Wijonarko Wijonarko
Akademi Keperawatan Bunda Delima

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identification and management of chronic kidney disease: A case study Wijonarko Wijonarko; Ferry Ferry
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i2.108

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is one of the most common chronic diseases affecting people in the world. CKD is a disorder of kidney function, namely the body's failure to maintain metabolism and fluid balance, so that it cannot recover due to the body being unable to maintain metabolism. Purpose: To identify appropriate bleeding in chronic kidney disease patients. Method: The design of this research is a case study in caring for clients with chronic kidney disease (CKD). The research object was two patients with a diagnosis at the Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital, Lampung Province. Maintenance care data collection is carried out by interviews, physical examination, and direct observation. Data analysis was carried out by evaluating treatment actions against the level of treatment achievement in patients. Results: Based on diagnosis, observation and physical examination, ineffective breathing patterns, hypervolemia, activity intolerance, disturbed sleep patterns and risk of nutritional deficit were found. Bleeding care for 3 x 24 hours shows that breathing patterns are becoming more normal, fluid intake is balanced, and physical activity is restored. Conclusion: Implementation of maintenance measures in CKD patients has an impact on improving breathing, balancing fluid intake, and physical activity conditions. Suggestion: There is a need to understand and the importance of nursing care, namely in carrying out priority actions for CKD patients.   Keywords: Chronic Kidney Disease (CKD); Identification; Management; Nursing Care.   Pendahuluan: Chronic kidney disease (CKD) menjadi salah satu penyakit kronis yang paling banyak menyerang masyarakat dunia. CKD merupakan gangguan fungsi ginjal yaitu tubuh gagal dalam mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan, sehingga tidak dapat pulih kembali disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memelihara metabolisme. Tujuan: Untuk mengidentifikasi manajemen keperawatan yang sesuai pada pasien penyakit ginjal kronis. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus dalam asuhan keperawatan pada klien chronic kidney disease (CKD). Objek penelitian sebanyak dua pasien dengan diagnosa di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Pengumpulan data asuhan keperawatan dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi langsung. Analisa data dilakukan dengan melakukan evaluasi tindakan asuhan keperawatan terhadap tingkat pencapaian perawatan pada pasien. Hasil: Berdasarkan diagnosa, observasi, dan pemeriksaan fisik, didapatkan pola napas tidak efektif, hypervolemia, intoleransi aktivitas, gangguan pola tidur, dan resiko defisit nutrisi. Asuhan keperawatan selama 3x24 jam menunjukkan pola napas semakin normal, asupan cairan jadi seimbang, dan pulihnya aktivitas fisik. Simpulan: Pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan pada pasien CKD memberikan pengaruh terhadap perbaikan pernapasan, keseimbangan asupan cairan, dan kondisi aktivitas fisik. Saran: Perlunya pemahaman dan pentingnya asuhan keperawatan yaitu dalam melakukan tindakan prioritas bagi pasien CKD.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Identifikasi; Penatalaksanaan; Penyakit Ginjal Kronis (PGK).
Aplikasi Tindakan Keperawatan pada Pasien Post Operatif Hirschprung dengan Masalah Keperawatan Gangguan Integritas Kulit Edita Revine Siahaan; Fitri Yanti; Wijonarko Wijonarko; Ferry Ferry; Hendra Jaya Putra
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.22185

Abstract

ABSTRACT Hirschsprung is a disorder of the lower large intestine from the anus to the upper intestine and is congenital in the lower part of the colon connected to the rectosigmoid in toddlers who expereience pst operative hirchprung after   surgery there is a surgical wound in the lower left abdomen, impaired skin integrity can be a major problem. And for that, help is needed to overcome post operative wounds so tht impaired skin integrity can improve again. The purpose of this study was to describe the application of nursing in post operative hirschprung. The research method used with a case study design and the number of respondents was two clients with the criteria of client who experienced impaired skin integrity in hirschprung. The results showed that impaierd skin integrity in both clients could be resolved for 3 days which was indicated by improved skin integrity, improved skin elasticity, no signs of infections. Conclusion: by providing wound care with sterile and on sterile techniques. Post operative hirschprung wounds improved. Keywords: Nursing Action Aplication, Patient, Hirschprung.  ABSTRAK Hirschsprung merupakan kelainan pada usus besar paling bawah mulai anus sampai usus bagian atas dan bersifat kongenital pada bagian bawah kolon yang terhubung dengan rectosigmoid. Pada anak usia balita yang mengalami post operatif hirschsprung setelah melakukan tindakan operasi ada luka operasi di abdomen kiri bawah, gangguan integritas kulit dapat menjadi masalah utama. Dan untuk itu perlu bantuan untuk mengatasi luka post operatif sehingga gangguan integritas kulit dapat kembali membaik. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan aplikasikeperawatan pada post operatif hirschsprung. Metode penelitian yang digunakan dengan desain studi kasus dan jumlah reponden dua klien dengan kriteria klien yang mengalami gangguan integritas kulit pada hirschsprung. Hasil penelitian menunjukkan gangguan integritas kulit pada kedua klien dapat terselesaikan selama 3 hari yang ditandai dengan integritas kulit membaik, elastisitas kulit membaik, tidak ada tanda-tanda infeksi. Kesimpulan : Dengan memberikan perawatan luka secara tekhni steril dan on steril maka luka post operatif hirscprung  membaik. Kata Kunci: Aplikasi Tindakan Keperawatan, Pasien, Hirschprung.