Puspita pebri setiani
Universitas Insan Budi Utomo Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Stop Bulliying : Penyuluhan dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah SMP PGRI 1 Wajak Ita purnama sari sesfa’o; Puspita pebri setiani; Winin Maulidya Saffanah; Yuni arbakafin nur fatimah; Bagas adi putra; Ahmad khusaini farkhan rizqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.4848

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial siswa. Artikel ini membahas implementasi program penyuluhan dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan perundungan di SMP PGRI 1 Wajak, Kabupaten Malang. Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai bahaya perundungan serta pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegahnya.
OPTIMALISASI PERAN OSIS MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN DI MTS AL HIKMAH KARANGANYAR Elsa Fadhilatul Nikmah; Puspita Pebri Setiani; Fahmi Fahrozi; Rachmad Fani Wido Prakoso; M Nidomuhiddin; Nurcholis Istiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.5121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepemimpinan di MTs Al Hikmah Karanganyar. Dalam konteks pendidikan karakter, OSIS memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan kepribadian siswa yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas. Sementara itu, dari sudut pandang sosiologi, OSIS dipandang sebagai agen sosialisasi yang berperan dalam membentuk nilai, norma, dan struktur sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan pelatihan kepemimpinan OSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan kepemimpinan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan manajerial, kerja sama tim, serta sikap tanggung jawab dan kepemimpinan para pengurus OSIS. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kohesi sosial dan modal sosial di antara siswa, yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang demokratis dan berkarakter. Dengan demikian, pelatihan kepemimpinan terbukti menjadi strategi efektif dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan karakter siswa di lingkungan sekolah
“Mahasiswa UIBU Edukasi Self-Harm sebagai Upaya Penguatan Karakter Pelajar Pancasila SMP PGRI 01 Wajak" Hesti Rika Rahayu; Ananda Yunia Nura Fraizilla; Meme Meri Widyawati; Aulia Unadifa; Puspita Pebri Setiani; Rizki Agung Novariyanto
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5130

Abstract

Isu permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja sangat menjadi sorotan, khususnya perilaku self-harm yang mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya tekanan sosial dan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) di SMP PGRI 01 Wajak bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai self-harm sebagai bentuk upaya penguatan karakter pelajar pancasila. Melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan kegiatan reflektif, siswa diajak memahami konsep self-harm, mengenali faktor pemicunya, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membentuk pribadi yang tangguh, beriman, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Hasil sosialisasi ini menunjukkan bahwa siswa lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan, memahami pentingnya mencari bantuan, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep self-love. Edukasi mental health terbukti menjadi strategi yang efektif dalam membentuk generasi muda yang sehat secara mental dan berkarakter Pancasila.