Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pemahaman Perjalanan Penyakit Untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Riasari Mardani; Fathul Azmi; Dhandi Hidayatullah; Muhammad Atta Iqbal; Hartiani
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xm6mnj67

Abstract

Non-communicable diseases have become a global health threat with increasing prevalence in Indonesia, particularly in regions experiencing lifestyle transitions. Community understanding of disease progression serves as a crucial foundation in empowering individuals for responsible health decision-making. This study aimed to analyze the effectiveness of disease journey understanding socialization programs in enhancing health awareness among Aikmel community. The research employed a cross-sectional design with quantitative approach involving 38 adult respondents aged 25-60 years selected through purposive sampling. Data collection was conducted through validated questionnaires with pretest and posttest measurements to evaluate knowledge levels, attitudes, and health behavior intentions. Data analysis utilized paired t-test and Wilcoxon signed-rank test with significance level of p<0.05. Research findings demonstrated significant increases in knowledge scores from 11.8±3.2 to 16.7±2.4 (41.5% increase), attitude scores from 48.6±8.4 to 62.8±6.7 (29.2% increase), and behavioral intentions from 21.1-39.5% to 73.7-86.8% across various preventive health behavior domains. The program successfully identified 16 new cases of chronic diseases through enhanced early detection practices. This study concludes that disease journey understanding socialization effectively improves community health literacy and can serve as a community-based intervention strategy for non-communicable disease prevention.
Efektivitas Digitalisasi Pelayanan Dasar Puskesmas Berbasis E-Puskesmas Di Puskesmas Batuyang Lombok Timur Mohamad Ariansidi; Fathul Azmi; Muhammad Junaedi
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v1i1.8558

Abstract

Transformasi layanan kesehatan primer menuju platform berbasis digital merupakan agenda strategis nasional yang keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat efektivitas implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana penerapan sistem e-Puskesmas mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar di Puskesmas Batuyang, Kabupaten Lombok Timur. Rancangan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan terhadap 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mencakup pasien aktif serta tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam operasional sistem. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert lima poin yang mencakup empat dimensi pengukuran efektivitas, yaitu kecepatan pelayanan, akurasi data, efisiensi operasional, dan kepuasan pengguna. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata total efektivitas berada pada angka 3,42 (kategori cukup efektif), dengan dimensi akurasi data memperoleh skor tertinggi (3,70) dan dimensi kepuasan pengguna memperoleh skor terendah (3,20). Analisis regresi mengonfirmasi adanya pengaruh signifikan implementasi e-Puskesmas terhadap kualitas pelayanan (R² = 0,612; p < 0,05). Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi ketidakstabilan jaringan internet dan kesenjangan kompetensi digital tenaga kesehatan. Penguatan infrastruktur teknologi dan program pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk mendorong efektivitas sistem ke tingkat optimal.
Advokasi Kebijakan Kesehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Desa Sambelia Lombok Timur Fathul Azmi; Riasari Mardani; Dhandi Hidayatullah; Mohamad Ariansidi; Muhammad Junaedi
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v6i1.1126

Abstract

Community-based environmental health advocacy in rural Indonesia remains underdeveloped, particularly in remote coastal villages with limited sanitation infrastructure. This community service aimed to identify dominant environmental health problems, implement participatory policy advocacy, and produce a policy brief as a formal recommendation for village government. Using a qualitative approach with with case study design and participatory action research (PAR), data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation study involving 15 purposively selected informants comprising village officials, health cadres, community leaders, PKK representatives, and community health center officers. Rapid assessment revealed that 74% of households lacked adequate domestic wastewater management, 68% practiced improper solid waste disposal, 55% experienced limited clean water access, and 38% still engaged in open defecation. Advocacy capacity building carried out through focused group discussions, advocacy training, and policy brief mentoring successfully shifted the community paradigm from passive recipients to active policy agents. The policy brief produced through participatory processes secured a formal commitment from the village head to incorporate communal sanitation programs into the Village Government Work Plan (RKPDes). This model demonstrates that integrating field-based problem identification through rapid assessment, community advocacy capacity building, and structured formal recommendation mechanisms can effectively stimulate concrete and sustainable policy responses at the village level.
Dilema Etik Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas Batuyang Lombok Timur: Pendekatan Hukum Empiris Fathul Azmi; Dhandi Hidayatullah; Riasari Mardani
Soepra Jurnal Hukum Kesehatan Vol 12, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/sjhk.v12i1.15216

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena dilema etik yang dihadapi tenaga kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Batuyang, Lombok Timur, dengan menggunakan pendekatan hukum empiris. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya ketegangan antara tuntutan profesionalisme medis, kewajiban hukum, serta realitas sosial-budaya yang memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dilema etik yang muncul, menganalisis faktor penyebabnya, serta mengevaluasi implikasinya dalam perspektif hukum kesehatan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan socio-legal, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilema etik yang dominan meliputi konflik antara prinsip otonomi pasien dan kewajiban beneficence tenaga kesehatan, keterbatasan pelaksanaan informed consent terutama dalam kondisi darurat, tekanan sosial-budaya dalam pengambilan keputusan medis, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan. Dari sudut pandang hukum, kondisi tersebut mencerminkan adanya kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan praktik di lapangan, yang berpotensi menimbulkan risiko hukum bagi tenaga kesehatan apabila tidak dikelola secara tepat. Berbeda dari kajian-kajian terdahulu yang umumnya mengkaji dilema etik secara normatif atau dalam konteks pelayanan spesialistik, penelitian ini mengisi kesenjangan literasi dengan menghadirkan analisis berbasis data empiris lapangan dari fasilitas kesehatan primer di wilayah berkembang. Novelty penelitian ini terletak pada pengintegrasian perspektif socio-legal dengan realitas kontekstual puskesmas, sehingga menghasilkan temuan yang tidak sekadar bersifat deskriptif-normatif melainkan juga analitis-reflektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara prinsip etika medis dan kepatuhan hukum melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, penyusunan pedoman operasional yang kontekstual, serta dukungan kelembagaan yang memadai. Dengan demikian, upaya penyelesaian dilema etik tidak hanya bergantung pada individu tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan intervensi sistemik dalam kebijakan pelayanan kesehatan dasar.Abstract: This study examines the ethical dilemmas faced by healthcare workers in providing primary health services at Batuyang Community Health Center, East Lombok, using an empirical legal approach. The background of this study is based on the tension between demands for medical professionalism, legal obligations, and socio-cultural realities that influence clinical decision-making processes. The objectives of this study are to identify the forms of ethical dilemmas that arise, analyze their underlying causes, and evaluate their implications from the perspective of health law. The method used is qualitative research with a socio-legal approach, employing in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings reveal that the dominant ethical dilemmas include conflicts between patient autonomy and the healthcare workers’ obligation of beneficence, limitations in the implementation of informed consent, especially in emergency situations, socio-cultural pressures in medical decision-making, and limited facilities and infrastructure. From a legal perspective, these conditions reflect a gap between applicable legal norms and practices in the field, which potentially expose healthcare workers to legal risks if not managed appropriately. Unlike previous studies that generally examine ethical dilemmas normatively or in the context of specialist care, this research fills a literature gap by presenting an analysis based on empirical field data from primary health care facilities in developing areas. The novelty of this study lies in integrating a socio-legal perspective with the contextual realities of community health centers, thus producing findings that are not merely descriptive-normative but also analytical-reflective. This study emphasizes the importance of integrating medical ethical principles with legal compliance through strengthening healthcare workers’ capacity, developing contextual operational guidelines, and ensuring adequate institutional support. Accordingly, resolving ethical dilemmas does not solely depend on individual healthcare workers, but also requires systemic intervention in primary health care policies.