M. Ulil Abshor
IAI Hasanuddin Pare Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hermeneutika dalam Tafsir al-Qur’an Kontemporer di Indonesia: Integrasi, Kritik, dan Relevansi dalam Menjawab Problematika Sosial Sholihan; M. Ulil Abshor
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): al-Qur'an and Hermeneutik
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/880exc55

Abstract

Artikel ini mengkaji posisi dan peran hermeneutika dalam tafsir al-Qur’an kontemporer di Indonesia dengan menyoroti aspek integrasi, kritik, serta relevansinya dalam menjawab problematika sosial. Hermeneutika dipahami sebagai pendekatan metodologis yang memungkinkan terjadinya dialog antara teks wahyu dan konteks kekinian, sehingga penafsiran al-Qur’an tidak bersifat statis, tetapi dinamis dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) terhadap berbagai literatur tafsir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hermeneutika telah berkontribusi dalam memperluas cakupan tafsir dengan menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap isu-isu modern, seperti pluralisme, gender, lingkungan, dan keadilan sosial. Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini tampak dalam model tafsir kontekstual, khususnya melalui pendekatan ma’nā-cum-maghzā, yang mengintegrasikan unsur teks, penafsir, dan audiens. Namun demikian, hermeneutika juga menuai kritik dari kalangan ulama tradisional yang menilai pendekatan ini berpotensi menggeser otoritas wahyu dan membuka ruang subjektivitas berlebihan dalam penafsiran. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan hermeneutika dengan metodologi tafsir klasik. Integrasi tersebut memungkinkan terciptanya penafsiran yang tetap berlandaskan pada otoritas teks, sekaligus responsif terhadap dinamika sosial kontemporer. Dengan demikian, hermeneutika tidak diposisikan sebagai pengganti tafsir klasik, melainkan sebagai instrumen pelengkap yang memperkaya khazanah keilmuan Islam dan menjadikan al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Orientalisme Dan Kajian Tema Al-Qur’an M. Ulil Abshor; M. Miftahun Najib
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1854

Abstract

Penelitian ini membahas pendekatan para orientalis dalam studi tematik terhadap al-qur’an dengan menyoroti metode, asumsi, serta respon akademik dari kalangan sarjana muslim. Studi orientalis sering kali menggunakan pendekatan filologis, historis, dan intertekstual yang menimbulkan kontroversi karena memosisikan al-qur’an sebagai teks sejarah, bukan wahyu ilahi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menelaah pemikiran tokoh-tokoh orientalis serta respons kritis terhadapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan orientalis terhadap tema-tema al-qur’an perlu dikritisi secara akademik agar tidak mengaburkan makna wahyu, namun tetap dapat diadopsi secara selektif sebagai kontribusi ilmiah. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan integratif antara metode ilmiah dan nilai-nilai keislaman dalam studi al-qur’an.