Bangunan eksisting yang dirancang berdasarkan peraturan lama berpotensi tidak memenuhi tuntutan kinerja struktur akibat perkembangan peraturan gempa yang semakin konservatif serta degradasi material. Penelitian ini menyajikan evaluasi kinerja struktur dan pemilihan alternatif perkuatan pada bangunan auditorium rangka baja eksisting yang menggunakan sistem rangka pemikul momen dengan elemen melengkung dan non-prismatik. Evaluasi dilakukan melalui inspeksi lapangan dan pemodelan numerik tiga dimensi berbasis kinerja menggunakan ETABS dengan mempertimbangkan pembebanan gravitasi dan gempa berdasarkan peraturan terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan struktur bersifat lokal, ditandai dengan overstress pada balok baja lantai atap dengan nilai DCR (Demand Capacity Ratio) awal sebesar 1,2 serta permasalahan layanan pada pelat beton akibat lendutan berlebihan. Beberapa alternatif perkuatan dikembangkan dan dievaluasi menggunakan weighted decision matrix yang mempertimbangkan kinerja struktural, konstruktabilitas, dan keterbatasan pelaksanaan retrofit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perkuatan lokal balok baja merupakan solusi paling rasional. Verifikasi numerik pada balok berprofil WF 200×100×5,5×8 menunjukkan bahwa perkuatan menggunakan cover plate simetris mampu meningkatkan kapasitas lentur sebesar 25–30% dan menurunkan nilai DCR menjadi sekitar 0,91–0,94, sehingga memenuhi persyaratan kekuatan struktur. Kata kunci: asesmen, baja, konstruksibilitas, retrofit, struktur.