Nurfitriani M. Siregar
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kesejahteraan Karyawan UMKM di Desa Bintuas Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal Esli Zuraidah Siregar; Nurfitriani M. Siregar; Asmarida Asmarida; Alzikri Alzikri
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 8, No 2 (2026): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v8i2.17053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan karyawan UMKM pengolahan ikan asin berdasarkan indikator pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pemilik UMKM, karyawan, dan Kepala Desa Bintuas yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan UMKM pengolahan ikan asin berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan karyawan melalui meningkatnya pendapatan yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, kemampuan memiliki tabungan, serta perbaikan kondisi ekonomi rumah tangga. Namun demikian, pendapatan yang diperoleh masih bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang menentukan jumlah hasil tangkapan ikan, kualitas proses pengeringan, dan nilai jual produk. Dengan demikian, UMKM pengolahan ikan asin berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, meskipun keberlanjutan peningkatan tersebut masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya kestabilan cuaca.
Model Komunikasi Pemberdayaan Dosen dalam Meningkatkan Akreditasi Program Studi Menuju Unggul di PTKIN (Studi di UIN Syahad Padangsidimpuan, UMTS, IPTS, dan STAIN Madina) Nurfitriani M. Siregar; Anas Habibi Ritonga; Gina Sonya Pane; Ismi Alawiah; Zakia Pane
Hikmah Vol 19, No 2 (2025): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v19i2.18050

Abstract

This study aims to analyze the communication model for empowering lecturers in efforts to improve study program accreditation toward achieving excellent status in State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) and Private Higher Education Institutions (PTS) in North Sumatra. The research focuses on UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (SYAHADA) Padangsidimpuan, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), and STAIN Madina. Using a qualitative approach and case study method, this study examines the dynamics of communication within these institutions. The findings reveal that an effective communication model involves collaboration, transparency, and the provision of constructive feedback. Institutions that successfully empower their lecturers emphasize participatory communication strategies that allow lecturers to be actively involved in decision-making and planning processes related to accreditation improvements. Additionally, the integration of information technology-based communication is identified as a critical factor in facilitating coordination and monitoring of accreditation progress. This study underscores the importance of creating an environment that fosters open dialogue and trust between academic leaders and lecturers. It offers practical recommendations for higher education administrators to adopt participatory communication models that support lecturer empowerment. By doing so, institutions can enhance their capacity to achieve superior accreditation outcomes and improve overall academic quality.