Arsyada Maziyyati
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KEPERCAYAAN DAN TRADISI DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF PADA BAYI Arsyada Maziyyati; Fitrotun Nisa`iyah; Hana Sophia Athallah; Mochamad Iqbal Juliansyah; Septa Katmawanti; Elisa Danik Kurniawati; Windi Chusniah Rachmawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBabies certainly need nutrients that can be obtained from breast milk. However, there are still several provinces in Indonesia that have not reached the 2021 program target for the percent of infants who are exclusively breast-fed. One of the barriers is social and cultural factors that are less supportive of behavior to meet exclusive breastfeeding. These barriers can have an impact on health. Therefore, this analysis is intended to determine the correlation or relationship between beliefs and traditions in complementary breastfeeding to the fulfillment or exclusive breastfeeding for infants aged 0 (zero) to 6 (six) months. The method used was literature review using google scholar to find research articles. Based on the literature review that was carried out, the results obtained were that there was a correlation or relationship between the beliefs and traditions of complementary feeding for infants aged 0 to 6 months towards exclusive breastfeeding. There are factors of belief and tradition in society that do not support the implementation of exclusive breastfeeding behavior, so that one of the barriers to exclusive breastfeeding is the lack of support for some beliefs and traditions.Keywords: trust; tradition; exclusive breastfeedingAbstrakBayi tentunya membutuhkan nutrisi yang dapat diperoleh dari Air Susu Ibu (ASI). Namun, masih terdapat beberapa provinsi di Indonesia masih belum mencapai target program tahun 2021 untuk persentase bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Salah satu penghambatnya yaitu faktor sosial dan budaya yang kurang mendukung perilaku untuk memenuhi ASI secara eksklusif. Hambatan tersebut dapat berdampak bagi kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui korelasi atau hubungan antara kepercayaan serta tradisi dalam pemberian makanan pendamping ASI terhadap pemenuhan atau pemberian ASI secara eksklusif untuk bayi usia 0 (nol) hingga 6 (enam) bulan. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan menggunakan google scholar untuk mencari artikel penelitian. Berdasarkan literature review yang dilaksanakan, hasil yang didapatkan yaitu adanya korelasi atau hubungan antara kepercayaan dan tradisi MP-ASI untuk dengan usia bayi 0 hingga 6 bulan terhadap pemberian atau pemenuhan ASI secara eksklusif. Terdapat faktor kepercayaan dan tradisi dalam masyarakat yang kurang mendukung perilaku implementasi memberikan ASI secara eksklusif, sehingga salah satu hambatan untuk memberikan ASI eksklusif adalah kurang mendukungnya beberapa kepercayaan dan tradisi.Kata kunci: kepercayaan; tradisi; ASI eksklusif
Memperkuat literasi kesehatan guru dan orang tua: Edukasi vaksinasi dan pengasuhan anak secara holistik Rizqie Putri Novembriani; Alifia Candra Puriastuti; Winny Kirana Hasanah; Maya Maulina Sari; Arsyada Maziyyati; Mardeliya Cantique Aishwarya; Nina Rini Suprobo
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p275-288

Abstract

Data global terbaru menunjukkan bahwa hanya 84% anak-anak yang menerima dosis ketiga vaksin DTP dan 83% menerima dosis pertama vaksin campak pada tahun 2023, membuat jutaan orang berisiko terkena penyakit yang dapat dicegah, masalah yang diperburuk oleh pandemi Covid-19, yang menyebabkan 67 juta anak melewatkan vaksinasi penting di seluruh dunia. Kesenjangan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat literasi kesehatan di antara orang tua dan guru untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Juni 2024 di PAUD Terpadu Miracle Kids, Kota Malang ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang vaksinasi dan penanganan terpadu penyakit anak (SIMAMBA) di kalangan pengasuh. Sebanyak 36 peserta mengikuti sesi edukasi. Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi, dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 31,7 poin (dari 58,3 menjadi 90,0). Nilai minimum meningkat dari 20 menjadi 40, dan nilai maksimum meningkat dari 80 menjadi 100. Proporsi peserta yang diklasifikasikan memiliki pengetahuan "Baik" meningkat dari 25% menjadi 91,7%. Temuan ini menyoroti efektivitas kegiatan SIMAMBA dalam meningkatkan pemahaman pengasuh tentang vaksinasi dan manajemen kesehatan anak melalui edukasi interaktif yang tepat sasaran.