Heri Khoeri
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Static Load Test of the Bridge to Fulfill the Functional Suitability Criteria of Way Sekampung Bridge Heri Khoeri; Panji Nugroho; Wisnu Isvara
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v9i1.1180

Abstract

Jembatan dan terowongan jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan mempunyai fungsi sosial yang sangat penting sehingga harus dilakukan penyelenggaraan keamanan bagi pengguna jalan sebagaimana yang diamanatkan oleh Permen PUPR 10 tahun 2022 tentang Keamanan Jembatan dan Terowongan. Parameter daya layan yang harus dipenuhi untuk aspek keamanan adalah tidak terlampauinya batas tegangan dan batas lendutan pada saat operasional termasuk saat kondisi pembebanan maksimum terjadi. Untuk mengetahui perilaku Jembatan Way Sekampung saat beroperasi dilakukanlah uji pembebanan static dan dinamik pada jembatan. Uji beban statik dilakukan dengan beban bertahap sampai dengan 66% UDL (120 ton) dengan kelipatan 16% (30 ton), dan selanjutnya beban dihilangkan secara bertahap. Lendutan terukur pada beban 66% UDL yaitu 8,698 mm yang diextrapolasi ke 100% UDL menjadi 17,888 mm masih di bawah batas lendutan ijin (L/1000 = 35.7 mm). Sejalan dengan itu regangan yang diekstrapolasi dari regangan 60%UDL yaitu 0,00013 juga masih di bawah batas regangan tarik yang berpotensi menyebabkan beton retak (= 0,00015). Selama tahapan pengujian struktur menunukan bersifat linier elastin, dengan lendutan sisa maksimum 1.3 mm masih di bawah bats lendutan sisa yang diijinkan (17,4 mm). Berdasarkan penilaian parameter uji statik, maka jembatan laik untuk difungsikan.
Pemeriksaan Pemenuhan Standar Getaran untuk Keselamatan dan Kenyamanan Masjid Apung Ziadatul Abror dengan Smartphone Heri Khoeri; Galuh Adeputra; Zerik Sembada
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-1.1549

Abstract

Building structures must be in good condition and meet technical feasibility criteria. Ziadat-ul-Abror Floating Mosque on Pagatan Beach, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, which was initiated and built by PT. It is hoped that Borneo Indobara will become an attraction for religious tourism in Tanah Bumbu. Apart from the security aspect, the comfort aspect for users must be a concern. Inspection of compliance with vibration standards is one of the parts that must be carried out to ensure that worshipers feel safe and comfortable when worshiping in the mosque. This is in line with what was decided in the Decree of the Minister of the Environment No. 49 of 1996 and regulated by ISO 2631-2 1989 which requires vibrations that do not damage buildings, disturb human comfort and health. From the results of the vibration test it is known that vibration in operational conditions is still within the permissible limits with a frequency between 5.66-15.86 Hz, peak vibration acceleration 0.36-1.94 %g, peak vibration velocity 0.10-1.99 mm/ det and dynamic deflection 1.22-67.37 mm.