni Bong Cina di Kota Pasuran.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap masyarakat penghuni Bong Cina di Kota Pasuruan terkait strategi bertahan hidup yang digunakan. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari masyarakat penghuni bong Cina serta data sekunder diperoleh dari buku, internet, dan foto. Ada beberapa motif sebab (because of motive) masyarakat memilih tinggal di bong Cina, yaitu masyarakat merasa pendahulunya diberi tanah secara pribadi dan permintaan keluarga. Sedangkan motif tujuan (in order to motive) masyarakat adalah menghemat biaya dan mendapatkan pekerjaan. Strategi hidup yang digunakan oleh masyarakat penghuni bong Cina di Kota Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah menerapkan strategi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan.
Stop Bulliying : Penyuluhan dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah SMP PGRI 1 Wajak Ita purnama sari sesfa’o; Puspita pebri setiani; Winin Maulidya Saffanah; Yuni arbakafin nur fatimah; Bagas adi putra; Ahmad khusaini farkhan rizqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.4848

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial siswa. Artikel ini membahas implementasi program penyuluhan dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan perundungan di SMP PGRI 1 Wajak, Kabupaten Malang. Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai bahaya perundungan serta pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegahnya.