Retno Shiama Varelasiwi
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Situasional dan Servant Leadership Dalam Peningkatan Kinerja Guru Di Era Society 5.0 Retno Shiama Varelasiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8136

Abstract

Abstract: The era of society 5.0 is a continuation of the 4.0 revolution which utilizes digital media and the internet to facilitate daily activities, as well as in the world of education. The spread of media and the current use of the internet helps students explore broader knowledge so that teachers are not the only source of learning. Teachers are expected to be more sensitive to changing times and the needs of society, so that they have adaptive and transformative social potential in managing themselves and have the potential to become professional teachers. Based on this, writing this article explains the role of situational leadership and servant leadership in improving teacher performance in the 5.0 era. In this scientific article data collection was carried out using the literature review method using a collection of articles, journals and books. The results of situational leadership and servant leadership are considered appropriate in leading teachers towards teacher performance. This leadership is also flexible and tends to spread a feeling of psychological empowerment to teachers so that it will affect their performance. Situational leadership and servant leadership are considered suitable for education in Indonesia where learning is dynamic and changes rapidly so that flexible leaders can more easily guide and direct teachers in improving performance.Keywords: Situational leadership, Servant Leadership, teacher performanceAbstrak: Era society 5.0 merupakan kelanjutan dari revolusi 4.0 yang memanfaatkan media digital dan internet dalam mempermudah kegiatan sehari-hari, begitupun didunia pendidikan. Meluasnya media dan penggunaan internet saat ini membantu siswa dalam mengeksplore pengetahuan lebih luas sehingga guru bukan satu-satunya sumber pembelajaran. Guru diharapkan lebih peka terhadap perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat, sehingga memiliki potensi sosial yang adaptif dan transformatif dalam mengelola dirinya sendiri dan memiliki potensi menjadi guru profesional. Berdsarkan hal tersebut penulisan artikel ini menelaskan peran kepemimpinan situasional dan servant leadership terhadap peningkatan kinerja guru di era 5.0. Pengumpulan data dilakukan dengan metode literature riview menggunakan kumpulan artikel, jurnal serta buku. Hasil kepemimpinan situasional dan servant leadership dinilai sesuai dalam memimpin para guru terhadap kinerja guru. Kepemimpinan ini pun bersifat flexible dan cenderung menyebarkan perasaan pemberdayaan psikologis pada para guru sehingga akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Kepemimpinan situaional dan servant leadership dinilai cocok untuk pendidikan di indonesia yang dalam pembelajaran bersifat dinamis dan berubah secara cepat sehingga pemimpin yang flexible dapat lebih mudah membimbing dan mengarahkan guru dalam meningkatkan kinerja.Kata kunci: Kepemimpinan situasional, Kepemimpinan yang Melayani, kinerja guru
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Menguatkan Identitas Nasional Melalui P5 di Era Globalisasi Retno Shiama Varelasiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7896

Abstract

Abstract: Indonesia is a plural country that is rich in diversity both in terms of ethnicity, religion, race and group. Diversity has many influences, such as gaps that can cause conflicts between groups or are caused by differences in culture and background between groups in society. So that character cultivation is needed to provide understanding and strengthen the spirit of nationalism in students. The spirit of nationalism is a sense of pride and love for the homeland so that it is able to appreciate and appreciate the differences that exist in society. This research uses a literature study with a systematic review where data collection comes from textbooks, journals, scientific articles, and other literature reviews that are in accordance with the research study. The results of this study aim to show that the implementation of multicultural education is able to strengthen the nation's identity through the Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Globalization Era for elementary school students.Keywords: Project on Strengthening the Profile of Pancasila, Multicultural Education, NationalismAbstrak: Indonesia adalah negara majemuk yang kaya akan keanekaragaman baik dari segi suku, agama, ras dan golongan. Keragaman memiliki banyak pengaruh, seperti kesenjangan yang dapat menimbulkan konflik antar kelompok atau disebabkan oleh perbedaan budaya dan latar belakang antar kelompok dalam masyarakat. Sehingga penanaman karakter sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman dan memperkuat jiwa nasionalisme pada siswa. Semangat nasionalisme adalah rasa bangga dan cinta tanah air sehingga mampu menghargai dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan tinjauan sistematis dimana pengumpulan data berasal dari buku teks, jurnal, artikel ilmiah, dan kajian pustaka lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural mampu memperkuat jati diri bangsa melalui Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila di Era Globalisasi bagi siswa tingkat sekolah dasar.Kata kunci: Proyek Penguatan Profil Pancasila, Pendidikan Multikultural, Nasionalisme
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Penanaman Pendidikan Karakter Siswa Dalam Membangun Jiwa Nasionalisme Retno Shiama Varelasiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8137

Abstract

Abstract: Education is a vessel in creating output with character and morality. The formation of moral character and character is one of them outlined in civics education subjects. Citizenship education itself is education that is taught to students from basic education, with the hope of being able to convey character education in building a good, firm, and moral national character. This research adopts a literature study which collects literature from various journals, books, and scientific works that are in accordance with the research study. Based on the results and discussion, it can be explained that instilling character education needs to be implemented as early as possible, especially at the basic education level where students are able to be directed and understand communication in class. The subject that will be studied successively by students from the basics to the top is civics education, it is hoped that students will be able to implement the moral character of the nation and have a spirit of nationalism in everyday life.Keywords: Character education, citizenship education, spirit of nationalismAbstrak: Pendidikan merupakan wadah dalam menciptakan output yang berkarakter dan bermoral. Pembentukan karakter yang bermoral budi pekerti salah satunya dituangkan dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan sendiri menjadi pendidikan yang diajarkan pada peserta didik sejak pendidikan dasar, dengan harapan mampu menuangkan pendidikan karakter dalam membangun karakter bangsa yang baik, tegas, serta bermoral. Penelitian ini mengadopsi studi literatur yang pengumpulan bahan litratur dari berbagai jurnal, buku, maupun karya ilmiyah yang sesuai dengan kajian penelitian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat menjabarkan tentang penanaman pendidikan karakter perlu di diterakpan sedini mungkin terlebih pada jenjang pendidikan dasar yang mana siswa sudah mampu diarahkan dan mengerti terhadap komunikasi di kelas. Mata pelajaran yang akan dipelajari peserta didik secara beruntun dari dasar hingga atas ialah pendidikan kewarganegaraan, diharapkan peserta didik mampu mengimplementasikan karakter bangsa yang bermoral dan berjiwa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, jiwa nasionalisme