Rodiyatun Nufus
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pelaksanaan Kegiatan P5 dalam Kurikulum Merdeka dari Pembelajaran Progresif Siswa SMP Rodiyatun Nufus
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8129

Abstract

Abstract: This study aims to find out the implementation of P5 activities as a Pancasila strengthening project in a school, especially junior high schools and equivalent, with the independent curriculum it is certainly a new challenge for educators as well as students because, with the new curriculum students will find it a little difficult to adapt so that with In this research we hope we can understand how students' learning needs both in terms of subject matter as well as interests and talents and find out learning difficulties with the P5 concept. The data collection technique used is a quantitative method where this research is carried out with a direct or experimental approach to students so that it can be explained descriptively. The Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5) is a project-based co-curricular activity designed to strengthen efforts to achieve competence and character in accordance with the Pancasila student profile which is prepared based on Graduate Competency Standards, so that the government hopes that every participant who graduates at the school level already has his own abilities and can continue the profile of students in the next level. In the independent curriculum, the profile of Pancasila needs to be increased so that students do not overlook Pancasila values as well in order to create students who have character and can compete both nationally and internationally.Keywords: Independent curriculum, pancasila student profile, p5, implementation of independent learning curriculumAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan P5 sebagai projek penguatan pancasila di suatu sekolah khususnya SMP dan sederajat, dengan adanya kurikulum merdeka tentu sebagai tantangan baru bagi pendidik juga peserta didik oleh sebab, dengan adanya kurikulum baru peserta didik akan merasa sedikit kesulitas untuk beradaptasi sehingga dengan penelitian ini kami berharap kami dapat memahami bagaimana kebutuhan belajar siswa baik dari segi pokok juga minat dan bakat serta mengetahui kesulitan belajar dengan konsep P5. Teknik pengumpulan data yang di gunakan ialah metode kuantitatif di mana penelitian ini di lakukan dengan pendekatan secara langsung atau eksperimen terhadap siswa sehingga dapat di jelaskan secara deskriptif. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yag disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan, sehinggga pemerintah berharap bahwa setiap peseta yang lulus dalam jenjang sekolah sudah memiliki kemampuan sendiri dan dapat meneruskan profil pelajar dalam jenjang selanjutnya. Dalam kurikulum merdeka profil pancasila perlu di tingkatkan guna pelajar tidak melipakan nilai nilai pancasila jua guna menciptakan peserta didik yang berkarakter dan dapat bersaing baik di nasional juga internasional.Kata kunci: Kurikulum merdeka, profil pelajar pancasila, P5, implementasi kurikulum merdeka belajar
Pelaksanaan Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan Manik - Manik Dan Bros Berbahan Kain Perca di PKBM Bina Lapaskas Center Ahmad Fauzi; Karmilah; Siti Subtianah; Rodiyatun Nufus; Eka Yogaswara
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18767

Abstract

Abstract: Correctional institutions not only serve as places for serving criminal sentences but also function as rehabilitation institutions that provide various programs to support the development of inmates' skills. One of these programs is life skills training organized by PKBM Bina Lapaskas Center at Class III Rangkasbitung Correctional Institution through beadwork and fabric scrap brooch-making training. This study aimed to describe the implementation of the life skills training program. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. It was conducted on November 18, 2025, involving 25 participants from Package A, Package B, and Package C equivalency education programs. Research informants were selected using purposive sampling and consisted of three participants representing each educational level. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques, and their trustworthiness was ensured through methodological triangulation. The findings showed that the training was implemented in three stages: material presentation, demonstration of production techniques, and hands-on practice under the guidance of the instructor. The material presentation helped participants understand the tools, materials, and production procedures, while the demonstration provided a clear illustration of the production process. Furthermore, the hands-on practice enabled participants to apply the skills they had learned directly under supervision. Abstrak: Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan pidana, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai program yang mendukung pengembangan keterampilan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah pelatihan kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh PKBM Bina Lapaskas Center Lapas Kelas III Rangkasbitung melalui pelatihan pembuatan manik-manik dan bros berbahan kain perca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada 18 November 2025 dengan melibatkan 25 peserta pelatihan yang berasal dari program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tiga peserta yang mewakili masing-masing jenjang pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian teknis analisis data serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi, demonstrasi teknik pembuatan, dan praktik secara langsung dengan pendampingan instruktur. Penyampaian materi membantu peserta memahami alat, bahan, dan tahapan pembuatan produk, demonstrasi memberikan gambaran mengenai proses kerja, sedangkan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.