Efi Brata Madya
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pernikahan Dini Dalam Pengembangan Masyarakat: Kajian Konteks Kesejahteraan Sosial Di Desa Binanga Kecamatan Barumun Tengah Fikrah Khairani Siregar; Efi Brata Madya
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i4.2091

Abstract

Berdasarkan hasil survei BPS pada tahun 2020, angka pernikahan dini mengalami penurunan, namun bukan berarti pernikahan dini tersebut tidak terjadi lagi. Biasanya pernikahan dilakukan oleh remaja di bawah usia 19 tahun, dan terjadi di desa maupun di kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pernikahan usia muda terhadap kesejahteraan sosial masyarakat dan menawarkan strategi pencegahan pernikahan dini di Desa Binanga, Barumun Tengah, Padang Lawas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami fenomena secara menyeluruh. Untuk mencari data dilakukan sesi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diolah secara sistematis dengan menyajikan data, mereduksi data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini sering dianggap sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Namun kesejahteraan sosial dalam konteks pernikahan dini tidak selalu optimal karena faktor rendahnya tingkat ekonomi dan budaya masyarakat yang seringkali menghambat kemampuan finansial untuk menciptakan kehidupan yang bahagia. Selain itu, pernikahan dini berdampak pada orang lain secara ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum dan mencegah pernikahan dini.
Negotiating Multiculturalism in Rural Indonesia: The Structural-Functional Role of Muslim Community Leaders in Social Cohesion Siti Anur Rambe; Efi Brata Madya
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Assyfa Journal of Islamic Studies (August) In Press
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v4i2.1216

Abstract

This study explores the structural-functional role of Muslim community leaders in fostering social cohesion within a multicultural rural context in Tanjung Medan Village, Bilah Barat District, Labuhanbatu Regency. While cultural, linguistic, and ethnic diversity often presents structural friction in rural Indonesian communities, social harmony remains intact through active local leadership. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were gathered through observations, in-depth interviews, and document analysis involving Muslim community leaders, traditional figures, and village administrators. The findings demonstrate that Muslim community leaders perform essential integrative functions to maintain social equilibrium through proactive strategies, including joint social initiatives, rural infrastructure development, inclusive religious and mutual-aid association (Serikat Tolong Menolong/STM) activities, and deliberative consensus-building (musyawarah). Furthermore, these leaders fulfill structural roles as mediators, advisors, and social catalysts in embedding tolerance and collective solidarity. Despite potential constraints stemming from divergent customs, language, and ethnicity, peaceful coexistence is sustained via effective communication, mutual respect, and cross-group cooperation. In conclusion, Muslim community leaders serve as pivotal structural-functional anchors in negotiating multiculturalism and sustaining a harmoniously integrated, peaceable rural society.